Kaget Nikah

Kaget Nikah
BAB 28#KAGET NIKAH


__ADS_3

Keesokan harinya....


Afnan mendatangi sebuah restoran - tempat dimana ia dan juga Nathalia sudah membuat janji untuk bertemu. Ia melangkahkan kakinya secara perlahan menuju ke salah satu meja yang disana sudah terdapat Nathalia yang menunggu kedatangan dirinya.


"Nat," Panggil Afnan dengan nada suara pelan.


Nathalia pun memalingkan wajahnya ke arah Afnan dan ia pun menarik nafas dalam agar ia bisa tetap menjaga sikap terhadap Afnan yang tidak lain adalah mantan kekasihnya.


"Silahkan duduk, Nan,"


"Ada masalah apa sampai kamu mengajakku untuk bertemu?,"


"Aku ingin kita mengakhiri hubungan kita ini dengan cara baik - baik,"


"Maksudmu?,"


Saat Nathalia dan juga Afnan sedang berbincang - bincang, tanpa mereka berdua sadari Irene melihat keakraban mereka berdua dari kejauhan. Mata Irene berkaca - kaca dan rasa sakit mulai terasa menusuk ke hatinya. Ia tidak memungkiri bahwa saat ini ia telah benar - benar jatuh cinta pada Afnan.


Irene yang tidak ingin berlama - lama di tempat itu menyaksikan kedekatan Nathalia dan Afnan pun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu. Sementara Afnan dan Nathalia terlihat semakin serius mengobrol mengenai suatu hal.


"Aku sudah tau semuanya Afnan, aku sudah tau bahwa kamu dan wanita itu sudah menikah. Aku tidak ingin menjadi wanita perusak rumah tangga orang lain Afnan,"

__ADS_1


"Tapi aku menikah dengan Irene itu karena dijodohkan. Dari awal aku tidak mencintainya, Nat,"


"Tapi adikku - Irene sangat mencintaimu, Nan,"


"Hah?! Adik? Irene adikmu. Ah tidak mungkin, bagaimana bisa Irene adalah adikmu,"


"Panjang ceritanya, Nan. Yang pasti aku tidak ingin melihatmu menyakiti adikku. Aku sangat menyayangi adikku, Nan. Jadi mulai hari ini kamu harus mulai bisa mencintai Irene,"


Setelah mengatakan itu, Nathalia pun beranjak pergi meninggalkan Afnan. Sementara Afnan masih berfikir tentang semua yang Nathalia katakan padanya.


*****


Singkatnya, Afnan pun kembali ke rumah. Ia pulang dalam keadaan mabuk. Afnan terus berteriak memanggil nama Irene. Namun, rumah itu kosong. Irene tidak ada disana.


******


Pagi hari pun tiba, Afnan terbangun dari tidurnya. Ia merasa sedikit pusing dan penglihatannya masih belum jelas.


"Irene," panggil Afnan dengan nada suara pelan.


Afnan yang melihat bahwa tidak respon dari Irene pun langsung berdiri dan mencari Irene ke sekeliling rumah. Namun, ia tetap saja tidak menemukannya. Afnan mulai sedikit panik karena Irene sama sekali tidak pernah pergi tanpa berpamitan padanya.

__ADS_1


"Irene, kamu kemana sih? Apa dia pergi ke rumah orangtuanya ya. Sebaiknya aku telepon Papa dan Mama mertua saja deh untuk memastikan apakah Irene ada disana atau tidak,"


Afnan menelepon ke rumah keluarga Brata. Dan ternyata yang mengangkat teleponnya adalah Nathalia ( Amanda ).


"Halo siapa ini ya,"


"Nathalia, ini aku Afnan,"


"Afnan?! Ada apa kamu menelepon ke rumah ini,"


"Aku mau tanya sama kamu, Apakah Irene ada disana?,"


"Hah?! Irene? Irene tidak ada disini,"


"Apa?! Dia tidak ada disana. Lalu kalau bukan disana, dia kemana?,"


"Apa maksudmu, Nan? Irene kemana?,"


"Aku juga tidak tau. Aku akan mencarinya. Sudah dulu ya,"


Afnan pun langsung menutup teleponnya dan pergi untuk mencari dimana keberadaan Irene saat ini. Singkatnya, Afnan sudah mencari ke sekeliling kota. Namun ia tetap saja tidak menemukannya. Afnan merasa sangat putus asa.

__ADS_1


Saat ini, ia benar - benar sangat kehilangan Irene. Bahkan Rayyan dan Lalita terus menyalahkan Afnan yang tidak bisa menjadi suami yang baik untuk Irene.


Sejak hari itu, Afnan tidak pernah berhenti melakukan pencarian terhadap Irene. Dari mulai detektif, pihak kepolisian dan beberapa orang suruhannya semua ia kerahkan agar bisa menemukan dimana sebenarnya Irene berada. Tapi tetap saja, tidak ada perkembangan dari informasi mengenai keberadaan Irene.


__ADS_2