
Apa lagi pujian itu yang positif.
"Aku senang sekali kami juga hadir Yul" Ujar Diya merubah topik pembicaraan.
"Yah...Aku juga" Sahut Yuli.
"Eh...Kamu mau minuman gak? Biar aku ambil" Kata Yuli memberi saran.
"Boleh juga. Biasa ya" Sahut Diya senang.
Yuli pergi mengambil minuman untuk Diya dan dirinya. Sekejap saja ia sudah kembali.
"Nih, minuman kesukaan mu" Kata Yuli menyerahkan jus jeruk kepada Diya. Tapi...
"Ups ....." Diya kaget begitu juga dengan Yuli. Ada seseorang yang menyenggol tangan Yuli sehingga minuman itu tertumpah di baju Diya.
"Owh...Sorry ya aku gak sengaja" Kata orang tadi sambil tersenyum mengejek.
"Kau...." Yuli geram bila tahu siapa orang itu. Kethrine ya...Kethrine musuh sahabatnya berarti musuh nya juga.
"Iya...Kenapa?" Tantang Kethrine sengit.
__ADS_1
"Kamu sengaja ya melakukan nya. Mau cari gara-gara lagi kamu" Bentak Yuli tak mau kalah.
"Yuli...Sudah Yul...." Cegah Diya melerai.
"Gak apa-apa kok...Ayo...." Kata Diya menarik tangan Yuli menjauhi Kethrine. Gadis itu tidak mau lagi berurusan dengan gadis yang bernama Kethrine itu. Apa lagi masalah nya sudah selesai. Dan ia juga tidak mau ada keributan disini. Yah...Di pesta perpisahan kekasihnya.
"Kenapa kamu membela dia Diy, bukan nya kamu tahu siapa Kethrine itu? Dan dia juga sengaja melakukan nya tadi" Geram Yuli dengan nafas memburu.
"Iya...Iya..." Jawab Diya menenangkan.
"Aku tahi Yul, tapi coba kamu fikir sekarang kamu berada di mana? Dan banyak teman-teman disini. Malu kan bila kita membuat keributan di sini. Apa lagi ini pestanya kak Ferdi. Gak enak kan sama kak Ferdi yang telah menghapkan kita datang. Lagian baju ku gak terlalu kotor kok"
"Tapi Diya itu...."
"Eh...Ada apa ini?" Tegur Ferdi datang menghampiri mereka.
"Kethrine kak cari gara-gara lagi sama Diya" Sahut Yuli cepat.
"Gak kak...Gak apa-apa kok. cuma kecelakaan kecil saja"
"Kecelakaan kecil apa nya? Dia sengaja melakukan nya Diy, agar baju mu kotor"
__ADS_1
"Iya...Di cuci sedikit aja udah bersih kok" Kata nya lagi meyakinkan kedua orang itu.
"Benar kamu gak apa-apa?" Tanya Ferdi cemas. Diya mengangguk membenarkan.
"Di mana kamar mandinya kak? Biar aku bersihkan ini dulu"
"Ayo ikut aku" Ajak Ferdi heran juga atas kejadian tadi. Tapi....S?udahlah pemuda itu tidak mau memikirnya lagi. Toh....Diya tidak mempermasalah kan nya juga.
Yuli masih memandang sinis ke arah Kethrine yang tertawa bahagia di antara teman-teman nya.
Kalau saja gadis yang sedikit gendut itu tidak memikirkan dia barada di rumah siapa dan ada di mana, mungkin sejak tadi dia sudah melabrak gadis bermata belo itu. Tapi...Ia masih ingat pesan Diya tadi. Yuli hanya mengigit geraham nya tanda kemarahan nya yang meronta-ronta.
*****
"Hei...Kamu kenapa Yul? Kok bengong begitu?" Tegur Diya sekembalinya dari kamar mandi menatap heran ke arah sobatnya yang lagi bengong.
"Eh...Gak ada apa-apa kok" Jawab Yuli merubah situasi.
"Gimana? Apa baju mu rusak?"
"Yah...Gak apa-apa kok, cuma basah sedikit aja. Sebentar lagi juga kering kok"
__ADS_1
"Kak Ferdi mana?" Tanya gadis itu.
Ferdi melambaikan tangan kearah nya.