Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Mulai move on


__ADS_3

Pagi hari yang indah, kicauan burung bernyanyi riang di atas ranting pepohonan, Angin pagi bertiup sepoi-sepoi menambah sejuk nya pagi ini. Diya membuka jendela kamar nya, menutup kedua matanya dan menghirup udara segar di pagi hari. Kedua tangan nya di bentang lebar seperti aksi Syahrukhan saja di film rab ne bana di jodi.


Bedanya Syahrukhan meminta rekan tarinya menikmati hujan. Kalau Diya menikmati pagi yang indah.


"Hari ini yang cerah" Gumam nya.


"Diya....Diya....Kamu sudah bangun belum? Cepat bangun, sudah jam berapa ini? Nanti kamu telat lagi ke kantor nya" Teriak Yuli dari luar mengetuk pintu kamar Diya.


"Iya Yul, aku sudah bangun kok dari tadi" Diya balas berteriak.


"Baru juga pukul 06.00 wib. Masuk kerja kan jam 08.00 wib" Gumam nya lagi. Menyambar handuk yang tergantung di balik pintu kamar nya.


"Baru mau menikmati pagi yang cerah. Ada saja yang mengganggu. Kata nya suruh move on yah di awali dengan pagi ini" Cerutu Diya sendiri.


***


"Kenapa kamu Diy?" Tanya Yuli melihat Diya menuju meja makan dengan cemberut.


"Kamu sebel sama kamu"


"Sebel kenapa?" Yuli heran.


"Kamu meminta ku untuk move on. Baru tadi pagi aku ingin merasakan pagi yang cerah dan menghirup udara segar pertanda aku ingin memulai hidup baru dan menutup kisah lama ku. Angan ku mulai menerawang ke awan, kamu sudah berteriak. Membuat angan ku kembali terhempas ke bumi" Cerita Diya masih cemberut.


"Maaf deh Diy, aku kan gak tahu. Kamu sih yang gak kasih tahu aku dulu jika ingin membuka lembaran baru. Jadi ya wajar lah jika kau seperti itu. Maksud ku kan baik Diy ingin membangunkan mu agar tidak telat nanti nya" Bela Yuli.


"Sejujurnya aku sangat senang mendengar kamu bisa membuka lembaran baru. Artinya kamu gak jadi deh jadi perawan tua" Canda Yuli.


Diya menjeling matanya. Terlihat agak kesal dengan ocehan sahabatnya itu. Yuli sadar akan hal itu.


"Eh, makan-makan. Ini ya aku buatin roti nya untuk kamu. Mau selai apa? Coklat atau srikaya atau jeruk?" Tanya Yuli mengubah topik pembicaraan.


"Hmm...." Gumam Diya kesal.


"Sini aku buatin" Seru Yuli lagi mengambil sepotong roti untuk di oleskan selai.

__ADS_1


"Mau selai apa sayang kuh Diya"


"Coklat" Ucap Diya cuek.


"Oke deh, aku buatin ya.....Tunggu ya tuan putri ku yang cantik jelita tiada duanya" Ucap Yuli hormat selayak nya memberi hormat kepada tuan putri raja sesungguhnya.


Diya menahan senyum nya melihat perangai sahabatnya itu. Hati nya sedikit luluh dengan tingkah laku Yuli barusan.


"Ini dia tuan putri kuh, roti selai coklat spesial dari cheff Yuli untuk tuan putri Diya Nuraniza" Ucapnya menyerahkan piring yang berisikan roti lapis selai coklat di atasnya.


"Terima kasih" Ucap Diya.


"Sama-sama"


"Diy, hari ini Ivan menjemput mu lagi?" Tanya Yuli dengan mulut yang masih di penuhi oleh roti.


"Iya, kenapa? Kamu mau nebeng?"


"Gak, cuma tanya aja. Aku gak mau lah nebeng sama kamu. Ntar menganggu kamu dan Ivan lagi. Aku jadi obat nyamuk"


"Gak lah, kan ada pak Udin yang bisa temani kamu" Canda Diya.


"Eh iya, aku lupa jika kamu sudah ada pasangan hidup"


"Ah kamu Diy, masa lupa. Habis nya kamu mikirin masalah kamu sendiri sih jadi lupa kan sana aku" Protes Yuli.


"Iya, iya maaf ya Yuli sayang. Jadi benar ni kamu gak mau nebeng sama kami?"


"Enggak, bang Jeki akan menjemputmu nanti"


"Wah, seru dong di jemput sama kekasih hati"


"Seru dong Diy, apa lagi dia jemput nya pakai motor. Ya bisa pelukan gitu kan kalau pakai motor"


"Emang motornya sanggup di naikin sama kamu?"

__ADS_1


"Diya....emang aku se gendut itu apa sampai motornya gak bisa aku naikin" Yuli cemberut sedangkan Diya tertawa melihat Yuli seperti itu.


"Berat badan ku masuh ideal tahu" Cerutunya lagi.


"Iya, aku tahu. Cuma becanda kok Yul. Jangan di masukin ke hati ya. Ke jantung aja boleh deh"


"Tuh kan mulai lagi. Aku masukin ke hati ni ya"


"Jangan, jangan, maaf ya....Ampun" Diya menyatukan kedua telapak tangan nya meminta ampun kepada Yuli.


"Sudah lah wahai saudara ku, aku sudah memaafkan mu. Sekarang paduka yang maha mulia ingin pergi ke kamar dulu mengambil beberapa dokumen untuk di bawa ke kantor" Ucap Yuli selayaknya berada di istana raja.


"Mimpi apa sih kamu Yul? Sampai jadi berakting selayaknya di film kolosal" Tanya Diya sedikit heran dengan Yuli.


Yuli mendekatkan wajah nya ke Diya selayaknya ingin berbisik. Diya pun ikut mendekatkan wajahnya untuk mendengarkan apa yang ingin di sampaikan oleh Yuli.


"Mimpi bang Jeki" Ucapnya langsung meninggalkan Diya yang menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya.


Diya tersenyum. Hatinya merasa senang melihat Yuli ceria seperti itu. Apa lagi sekarang sudah ada bang Jeki yang menghiasi hari-hari sahabatnya itu. Mudah-mudahan bang Jeki bisa membuat Yuli terus bahagia seperti ini. Jangan hanya bahagia sebentar saja selayaknya kisah antara dirinya dan Ferdi.


"Diya, aku berangkat dulu ya. Bang Jeki sudah di depan nungguin" Ucap Yuli keluar dari kamar melalui Diya yang masih duduk manis di meja makan nya.


"Oke kami hati-hati ya Yul. Bilang sama bang Jeki mu itu jika ada lubang di jalan jangan di tabrak ya, terus jika mau menyeberang, lihat kiri kanan dulu baru nyeberang" Ucap Diya bercanda.


"Tenang saja Diy, bang Jeki sudah ahli kok. Tapi justru kan jika ada lubang akan membuat kami semakin romantis"


"Romantis apa nya?"


"Ya romantis lah Diy, aku semakin erat memeluk bang Jeki. Takut jatuh gitu ceritanya" Yuli nyengir.


"Modus mu Yul bisa saja" Ucap Diya menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah aku pergi dulu. Nanti kelamaan bang Jeki menunggu ku kasihan" Ucap Yuli


"Dada Diya" Tambahnya dan berlalu dari sahabatnya itu.

__ADS_1


Diya melambaikan tangan nya mengiringi kepergian Yuli sahabat karib nya itu. Di lirik jam tangan berwarna hitam yang ia kenakan. Sudah pukul setengah tujuh. Ivan kemana ya? Apa hari ini ia tidak menjemputku? Biasanya jam segini dia sudah datang dan menunggu di teras rumah. Batin nya.


"Ya sudah lebih baik aku tunggu saja dia di teras rumah. Siapa tahu sebentar lagi dia datang" Ucapnya sendiri. membereskan sisa makanan dan piring kotor di atas meja makan nya.


__ADS_2