
Kesalahanmu masa lalu adalah jalan buntu, menunggumu dan menantimu adalah kebodohan yang sangat di sengaja,
Nikmati saja setiap langkah yang engkau jajaki untuk menenangkan hatimu .
"Tuan... bisakah kau membawaku bersamamu?" ucap seorang wanita seperti terlihat ketakutan.
"Siapa kau menyuruhku untuk membawamu!" bentak Lexi pada waktu itu.
"Tuan, aku mohon bawa aku bersamamu" Aiora memohon sembari menangkupkan kedua tangannya. Manik mata yang mulai berair membuat hati Lexi sedikit melunak.
Lexi yang waktu itu sedang bingung sendiri tak tahu akan kemana akhirnya membawa Aiora bersamanya.
"Terimakasih tuan... anda sudah menyelamatkan nyawaku," ucap Aiora.
Entah apa maksud ucapan Yora saat itu, Lexi tak begitu menanggapi. Rasa kesal dan marah terhadap mama Risti dan papa Hadinata masih bergelayut dalam hatinya.
Lama mereka bersama ternyata mampu membuat hati Lexi melunak. Perlahan Lexi mulai membuka hatinya, begitupun dengan Yora ternyata dia sudah menyimpan rasa kepada Lexi sejak pandangan pertamanya.
"Yora... Yora... Yora...!" Lexi mengigau memanggil Yora.
"Lexi... bangun! bangun Lexi!" Lucas membangunkan Lexi yang mengigau.
"Hissshh...," keluh Lexi yang terbangun, sambil mengusap wajahnya Lexi mulai menyadarkan dirinya sendiri.
"Kau merindukannya?" tanya Lucas.
"Sangat... sangat merindukannya" jawab Lexi.
"Kita cari sama-sama Lexi," ucap Lucas.
"Apa Cherry--"
"Cherry sudah menceritakan semuanya padaku," sahut Lucas memotong ucapan Lexi.
"Agha... jangan lari-lari nanti jatuh," teriak Cherry.
Mendengar Cherry meneriaki Agha, Lucas dan Lexi ikut bergabung bersama keluarganya yang sedang bermain di taman tengah.
Neva dan Vino sedang mempersiapkan barbeque, Steve dan Brandon sedang mempersiapkan tenda mini, sedangkan Desty, Cherry dan mama Risti mempersiapkan minuman. Malam ini mereka semua akan mengadakan pesta barbeque mini ala keluarga kecil mereka.
"Ma... apa papa belum pulang?" tanya Neva.
"Tadi mama sudah menelfonnya, papa sedang bertemu klien jadi pulang terlambat" jawab mama Risti.
"Tante Cherry... tante Neva lihat Agha bisa naik disini..." teriak Agha memanggil Cherry dan Neva.
"Astaga anak itu...," ucap Neva melihat keponakannya naik pohon mangga.
"Agha... turun ga!" teriak Cherry khawatir.
"Agha mau disini saja tante," sahut Agha.
__ADS_1
"Agha! turun ga! kalau ga turun tante ga mau main lagi sama Agha!" ucap Cherry mode marah.
"Iya... iya tante...," Agha pada akhirnya menuruti perintah Cherry. Saat Agha akan turun, kakinya sedikit terpleset dan mengakibatkan Agha oleng akan jatuh dari pohon mangga.
"AGHA.....!" teriak semuanya.
Lucas dan Lexi berlari bersamaan mengejar Agha agar tak terjatuh.
"Mama.....!" teriak Agha berada dipelukan Cherry, karena Cherry berhasil menangkap tubuhnya lebih cepat dari Lucas dan Lexi.
"Agha... hiks.. hiks..," ucap Cherry terus memeluk Agha sambil menangis.
"Kau tak apa-apa nak?" tanya Cherry mengecek seluruh tubuh Agha. Terlihat Cherry sangat khawatir dengan keadaannya.
"Agha...," panggil mama Risti dan Neva.
"Agha tak apa-apa tante Neva, grandma" ucap Agha.
"Tante Cherry maafkan Agha," ucap Agha gantian menjawab Cherry.
"Lain kali jangan kau ulangi... tante tak mau kau kenapa-napa," ucap Cherry kembali memeluk Agha.
'Yora...' batin Lexi setiap melihat Cherry.
'Lexi... sadar, dia bukan Yora melainkan Cherry'
"Keponakan om sangat hebat bisa manjat sampai atas, om aja belum tentu berani" sahut Lucas mencoba merubah suasana sedih menjadi tawa.
"Agha memang hebat om... kan yang ngajarin manjat om Branded" sahut Agha tanpa berdosa.
'Dasar anak kecil ga bisa jaga rahasia. Itu apa lagi Branded-Branded pasti sudah terkontaminasi sama anak ingusan itu' batin Brandon.
"Om Branded....!" panggil Cherry.
'Saatnya bergelut dengan ingus' batin Brandon menciut.
"Lain kali kalau ngajarin anak kecil yang bener dong... jangan ngajarin yang bikin jantung mau copot," protes Cherry.
"Itu uda bener Cherry... anak laki-laki kudu kuat jangan mau diremehin sama tetangga apalagi wanita-wanita diluar sana bisa turun harga diri seorang pria," sahut Brandon.
Lah koq malah curhat....
"Hilih... malah curhat penderitaannya sendiri," sindir Cherry.
"Eh, apa tadi lu bilang?" tanya Brandon memperjelas pendengarannya.
"Curhat penderitaannya sendiri!" jawab Cherry dengan suara yang kencang.
"Kampret nih bocah," gerutu Brandon lirih.
"Efek ngejomblo kelamaan tuh Cherr...," sahut Neva ikut menimpali.
__ADS_1
"Memangnya pak Brandon masih jomblo ya?" tanya Desty.
"Emangnya kenapa kalau gue jomblo...," Brandon lalu mendekati Desty sangat dekat, membuat Desty menjadi deg-degan.
"Jangan panggil gue pak diluar jam kerja," imbuhnya dengan penekanan membuat Desty sedikit kesal, karena Brandon mendekatkan wajahnya sangat dekat bahkan hidung mancung mereka hampir saja bertemu.
Semua orang yang berada disana tertawa melihat ekspresi dan tingkah Brandon. Sedangkan Desty harus kembali menata degup jantungnya untuk yang kesekian kali gara-gara Brandon.
Mereka semua kembali melanjutkan pesta barbeque mini. Disaat mereka semua sedang menikmatinya tiba-tiba papa Hadi tiba dengan luka di dahinya bersama Anton.
"Papa... apa yang terjadi?" tanya Neva sedikit berteriak.
Mama Risti yang mendengarnya langsung melepaskan suapannya untuk Agha menghampiri sang suami. Begitupun semuanya.
"Papa... apa yang terjadi, kenapa ini... apa yang terjadi pa?" tanya mama Risti dengan suara terisak karena tangisnya.
"Ceritanya panjang ma...," jawab papa Hadi.
"Pa... kenapa papa tak menghubungi kami?" tanya Lucas ikut khawatir.
"Ini pasti karenamu!" sahut Lexi melihat Anton berada dibelakang papa Hadi. Lexi langsung menyahut kerah baju Anton tangannya sudah mengepal ingin memukulnya.
"Lexi... tahan emosimu nak" ucap papa Hadi.
"Lexi, ingat ada Agha disini" ucap Lucas ikut meredam emosi Lexi.
Lucas memberi kode Cherry untuk membawa Agha masuk ke kamar untuk istirahat. Cherry lalu menggendong Agha mengajaknya tidur lebih dulu.
Diruang tengah semuanya sudah berkumpul terkecuali Cherry dan Agha yang masih berada di kamar.
"Pa... coba ceritakan yang sebenarnya," ucap Lucas membuka percakapan.
"Dan siapa pria ini," Lucas melirik Anton dengan sinis tak suka.
"Saat papa dalam perjalanan pulang, tiba-tiba saja ada seseorang yang mengikuti mobil papa. Dia mencoba memecahkan kaca mobil papa. Papa terpaksa berhenti, karena didepan terdapat beberapa orang tak dikenal menyerang papa,"
"Dasar breng*sek beraninya hanya sama orangtua," ucap Lexi kesal.
"Ini pasti orang suruhanmu bukan!" imbuh Lexi membentak Anton.
"Lexi... tahan emosimu nak," sahut papa Hadi. Sedangkan Lucas belum tahu apa yang terjadi antara Lexi dan Anton.
"Justru nak Anton yang menolong papa, dia tak ada sangkut pautnya dengan mereka" imbuh papa Hadi menjelaskan.
"Siapa dia pa?" tanya Lucas.
"Dia nak Anton," jawab papa Hadi.
"Dia pria yang sudah menculik Cherry suruhan dari mantanmu Lucas," sahut Lexi.
Lucas memang belum pernah bertemu langsung dengan Anton, saat itu dia hanya memantaunya dari jauh namun setelah itu dirinya belum pernah bertemu sama sekali.
__ADS_1
BUGHK!
Bersambung....