
"Apa aku membuatmu sedih sayang?" tanya Cherry.
"Tidak om, justru sebaliknya aku sangat takut kita berpisah"
Entah mengapa Cherry merasakan tak enak dalam hatinya. Malam yang seharusnya membuat dirinya bahagia, Cherry merasakan sebuah feeling tak biasanya. Cherry terus saja menggenggam jemari Lucas.
"Pindah kontrakan kayaknya Nev...," sindir Steve yang berpapasan dengan Lucas dan Cherry.
"Hihihi... sultan mah bebas, asetnya dimana-mana... apalah daya kita yang cuma bisa ngontrak," sembari menempelkan tangannya di pelipis seolah-olah sengsara, Neva tertawa ikut menyindir kakaknya.
"Cherry... segera ke stage.. masih ingat kan sama lenggang-lenggok kemarin," panggil Brandon.
"Ishhh...," Cherry hanya mendesis kemudian mengeratkan jemarinya digenggaman Lucas.
"Cherry... sudah siap?" tanya Lexi mengulurkan tangannya.
Cherry menoleh kearah Lucas dengan mata yang berbinar-binar, Lucas tersenyum dan mengangguk pelan memperbolehkan Cherry meraih uluran Lexi. Bukan maksud itu menurut Cherry. Cherry hanya tak mau jauh dari Lucas, tetapi malah Lucas memberi alih tangan Cherry kepada Lexi.
"Brandon, Steve siapkan posisi kalian." ucap Lexi melewati mereka sambil menggandeng Cherry yang masih menoleh kebelakang menatap Lucas memberi semangat untuknya.
"Kami dari Jewelry Axosha mempersembahkan karya terbaru kami Axosha Luxury Jewelry sebuah mahakarya yang dirancang dengan design khusus oleh para team profesional," ucap pembawa acara. Para model sudah berlenggak-lenggok di atas stage bergantian mempamerkan mahakarya tersebut.
Sementara dibelakang stage, "Ka Lexi... aku takut" ucap Cherry.
"Apa lagi yang ditakutkan Cherry?" tanya Lexi.
"Ga tau ka... tiba-tiba saja aku merasa sangat takut" jawab Cherry.
"Sekarang tarik nafas lalu keluarkan pelan, kau hanya gerogi," saran Lexi tersenyum.
Cherry mengikuti saran Lexi, langsung saja Cherry menarik nafas kemudian mengeluarkannya pelan.
"Gimana, sudah lumayan?" tanya Lexi dan Cherry langsung mengangguk.
"Dan ini yang kita tunggu-tunggu Mahakarya utama dari Jewelry Axosha...,"
Sebuah lampu sorot mengarah dimana Cherry berdiri, dengan anggunnya Cherry berjalan diatas catwalk dengan senyum yang makin menambah kecantikannya. Semua para tamu terpukau dengan mahakarya yang dibawakan oleh Cherry, sangat cocok sekali bila dipadu padankan tema anak muda masa kini. Sebuah diamond The koh-I-Noor yang di padu padankan dengan emas itu sangat luar biasa.
Cherry berjalan memutari stage, berlenggak lenggok dan yang terakhir dia menjemput sang suami yang sudah bersiap dihadapannya. Namun tiba-tiba semua lampu mati. Ruangan yang tadinya terang menjadi gelap.
"Vino, apa yang terjadi?" tanya Brandon lewat mic telepon wirelessnya.
"Aku sedang memeriksanya, sepertinya ada seseorang yang sengaja memutuskan sambungannya." jawab Vino.
__ADS_1
"Cek... Lexi, apa kau mendengarku? Segera perketat penjagaan. Untuk semua yang mendengarku segera perketat penjagaan," Brandon mulai khawatir.
Steve dan Neva langsung saja membawa mama dan papanya serta Agha bersama mereka. Lexi mencari Cherry yang masih berada di stage. Sedangkan Lucas, dia langsung saja berlari dan memeluk Cherry.
"Kau tak apa-apa sayang?" tanya Lucas.
"Om, aku takut" jawab Cherry.
"Om sudah ada disini, tenanglah" ucap Lucas.
Tiba-tiba saja sebuah video persahabatan Hadinata, Zain dan Rudi terpampang di sebuah layar besar diatas stage.
"Kita akan selalu bersama selamanya," ucap Zain dalam video tersebut
"Ayah...," ucap Cherry lirih melihat ada sosok ayahnya disana.
"Hadinata... dengarkan aku, aku tak pernah melakukan itu sama sekali. Rudi, kau percaya kan denganku? aku tak akan melakukan kecurangan itu. Aku yang sudah susah payah membangun perusahaan ini menjadi maju seperti saat ini, tapi kenapa kalian menuduhku yang bukan-bukan," ucap Zain memelas dalam video tersebut.
Terlihat juga Hadinata sempat memukul Zain saat itu. Video selanjutnya memperlihatkan Zain yang berpakaian biasa saja mengorbankan dirinya menolong Lucas dari tabrak lari. Tubuh Zain terpental jauh, sedangkan Hadinata tak memperdulikannya. Hadinata membawa Lucas lalu meninggalkan Zain yang masih terkapar di tengah jalan.
Air mata Cherry sudah tak mampu terbendung kembali, perasaannya tak karuan melihat video perlakuan papa mertuanya kepada ayahnya. Cherry yang tadinya menggenggam erat tangan Lucas, langsung saja dia lepaskan. Lucas langsung saja mendekapnya,
"Sayang, kami semua bisa menjelaskan" ucap Lucas khawatir.
Cherry tak sanggup lagi untuk menyahut, terlalu sakit hatinya melihat sang ayah diperlakukan seperti itu.
Selesai pertunjukan video itu selesai, lampu kembali menyala. Vino berhasil menemukan penyebabnya, sayangnya tindakan Vino telat. Vino menghampiri Brandon, dia melihat Cherry sedang menangis terisak.
Papa Hadi dan mama Risti juga semuanya ikut naik keatas stage.
"Nak, papa bisa menjelaskan semuanya" ucap papa Hadi namun Cherry masih menundukkan kepalanya menahan rasa sakit dihatinya.
"Cherry... percayalah pada papa, papa tak mungkin melakukan hal itu," imbuh Neva ikut berbicara.
"Sayang... kami semua bisa menjelaskan tentang yang terjadi sebenarnya, tolong beri kami kesempatan untuk menjelaskan semuanya nak..," pinta mama Risti.
PROK.. PROK.. PROK..
Sebuah tepuk tangan terdengar, rupanya Rudi dan semuanya sudah menyelinap kedalam tempat acara.
"Rudi! rupanya dia masih hidup pa...," ucap mama Risti.
"Steve, bawa Neva dan Agha keluar dari sini" perintah Lexi.
__ADS_1
Steve langsung membawa Neva dan Agha keluar dari tempat itu.
"Apa kabarmu sahabat?" tanya Rudi.
"Terimakasih sudah memberikan waktu untukku, sedikit hiburan dariku akan membuat acara semakin seru," ucap Rudi.
"Kabarku baik Rudi, bagaimana denganmu?" tanya Hadinata masih bersikap tenang.
"Seperti yang kau lihat sahabat, aku sangat baik" jawab Rudi kemudian melangkahkan kaki naik keatas stage.
"Hadinata seorang pengusaha terkenal dibidang jewelry memiliki masalalu kelam yang harus mengorbankan sahabatnya dan sekarang hebatnya dia untuk menutup kesalahannya dia menikahkan putranya dengan putri sahabatnya. Sungguh luar biasa... hahaha!"
"Tutup mulutmu Rudi!" sahut Hadinata membentak Rudi.
"Kehancuranmu akan dimulai Hadinata," bisik Rudi.
BUGHK!
"Breng*sek kau Rudi!" teriak Hadinata selesai memukul Rudi.
"Papa...!" teriak mama Risti dan Lucas.
"Papa... tahan pa... ingat semua tamu masih ada disini" ucap Lexi.
Hadinata melepaskan tangannya dari kerah jaz Rudi.
"Kenapa tak kau lanjutkan Hadinata?" tanya Rudi memancing emosi Hadinata kembali.
"Hai anak Zain, apakah kau masih mau memiliki mertua yang sudah menjadi dalang kematian ayahmu?" kini Rudi mendekati Cherry dan menghasutnya.
"Sebaiknya anda tak usah menghasut istri saya, karena istri saya tak akan pernah percaya dengan ucapan anda." ucap Lucas dengan berani.
Rudi melirik Lucas lalu tersenyum smirk kearahnya.
"Apa kau juga akan mempertahankan suami seperti ini yang bermain di belakangmu?"
"Apa maksud ucapan anda! sekali lagi saya katakan jangan hasut istri saya dengan ucapan bohong anda!" bentak Lucas. Kali ini Lucas tak bisa tinggal diam, Rudi sudah sangat keterlaluan.
"Lionel...," panggil Rudi memberi kode rencana selanjutnya.
Reta dan Yora masuk dengan menunduk, mereka harus segera menjalankan tugasnya.
"Yora"
__ADS_1
Bersambung....