
"Hay Yul, Bagaimana pekerjaan mu di sana? Apa lancar?" Tanya Diya menghubungi Yuli sahabat karib nya yang sedang di jakarta untuk menyelesaikan sedikit pekerjaan. Diya menghubungi saat mereka beristirahat makan siang.
"Alhamdulillah lancar Diy, dan dalam beberapa hari ke depan aku akan pulang" Jawab Yuli dari seberang.
"Yul, aku mau memberi tahu sesuatu kepada mu"
"Apa itu Diy?" Yuli penasaran.
"Tapi kamu jangan kaget ya" Kata Diya mengulur waktu.
"Iya aku tidak akan kaget. Emang nya apa? Apa sesuatu berkaitan dengan Ivan? Apa kalian jadian? Uh....Bahagia nya aku" Yuli menebak.
"Bukan.....bukan masalah itu. Kamu ini malah ke situ perginya" Diya jemberut.
__ADS_1
"Lalu apa?" Yuli jadi penasaran.
"Tadi sewaktu mau pergi ke kantor dan sedang menunggu ojek online yang tak kunjung datang" Diya mulai bercerita.
"Aku memutuskan untuk menunggu bang ojek itu di luar gang rumah kita. Jadi di saat aku sudah sampai ke luar gang, Ada dua orang preman di sana. Mereka melihat ku dengan tatapan aneh. Dan mulai menghampiri ku" Lanjut Diya.
"Terus".
"Aku lari melihat itu mereka mengejar ku sampai aku berhasil di tangkap sama mereka. Untung saja ada Ivan yang menolong ku. Jika tidak, aku tidak tahu apa akan terjadi kepada ku" Diya bercerita panjang lebar kejadian yang menimpanya barusan.
"Kenapa malah menghayal sih kamu Yul?"
"Abis nya kamu beruntung sekali"
__ADS_1
"Beruntung apa nya?" Diya bingung.
"Aduh Diy, please deh....Masa kamu tidak ngerti sih maksud aku apa"
"Emang gak ngerti" Diya garuk-garuk kepala nya yang tidak gatal tidak memahami maksud Yuli.
"Kamu itu gadis hang beruntung tahu gak? Kamu di kelilingi sama pangeran-pangeran tampan. Dulu waktu di SMA kamu di selalu di lindungi oleh kak Ferdi, dan sewaktu kak Ferdi pergi juga ada kakak kelas yang mau dekati kamu itu tu, kak Putra. Kamu saja yang jual mahal dan tidak mau menanggapi kak Putra selalu saja menunggu kak Ferdi yang tidak jelas keberadaan nya. Terpuruk dalam kesendirian. Dan sekarang, ada Ivan yang sedang mencari cinta yang telah lama hilang" Jelas Yuli mengingat akan apa yang terjadi kepada sahabatnya selama ini.
Diya tidak langsung menjawab. Ia hanya membenarkan apa yang Yuli katakan. Entah mengapa sesaat hati nya kembali terisi dengan cahaya sedikit demi sedikit dengan keberadaan Ivan. Entah karena ia lelah menunggu keberadaan Ferdi atau apa atau bahakan hati nya telah lelah menunggu kekasih hati yang tidak kunjung kembali. Diya pun bingung dengan perasaan nya sendiri. Apa hati nya sekarang sudah mulai terbuka untuk menerima Ivan. Mengingat Ivan selalu ada dan melindungi Diya. Perlakuan yang manis, tutur kata yang sopan sungguh membuat hati nya yang beku kini mulai mencair.
"Hello? Diya, kamu masih di sana?" Sapa Yuli karena Diya tidak bersuara dan memberi respon akan ucapan nya.
"Ya" Jawab Diya kaget.
__ADS_1
"Oh ya aku mau bilang. Ivan menyuruh kita tinggal di perumahan milik nya. Di sana katanya kita lebih aman karena yah komplek perumahan gitu" Diya mengalihkan pembicaraan dan memberi tahu sahabat nya maksud Diya menghubungi nya tadi.