Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Maafkan aku sobat


__ADS_3

"Jangan ngaco ah....Bikin orang takut aja" Katanya cemberut.


"Abisnya kamu yang gak percaya"


"Ya...Percaya sih...Tapi..."


"Tu kan ada tapi nya lagi" Ujar pemuda itu tampak kecewa.


"Oya...Aku percaya...Tapi apa Diya percaya ya?" Icap Yuli pelan seperti pada dirinya.


"Nah...Justru itu aku minta bantuan kamu. Agar kamu bisa jelasin ke Diya semuanya" Kata Ferdi penuh harapan.


"Tapi...."


"Tapi lagi..."


"Buukan...Tapi ini lain lo kak" Jelas Yuli tersenyum.


"Apa gak sebaiknya kak Ferdi yang ngomong langsung ke Diya tentang masalah ini. Biar sama-sama percaya, sama-sama yakin"


"Gimana mau ngomong Yul. Di dekati aja udah kabur" Yuli nyengir.

__ADS_1


"Sekarang gini aja" Katanya setelah lama berfikir.


"Tentang masalah ini biar aku yang jelasin. Tapi selanjutnya itu terserah kak Ferdi gimana caranya bisa ketemu dengan Diya"


"Oke...Aku setuju" Kata Ferdi bersemangat.


"Thanks ya Yul" Katanya lagi bersemangat.


"Baiklah aku masuk dulu ya" Kata Yuli setelah mendengar bel waktu istirahat nya telah habis.


"Oke" Ferdi tersenyum memandang kepergian gadis yang sedikit gemuk itu. Senyuman penuh dengan kebahagiaan, senyuman kelegaan.


"Mudah-mudahan Diya percaya kalau aku beneran gak ada hubungan apa-apa sama Kethrine" Fikirnya. Hanya Kethrine saja yang kegatelan selalu ingin dekat-dekat dengan Ferdi.


"Terus, kamu langsung percaya dengan penjelasan yang basi seperti itu?" Kata Diya tersenyum mengejek saat Yuli menjelaskan masalah Ferdi dan Kethrine.


"Gak mungkin kak Ferdi berbohong Diy....Dia berani bersumpah lagi."


"Sumpah pocong? Berani" Kata Diya seenaknya.


"Hus.....Kamu jangan sok begitu dong Diy" Yuli jadi merinding. Dia paling takut jika bahas tentang mistis begitu.

__ADS_1


"Dia ngomong seperti itu kan?" Tanya Diya penuh yakin.


"Iya...Dari mana kamu tahu?" Yuli heran.


"Ya ampun...Yuli...Kamu tu ya, jujur banget, lurus dan polos. Mana mungkin tahu kalau sifat lelaki itu banyak tingkahnya, banyak sumpahnya. Seperti di sinetron-sinetron itu"


"Iya....Itu kan di sinetron...Tapi kan kak Ferdi lain" Bela Yuli tak mau kalah.


"Lain gimana? Semua laki-laki itu sama. Sebentar bilang ini, sebentar bilang itu. Semuanya bohong, dusta" Diya tersenyum mengejek.


"Kamu juga bilang kemaren, kalau kak Ferdi gak menepati janji. Iya kan?" Tanya Diya lagi.


"Iya...." Jawab Yuli garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir.


"Tapi itu kan kemarin. Sekarang dia sudah berubah kok"


"Mau kemarin atau sekarang sama aja. Kak Ferdi juga kan? Emangnya berapa sih kak Ferdi membayar mu? Hingga kamu ngotot gitu membela dia?" Yuli kaget hatinya benar-benar sakit saat Diya menuduhnya seperti itu.


"Kamu tega banget menuduhku Diy, Aku gak nyangka kalau kamu bisa berkata seperti itu" Yuli sedih.


"Apa maksudmu kak Ferdi membayar ku? Membayar apa? Membayar untuk menyampaikan masalah ini ke kamu?" Yuli merasakan panas disudut matanya. Sakit hatinya.

__ADS_1


"Aku tidak meminta imbalan apa-apa Diy, aku hanya ingin melihat kalian bersatu, saling mencintai. Itu sudah cukup bagiku. Kau tega menuduhku yang bukan-bukan" Beberapa butir air bening meleleh di pipi gadis itu. Yuli menangis. Diya terkejut.


"Eh...Yuli...Sorry ya...Aku....Aku gak bermaksud menyakiti hatimu. Aku...Aku...Bercanda kok" Diya jadi tak enak hati dan merasa sangat bersalah kepada Yuli.


__ADS_2