
Selesai Anton mengungkapkan semuanya, Brandon segera menghubungi Lucas. Mereka semua mengatur strategi agar target tepat sasaran.
Lucas sendiri sengaja tak menemui Reta kembali, memberinya ruang gerak untuk bertemu Anton orang suruhannya. Dengan diam-diam, Lucas mengikuti kemana Reta pergi.
"Hari ini tamat riwayatmu Reta" ucap Lucas memantau Reta dari kejauhan.
Anehnya Lucas tak melihat Lexi dan yang lainnya, padahal pertemuan Reta dan Anton sudah lumayan lama. Saat Lucas akan menghubungi Brandon, sebuah mobil sport yang Lucas kenal mendekati mobilnya.
Lucas sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Cherry. Rasa rindunya tak terbendung lagi. Saat Lexi dan semuanya turun dari kendaraannya, Lucas mencari sosok Cherry istrinya.
"Lexi, dimana istriku?" tanya Lucas.
Lexi diam tak tahu harus menjawab apa.
"Brandon, Vino dimana istriku?" tanya Lucas berganti kepada Brandon dan Vino. Mereka berdua juga berekspresi sama dengan Lexi diam tak menjawab.
"Kalian tak sedang menyembunyikan sesuatu.." sindir Lucas.
"Brandon jelaskan apa yang sudah terjadi" pinta Lucas.
"Lucas.. kita bicarakan nanti, lebih baik kita pantau Reta dan Anton" sahut Brandon.
"Jadi orang suruhan Reta itu bernama Anton?" tanya Lucas.
Brandon mengangguk membenarkan pertanyaan Lucas.
"Tapi aku ingin kau menjawab pertanyaanku, dimana istriku?" Lucas kembali mempertanyakan Cherry.
"Dia berada di---"
Drrrttt... Drrrttt...
Suara ponsel Lucas berbunyi, Lucas segera mengangkatnya.
"Ka... Cherry..."
"Cherry? apa yang terjadi dengan Cherry!"
"Cherry... Lebih baik kaka kesini" ucap Neva kemudian menutup panggilannya.
Lucas menatap ketiga pria didepannya satu persatu meminta penjelasan.
"Lucas.. aku bisa menjelaskan semuanya" ucap Brandon.
"Lexi apa yang sebenarnya terjadi dengan istriku?" bukannya menjawabi Brandon, Lucas mendekati Lexi meminta penjelasan.
"Aku tak sengaja memukulnya" ucap Lexi sejujurnya.
"Kau sudah gila Lexi! kau sengaja memukulnya, dimana perasaanmu Lexi!" bentak Lucas.
__ADS_1
"Lucas.. ini tidak seperti yang kau pikir" Vino ikut menjelaskan.
"Vino kau tak usah ikut campur, siapapun yang berani membuat istriku terluka dia akan berhadapan denganku" ucap Lucas.
"Lucas berhentilah! yang terpenting sekarang kau bereskan urusanmu dengan wanita itu" saran Brandon.
"Lexi tak sengaja melakukan itu, dia hanya ingin menghajar pria itu tapi Cherry malah menghadangnya" ucap Brandon menjelaskan dengan pelan.
"Aku tak memaafkanmu Reta!"
Lucas kemudian mendekati Reta dan Anton yang masih bersitegang.
"Aku hanya menginginkanmu Reta" ucap Anton dengan penekanan.
"Aku sudah mengatakan padamu Anton, jika persoalan ini tak ada kaitannya dengan perasaan" elak Reta tak terima.
Anton menaikkan ujung bibirnya, dia sudah mengetahui apa yang ada dipikiran Reta. Tak mungkin Reta memberikan hatinya kepadanya.
"Reta... kau terlalu jahat sebagai seorang wanita, seharusnya aku bisa tahu jawabanmu pada akhirnya" ucap Anton.
"Aku juga bisa tahu jika aku menghabisinya, kau tak akan melindungiku" imbuh Anton.
"Kau sudah tahu semuanya rencanaku Anton. Kau benar, aku tak mungkin mengotori tanganku untuk membunuh gadis brengs*k itu!"
"RETA!" teriak Lucas dengan emosi yang sudah tak tertahan.
"Luc--Lucas...," ucap Reta dengan ketakutan.
"Luc-Lucas ini tak seperti yang kau fikir, aku tak melakukan apa-apa kepada gadis breng--, gadis itu" imbuh Reta sangat ketakutan.
"Reta, aku tak menyangka kau akan melakukannya. Aku tak akan memaafkanmu Reta!" ucap Lucas emosi.
"Brandon, Vino kau tahu kan apa yang seharusnya kau lakukan"
Brandon dan Vino kemudian memegangi kedua tangan Reta akan membawanya ketempat yang berwajib.
"Lucas... aku bisa menjelaskan semuanya" ucap Reta.
"Aku melakukan ini karena takut kehilanganmu, aku merasa sakit hati saat kau memilihnya sebagai istri. Maafkan aku Lucas... maafkan aku..."
Reta terus saja memohon, namun Lucas tiada ampun sama sekali.
"Urusanku denganmu belum selesai" ucap Lucas tanpa menoleh kearah Anton.
BUGHK!
"Ini upahmu karena sudah menculik istriku"
BUGHK!
__ADS_1
"Ini upahmu karena sudah berniat membunuh istriku"
BUGHK!
"Ini upahmu karena sudah menjauhkanku dengan istriku"
BUGHK... BUGHK... BUGHK!
Lucas terus memukul Anton hingga tersungkur. Luka dari Lexi belum saja kering, sekarang Anton harus membuat lukanya basah kembali akibat Lucas.
Melihat Anton sudah lemah dan tersungkur, Lexi menahan Lucas agar tak berbuat nekat.
"Lucas... sadarkan dirimu!" ucap Lexi.
Lexi sendiri tak menyangka jika Lucas akan berbuat lebih kejam daripada dirinya.
"Lepaskan aku Lexi! aku harus membunuhnya karena sudah menyakiti istriku" sahut Lucas.
"Lucas sadarlah! sekarang kau fikirkan keadaan Cherry jika melihatmu seperti ini, dia akan semakin sedih" ucap Lexi.
Lucas menghentikan aksinya, lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kaki yang menjadi bebannya.
"Aku merasa menjadi suami yang gagal Lexi, aku selalu tak bisa melindunginya.. hiks.. hiks.." ucap Lucas menahan sesak didadanya.
"Lucas, aku bisa mengertimu. Aku pernah berada di posisimu saat Yora membutuhkanku aku tak berada disampingnya. Sayangnya aku tak bisa menemuinya kembali untuk selama-lamanya" sahut Lexi ternyata memiliki perasaan sedih yang teramat sangat.
"Lucas, jangan sampai kejadian Yora terulang kepada Cherry. Temui dia segera, dia sangat membutuhkanmu" ucap Lexi.
Lucas merasa tertampar dengan ucapan Lexi. Lucas kemudian beranjak dan segera menemui Cherry.
Bersambung.....
...----------------...
Selamat pagi... semangat untuk hari ini. Terimakasih yang sudah mengikuti dan mendukung karya aku...semoga dilancarkan rezekinya. Aamiin.
Sembari menunggu kelanjutan cerita othor, othor mau rekomendasikan karya teman othor dengan judul IZINKAN AKU PERGI AKU LELAH
Beribu cerita indah telah kita lewati, pahit manis telah kita lampaui, dan segalanya yang pernah ku perjuangkan kini harusku akhiri. Sulit rasanya jika harus kehilangan lembaran kisah lama. Dan kini meski memulainya dengan lembaran baru. Tapi itulah keputusan yang sudah ku buat, setelah kau dapati seseorang yang baru untuk singgah. Seseorang yang mungkin bisa menyayangimu lebih dari aku. Tentunya tidak seperti aku, yang hanya mencintaimu dengan penuh kekurangan. Semua keputusan sudah ada di tanganku. Kamu tidak bisa lagi mengelak! Sesuatu yang pernah ku genggam erat memang sudah seharusnya aku lepas.
'Aku akan berusaha untuk meninggalkan ini semua, meski akhirnya semua tak mungkin bisa ku lupa. Aku akan berusaha merelakan, meski sebenarnya aku tak mau kehilangan. Aku akan berusaha untuk tak lagi mengingatmu, meski sebenarnya masih terselip namamu dalam setiap doaku. Dan sekarang aku akan lepaskan kamu, biarkan aku masih tetap belajar untuk ikhlas' ... gumam Tika di dalam hati sambil menangis sesegukan. Betapa sakit dan hancurnya hati Tika dengan peristiwa yang di alaminya dalam berumah tangga.
'Akankah Chandra, menceraikan Tika, saat istrinya meminta cerai? Atau justru akan mempertahankan rumah tangganya, dan berubah menjadi suami yang bertanggung jawab?
Lalu bagaimana dengan Andrew, ternyata diam-diam selama ini menyimpan rasa kepada Tika?'
'Yuk simak, dan mampir ceritanya, hanya disini.'
__ADS_1