
"Lo suka sama Diya?" Ferdi tidak menjawab pemuda itu memandang sobatnya lalu mengangguk. Taufik tersenyum.
"Kalau lo suka, kenapa gak lo tanya langsung ke Diya? Apa yang membuatnya berubah begitu"
"Jangankan mau bertanya, didekati aja ia sudah pergi" Ferdi gelisah.
"Dengan teman dekatnya?"
Ferdi baru berfikir kalau dia belum bertanya kepada Yuli sahabatnya gadis itu. Pemuda itu tersenyum.
"Gue gak berfikir sampai ke situ Fik. Thanks ya....Atas pendapatnya" Katanya lagi sembari menepuk bahu sobatnya. Taufik balas tersenyum. Ia tahu kalau fikiran sedang tak karuan seperti sahabatnya itu tidak bisa berfikir jernih apa yang harus ia lakukan.
"Udah deh...Yuk kita masuk" Ajak Ferdi saat jam istirahat sudah lewat. Kedua sahabat itu pun pergi meninggalkan tempat itu. Tempat mereka selalu berkumpul dan bercanda ria disitu.
*****
Ferdi tersenyum saat melihat Yuli dan Diya sedang duduk santai di tepi gundukan batu samping sekolah. Hati nya benar-benar mantap ingin bertanya kepada gadis itu akan perubahan sikapnya selama ini. Perubahan yang membuat fikiran pemuda itu tak karuan, perubahan yang membuat hati dan perasaannya kalut.
Tapi belum sempat pemuda itu menyapa, Diya sudah bangkit dari duduknya dan meninggalkan tempat itu.
"Mau kemana Diy?" Ujar Yuli melihat sahabatnya terburu-buru.
__ADS_1
"Ke toilet sebentar" Jawabnya meninggalkan Yuli yang masih bingung.
"Eh...Kak Ferdi" Yuli kaget melihat Ferdi tahu-tahu sudah ada di sampingnya.
"Diya kemana?" Tanya Ferdi pura-pura, padahal ia sudah tau jika gadis itu menghindar darinya.
"Ke toilet" Jawab Yuli yang mulai curiga dengan sikap sobatnya itu bila ketemu sama Ferdi ada saja alasannya untuk menghindar.
"Aku heran deh kak" Ujar Yuli setelah Diya hilang dari pandangan mereka.
"Selama beberapa hari ini aku lihat sikap Diya berubah. Jika ketemu dengan kak Ferdi ada saja alasannya untuk menghindar. Emangnya kalian ada masalah apa sih kak?" Tanya Yuli penasaran seraya menatap pemuda yang duduk disampingnya.
"Justru itu Yul yang membuat aku bingung. Aku gak tau kesalahanku Yul hingga membuat Diya begitu. Coba kamu lihat muka ku! Apa ada yang menakutkan?" Kata Ferdi berpindah duduk didepan Yuli. Yuli menanggapinya.
"Rasanya gak ada apa-apa" Sahut Yuli.
"Terus kenapa sih Diya selalu menghindar jika bertemu dengan ku?"
"Iya...Ya..." Kata Yuli sambil berfikir.
"Mungkin masalah kemarin kali kak? Ya waktu kakak nganterin pacar kakak itu" Ujar Yuli manggut-manggut. Ferdi mengerut keningnya.
__ADS_1
"Pacar? Pacar yang mana?" Ulang Ferdi tidak mengerti.
"Keth...Kethrine, ya....Kethrine. Betulkan? Mungkin Diya gak mau menganggu hubungan kalian. Bisa jadi itu yang membuat Diya menghindar" Tambah Yuli bersemangat membuat Ferdi jadi bingung.
"Emangnya siapa yang pacaran sama Kethrine?"
"Lo...Bukannya kalian udah lama pacaran? Semua orang juga pada tahu kok"
"Siapa yang bilang aku pacaran sama Kethrine?"
"Semua...Ya mungkin satu sekolah ini" Jelas Yuli lagi.
"y
Ya ampun Yul....Dengar ya!" Jelas Ferdi meyakinkan gadis itu.
"Aku gak ada apa-apa sama Kethrine"
"Ah...Yang bener? Aku gak percaya deh kak" Yuli tersenyum mengejek.
"Gimana lagi aku mau menjelaskan nya ke kamu? Mau pakai sumpah? Sumpah pocong mau?"
__ADS_1
"Ih........" Yuli kaget dan bergeser bila mendengar kata-kata Ferdi tadi. Ia takut.