Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Gadis Indobel


__ADS_3

"Oh iya kamu nginap dimana?"


"Rencananya di hotel. kenapa? Kamu mau ngajakin aku nginap di rumah kamu ya?" Balas gadis itu tersenyum.


"Iya sih, tapi kayaknya gak deh. Karena kamu tidurnya suka ngorok. Ntar Bokap sama Nyokap ku terganggu karena kamu"


"Ih....Kamu ya.....Kek pernah ngelihat aja saat aku tidur. Atau jangan-jangan kamu selalu menyelinap masuk ke kamarku ya saat aku tidur" canda Virda


"gak lah, ngapain juga aku ngelihatin kamu tidur. kek gak ada kerjaan aja akunya"


"ya karena kamu suka sama aku lah, makanya kamu selalu memperhatikan aku. benarkan??" balas Virda dengan harapan apa yang dia harapkan benar adanya.


"iya....suka banget sama kamu.....suka seperti adik ku sendiri"


mendengar jawaban itu, raut wajah Virda berubah cemberut. Tapi bukan Virda namanya jika menyerah begitu saja mengejar cinta nya Ivan.

__ADS_1


"oh ya, kamu sudah makan belum? aku lapar banget ni, soalnya dari tadi aku belum makan apa-apa" Virda mengubah topik pembicaraan agar kegundahan hatinya tidak di lihat oleh Ivan.


"kamu bisa juga lapar?" canda Ivan.


"ya bisa lah....kamu pikir aku ini apa" balas Virda mencubit lengan Ivan sampai cowok macho itu meringis kesakitan.


"ampun....ampun...ampun.....maaf ya....sebenarnya aku sudah makan tadi. tapi demi kamu, aku rela makan dua kali. ayo, aku bawa kamu ke restoran favorit ku. pasti kamu akan suka"


"benarkah?? asyik...." sahur Virda tersenyum dan mengikuti langkah kaki cowok itu.


***


***


Pelayan restauran itu mengerut keningnya saat menanyakan menu kepada mereka. Yah, mungkin pikirnya

__ADS_1


"Dasar orang kaya, tadi makan bersama gadis lain, dan sekarang makan bersama gadis laen pulak lagi. Duh....gusti...dunia...dunia. Kapan lah aku bisa begini" Pikirnya dalam hati. Ivan tersenyum melihat pelayan itu dan mengerti.


"Kenapa? Heran?" Tanya nya. Pelayan itu tidak menjawab melainkan tersipu-sipu malu karena tertangkap basah lagi melamun tentang mereka lalu pergi.


"Kenapa?" Tanya Virda juga heran.


"Enggak, cowok tadi naksir kamu" Jawab Ivan apa adanya.


"Dasar kamu ya" Sungut Virda tangan nya mencubit Ivan dengan gemes.


"Jika pelayan itu naksir aku, kamu gimana?" Tanya Virda dengan serius nya. Ivan tersenyum mendengar perkataan Virda barusan. Ia tahu bahwa Virda memang sangat mengharapkan dirinya untuk Menjadi kekasih hati nya.


"Kapan kamu naksir aku?" Tanya gadis blasteran itu lagi.


Ivan tidak menjawab. Baginya tersenyum dengan manis di hadapan gadis itu sudah menjadi jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang selalu di lontarkan kepadanya itu. Bukan Virda tidak cantik, dia sangat cantik Hidungnya yang mancung, kulitnya yang putih bersih, rambut pirang yang terurai di kepala nya. mata nya biru membuat nya begitu sempurna. Namun, apalah daya hati dan cinta nya hanya untuk gadis desa sejangat itu. Yah Diya gadis yang selalu membuatnya penasaran, misterius dan sulit untuk di tebak.

__ADS_1


__ADS_2