Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 156. Ku maafkan kesalahanmu


__ADS_3

"Kau serius Brandon?" tanya Lucas pada dalam ponselnya.


"Kalau begitu segera bawa pulang dia. Cherry pasti senang mendengarnya." ucap Lucas kemudian menutup panggilannya.


"Kasih tau sekarang gak ya... Cherry pasti bahagia mendengar kabar ditemukannya Desty" Lucas bermonolog pada dirinya sendiri. Kemudian mencari keberadaan Cherry.


"Cherry... dimana kau sayang?" panggil Lucas.


"Ih... kakak ngapain sih teriak... teriak didalam rumah" protes Neva.


"Seharusnya kakak yang tanya, ngapain malam-malam masih berduaan" sindir Lucas melihat Vino disamping Neva.


"Eh... kakak jangan salah sangka, kita tadinya berempat ada kak Lexi dan kak Yora, tapi mereka baru saja masuk kedalam karena Agha memanggilnya. Benar kan Vino?" sahut Neva menolak tuduhan Lucas.


"Kalau bohon yang profesional Neva... Lexi dan Yora daritadi di kamar." ucap Lucas langsung membuat Neva melipat bibirnya.


"Vino... kapan bawa orangtuamu kemari? aku tunggu secepatnya." imbuh Lucas sebelum melanjutkan mencari istri tercintanya.


Vino tersenyum senang, karena itu tandanya Lucas merestui hubungan mereka.


"Terimakasih bos ipar...," sahut Vino bahagia.


"Sayang... apa kau---" Lucas membuka pintu kamar Adhyaksa. Dua senyuman dari orang tercintanya membuatnya semakin bahagia.



"Pap... pap... pap... " celoteh banyak Aksa saat melihat Lucas masuk kedalam kamarnya.


"Apa tadi dia mengatakan pap---" Cherry langsung menganggukkan kepalanya lalu mencium gemas baby Aksa. Begitupun dengan Lucas dia langsung mencium gemas Cherry dan baby Aksa bergantian.


"Geli kakak om..." protes Cherry saat terkena bulu halus di wajah Lucas.


"Bukannya ini yang kau cari sayang... geli-geli...." sahut Lucas.


"STOP! jangan kau lanjutkan lagi, aku takut anakku terkontaminasi dengan kemesumanmu kak...," ucap Cherry.


Bukannya marah, Lucas langsung saja tertawa terpingkal-pingkal mendengar sebutan elegant menurut versinya.


"Apa kau sudah tak takut dengan kemesumanku sekarang nyonya Lucas?" goda Lucas sengaja.


"Kakak om jangan lakukan disini," sahut Cherry mengerti arah maksud Lucas.


"Kalau aku maunya disini apa kau mau melayani suamimu yang tampan ini sayang?" Lucas terus saja menggoda Cherry.


"Ih.... apaan sih kak, kesambet apa sih..." Cherry merasa geli dengan tingkah Lucas yang mendekapnya. Padahal baby Aksa sedang meminum ASI.


"Kesambet istriku yang cantik," bisik Lucas lalu mengecup tengkuk leher istrinya.


"Kakak om... please jangan begini..." ucap Cherry lirih.

__ADS_1


"Jangan begini... oh... maunya begitu..." bukannya berhenti kini tangan Lucas malah ikut menelusup ke baju Cherry.


"Kakak om... jangan kau rebut milik Aksa" ucap Cherry lirih.


"Aku tak merebutnya sayang... tetapi Adhyaksa yang menguasainya" sahut Lucas masih dengan mencium tengkuk leher Cherry.


"Kau terlihat sangat cantik malam ini, aku sudah tak tahan ingin memakanmu" imbuh Lucas.


"Kakak om... jangan lakukan sekarang...kau akan menggangu Aksa tidur" ucap Cherry hati-hati dan sangat lirih.


"Jagoanku sangat pintar, dia mengerti keinginan papanya..." sahut Lucas.


"Aaaaaa...!" teriak Lucas kesakitan karena Cherry sengaja menjambak rambutnya.


Oek... oek... oek...


Bersamaan dengan tangis Adhyaksa gara-gara mendengar teriakan Lucas.


"Cherry.... kau sudah membuat Adhyaksa menangis..." ucap Lucas.


"Bukan aku tapi ini semua gara-gara kakak om. Sekarang kakak om tanggung jawab" sahut Cherry kesal.


"Tanggung jawab apalagi sayang? bukannya aku sudah tanggung jawab atas Abimana dan Adhyaksa" jawab Lucas semakin membuat kesal Cherry.


"Bukan itu maksudnya... sekarang kau harus bertanggung jawab menidurkan Aksa." ucap Cherry tak bisa diganggu gugat.


"Kalau sampai Aksa belum tertidur jangan harap ada jatah malam ini." ancam Cherry.


Benar saja malam ini Lucas tak mampu menidurkan baby Aksa. Aksa sendiri baru saja imunisasi, meski tubuhnya tak demam tapi bisa dipastikan setiap Aksa selesai imunisasi pasti malamnya rewel jika tidurnya terganggu. Bagaimana dengan ibu Sultan, dia tertidur pulas sambil membelakangi Lucas yang menggendong Aksa agar tertidur.


Keesokan pagi, Cherry terbangun mendapati pemandangan yang sangat menggemaskan. Lucas tertidur sambil duduk dengan memangku baby Aksa yang menggenggam jemari Lucas.


'Terimakasih Tuhan kau sudah mempertemukanku dengan pria yang sangat menyayangi serta menghargaiku. Terimakasih juga kau sudah memberiku amanah yang sangat luar biasa meski yang satunya telah kembali padamu. Aku percaya semua yang terjadi ini karena kau sayang terhadapku' batin Cherry sambil memandangi kedua orang tercintanya.


Cherry perlahan membangunkan Lucas. "Kakak om... bangun, sudah waktunya subuh" Cherry membangunkan Lucas dengan berbisik.


Lucas terbangun saat menyadari Cherry membangunkannya. Cherry mengambil pelan baby Aksa lalu menaruhnya keatas bed. Lucas masih terlihat sangat ngantuk, Cherry bisa menduga jika Lucas baru beberapa menit tertidur.


Cherry sengaja mencium wajah Lucas merata agar Lucas terbangun. "Sayang... kau sudah menghukumku, jangan buat aku tersiksa lagi" keluh Lucas.


Cherry menghentikan ciumannya, "tersiksa karena apa?" tanya Cherry bingung.


"Kau sudah membangunkan sesuatu yang tertidur" Lucas langsung menangkap tubuh Cherry, menghujani ciuman-ciuman mesra di pusat kenik*matan. Cherry tanpa sadar mengeluarkan des*ahan yang membuat Lucas semakin menginginkannya. Subuh itu menjadi pergulatan mereka yang sempat tertunda. Setelah itu mereka membersihkan diri dan melakukan ibadah bersama.


"Sayang... bangunkan aku saat akan berangkat kerja, aku benar-benar sangat mengantuk" keluh Lucas.


"Baiklah sayang... kalau aku ingat" sahut Cherry terkekeh.


"Kau sangat ingin aku melakukannya lagi sayang...Hoam..." ucap Lucas dengan nada sudah tak kuat menahan kantuk dan pada akhirnya dia tertidur.

__ADS_1


"Selamat pagi semua..." sapa Cherry.


"Selamat pagi... ceria banget pagi ini," sindir Yora.


"Ya iya dong... hidup kudu ceria jangan itu-itu aja" sahut Cherry.


"Tante cantik...," panggil Agha.


"Iya tampannya tante, ada apa?" tanya Cherry.


"Ponsel om Lucas berdering terus, membuat Agha jadi pusing" jawab Agha dengan protes.


"Hehe... maafkan om Lucas ya... biar nanti tante yang mengingatkan om Lucas." ucap Cherry sambil mengelus ujung kepala Agha.


"Bentar ya kak... aku angkat telfon dulu" pamit Cherry.


"Halo... maaf ini siapa ya? ini masih terlalu pagi, suamiku masih tidur akibat kelelahan olahraga pagi tadi. Aku akan membangunkannya jika ada hal darurat saja" ucap Cherry.


"Heh kupret! lu kata gua butuh cerita ehem-ehem elu!" sahut Brandon ternyata yang menghubungi ponsel Lucas.


"Om Branded... makanya jangan kelamaan jomblo, sensi kan kalau dengar orang ehem-ehem, hihihi...," sahut Cherry.


"Udahlah pusing gua! Cherry, apa kau mendengar kabar Dania?" tanya Brandon.


"Dania, bukannya om Branded yang semalam bersamanya? kenapa malah tanya aku" sahut Cherry pura-pura masa bodo.


"Memang dia semalam bersamaku, tapi semalam aku bersama Desty---" sahut Brandon.


"Apa! kakak bersama Desty? kakak sudah menemukan Desty? bagaimana kondisinya? apa dia dan calon bayinya baik-baik saja?"


"Ternyata lu juga mengetahuinya, awas kalian kalau ketemu siap-siap hukuman dari gua" sahut Brandon.


"Eh ga bisa gitu! om Branded belum minta maaf sama aku jadi ga berlaku hukumannya..." tolak Cherry.


Brandon tersenyum, "terimakasih Cherry, maafin gua ya..."


"Ku maafkan kesalahanmu"


...----------------...


Mampir yuk ke karya temanku yang judulnya "Between Qatar and Jogja"



Aurel adalah seorang wanita muda yang berpredikat janda dengan dua anak balita, tanpa pengalaman mengelola perusahaan yang ditinggal oleh almarhum suaminya.


Sedang dia sendiri mempunyai 4 toko kue.


Rajev seorang duda asal India yang bekerja di Qatar, memang sudah mencintai Aurek sejak Aurel masih gadis. Ditambah pula dia mengemban amanat almarhum suami Aurel untuk menjaga istri dan anak-anaknya.

__ADS_1


Mampukah kekuatan cinta mereka menghadapi percobaan perebutan perusahaan hingga pembunuhan yang pelakunya adalah paman almarhum Radit?


__ADS_2