Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Berdebar


__ADS_3

"Ah" Virda membanting ponsel nya di atas kasur kamar apartemen nya.


"Kurang ajar kamu Van. Bisa-bisa nya kamu menikah dengan gadis kampungan itu. Bisa-bisa nya kamu mengabaikan aku seperti ini. Aku sudah banyak berkorban untuk kamu. Aku pindah ke sini juga karena kamu. Ini balasan kamu terhadap ku? Ku gak terima Van, aku gak terima. Aku akan membuat kamu menyesal karena telah memperlakukan aku seperti ini" Ujar Virda geram.


"Aaaaa......" Teriak Virda histeris. Mengamuk sejadi-jadi nya membanting semua hiasan yang ada di meja hiasan nya ke lantai.


"Kenapa kamu melakukan ini kepada ku Ivan? Aku sangat mencintai mu. Aku tulus mencintai mu. Sudah lama aku menunggu mu. Kenapa hati mu tidak bisa terbuka sedikit saja untuk ku" Ujar Virda terduduk lesu di lantai sambil menangis kecewa.


"Aku kenapa cinta ini sangat menyiksa ku. Cinta ku tidak terbalas oleh laki-laki yang sangat aku cintai. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Sakit Van rasanya, sakit." Ujar Virda menepuk-nepuk dadanya yang terasa perih dan nyeri di lubuk hati nya.


***


"Diy, sebaik nya mulai besok aku mau mencari pengganti mu sebagai sekretaris ku. Virda memberikan ancaman kepada ku. Dan aku takut kalau dia akan melakukan hal yang nekat kepada mu. Alangkah baiknya kamu di rumah saja bersama ibu. Lagian, aku rasa Virda tidak tahu di mana kita tinggal sekarang" Ujar Ivan.


"Aku oke-oke saja sih Van. Mana yang terbaik untuk kita aku turuti saja. Tapi bagaimana dengan kamu. Jika Virda melakukan hal yang nekat kepada mu bagaimana? Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa" Diya tampak gelisah.


"Sayang, kamu tenang saja. Aku akan baik-baik saja. Virda tidak akan mungkin bisa menyakiti ku. Justru aku lebih khawatir kepada kamu. Jika terjadi hal yang buruk kepada mu, aku pasti tidak akan bisa memaafkan diri ku sendiri" Jelas Ivan.


"Oh ya, aku akan bilang kepada Edo. Dia sudah lama bekerja dengan ku. Aku telah percaya kepada nya. Aku akan bilang bahwa dia saja yang akan menjadi sekretaris ku. Dan untuk tempat nya akan aku cari orang lain" Jelas Ivan.


"Edo?" Ulang Diya.


"Iya Edo. Lebih baik sekretaris ku laki-laki bukan? Jika perempuan, aku yakin istri ku ini pasti akan cemburu kepada ku. Apa lagi jika aku ada tugas di luar kota. Pasti nantinya istri ku akan berpikir hal yang bukan-bukan dan akan membuat rumah tangga kita akan berantakan bukan?" Jelas Ivan.


Diya tersenyum senang mendengar pemikiran suami nya. Yah betapa beruntung nya Diya memiliki suami yang pengertian dan memikirkan perasaan nya.


"Terima kasih ya Van. Kamu pengertian dan memahami perasaan ku. Kamu lebih mengutamakan keluarga kita dari pada apa pun. Aku sangat berterima kasih untuk itu" Ucap Diya memeluk erat tubuh suami nya yang kekar itu.


"Iya, sama-sama. Apa sih yang tidak untuk kamu sayang. Aku sangat mencintai mu Diy, aku tidak mau kehilangan kamu untuk yang kedua kali nya. Sudah lama aku menunggu kehadiran kamu. Dan kini ketika kamu sudah menjadi milik ku, tidak mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan ini" Ujar Ivan sambil mengelus-elus rambut istri nya yang kini telah ada di dekapan nya. Tak lupa Ivan menancapkan sebuah kecupan hangat di puncak kepala istri nya yang tercinta.


***


"Selamat pagi jagoan papa" Sapa Ferdi kepada Junior yang menang dari tadi sudah duduk di meja makan menunggu kedatangan nya untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi papa" Balas malaikat kecil itu dengan senang hati.


Ferdi mencium pucuk kepala Junior dengan kasih sayang.


Sonia tersenyum senang melihat kehangatan dua laki-laki yang sangat ia sayangi itu.


"Alhamdulillah ya Allah, tampak nya Ferdi sudah bersikap hangat kepada ku dan Junior seperti dulu lagi. Ucap Sonia dalam hati nya.


"Junior, hari ini papa dan mama akan mengantar kamu ke sekolah yah" Ucap Ferdi.


"Beneran pa?" Ulang Junior seakan tak percaya. Yah tentu saja beberapa minggu belakangan ini, Ferdi selalu sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk nya. Bahkan mengantar nya sekolah pun Ferdi tidak mau. Hanya Sonia saja lah yang mengantar Junior putra kesayangan nya ke sekolah.


"Iya sayang, tentu saja papa akan mengantar mu ke sekolah. Kan papa sudah berjanji papa akan meluangkan waktu untuk kamu dan mama. Jadi kita akan punya waktu untuk bersama-sama seperti dulu" Ujar Ferdi lagi penuh semangat.


"Asyik.....Akhirnya papa mau mengantar aku sekolah lagi. Aku senang deh pa....Terima kasih ya papa dan mama" Ujar Junior bersorak senang.


"Iya, ya sudah ayo cepat habiskan makanan nya. Nanti telat lagi" Ujar Sonia.


"Sayang, kamu mau pakai selai apa roti nya?" Tanya Sonia menawarkan kepada suami nya.


"Cokelat saja" Jawab Ferdi.

__ADS_1


"Ini"


"Terima kasih sayang" Jawab Ferdi lagi.


Sonia tampak kaget mendengar Ferdi memanggilnya dengan kata sayang. Yah tentu saja kaget, selama ini dia tidak pernah memanggil Sonia dengan sebutan sayang. Bahkan menyebut nama Sonia saja dia tidak mau. Ini adalah keajaiban yang sangat mengejutkan bagi nya. Sonia sangat bersyukur atas perubahan sikap Ferdi kepadanya.


.


"Kenapa kamu kelihatan kaget begitu?" Tanya Ferdi tampak heran dengan Sonia seperti itu.


"Gak, aku hanya kaget saja"


"Maaf kan aku selama ini telah menyia-nyiakan diri mu ya sayang. Aku sudah berjanji untuk menerima mu dan mencintai mu dan Junior serta calon adik untuk Junior di dalam perut mu Aku akan menjadi ayah dan suami yang baik bahkan yang paling terbaik untuk kalian berdua" Ujar Ferdi menggenggam erat jari istri kesayangan nya itu.


"Iya sayang. Aku juga berjanji akan menjadi ibu dan istri yang baik bahkan yang paling terbaik untuk kalian orang-orang yang paling aku cintai di dunia ini" Balas Sonia dengan hati penuh dengan suka cita.


***


"Sekarang waktu nya sudah tidur sayang. Ayo bersih-bersih. Gosok gigi nya, ganti baju nya, cuci tangan dan kaki nya lalu tidur ya" Perintah Sonia kepada Junior saat mereka pulang dari nonton bioskop di malam hari nya.


"Oke mama" Jawab Junior penuh semangat.


"Bik, tolong bantuin Junior ya" Perintah Sonia kepada pembantu nya yang telah bekerja sewaktu mereka baru menikah. Yah selama itu lah bik Ina bekerja dengan mereka.


"Ayo sayang kita masuk ke kamar dan istirahat" Ajak Ferdi.


Mereka kan pergi ke kamar saling bergandengan tangan seperti pengantin baru saja.


***


Ferdi menatap Sonia dengan sangat tajam seperti harimau yang telah menemukan mangsa nya.


"Ayo sini" Ajak Ferdi agar Sonia duduk di kasur bersama nya.


Sonia datang mendekati Ferdi.


"Baru ku sadari, ternyata kamu cantik juga ya memakai baju seperti ini" Ujar Ferdi membelai lembut rambut istri nya.


"Sonia"


"Ya"


"Bolehkah aku" Tanya Ferdi mendekatkan wajah nya ke wajah Sonia. Semakin dekat, semakin dekat hingga napas kedua nya sama-sama terasa di pipi mereka masing-masing.


Jantung Sonia berdegup sangat cepat. Ya Sonia sangat berdebar dengan sikap Ferdi malam ini kepada nya. Tentu saja begitu, sudah lama Ferdi tidak menyentuh nya. Apakah malam ini Ferdi akan melakukan hal itu kepadanya?


Yah sebagai seorang istri tentu saja Sonia ada keinginan juga memenuhi hasrat yang telah lama ia ingin kan selama ini. Kepuasan batin yang sangat di tunggu-tunggu oleh nya.


Meski dirinya sedang hamil, namun tetap saja keinginan itu muncul kepada dirinya. Toh dia wanita yang normal bukan.


Semakin dekat, dan semakin dekat hingga bibir Sonia yang halus dan hangat menempel di bibir Ferdi yang hangat. Mereka saling mencium, saling memberi kehangatan. Saling menikmati kebersamaan mereka di malam yang dingin.


Sonia melingkari tangan nya ke leher Ferdi menarik kepala Ferdi agar semakin dalam mereka saling berc*uman.


Lama mereka saling mengulum hingga lid*h kedua nya kini masuk dan menjelajahi setiap rongga mulut mereka masing-masing. Semakin panas, dan semakin hangat nya malam itu. Jantung kedua nya kini semakin terus berdetak dengan sangat kencang nya. (Maklum ya mak sudah lama berpuasa, jadi ketika melakukan itu berdebar nya sangat terasa).

__ADS_1


Tak sampai di situ, Kini tangan Ferdi turun menyelusuri gunung kembar yang kenyal dan hangat milik Sonia, merem*s dengan lembut, mengus*p dengan hangat, hingga memainkan permen berwarna merah muda yang tampak terpampang di balik piyama milik nya. Yah setiap kali ingin tidur, Sonia memang tidak memakai penopang gunung kembar nya dan ****** *****. Karena menurut pakar kesehatan hal itu dapat mencegah jamur dan bakteri yang berkembang di daerah sekitaran kem*luan, dan juga kita bisa lebih nyaman dan aman bernapas dengan tidak memakai penopang itu. Dan banyak lagi sebenarnya manfaat nya.


Sonia mendesah keenakan, saat j*ri nakal Ferdi mulai mencubit lembut permen berwarna merah muda yang menempel di gunung kembar milik nya.


"Ah...." Desah Sonia menikmati permainan yang di berikan oleh Ferdi kepada nya. Yah sudah lama dia tidak menikmati permainan ini yang kelak akan mengantarkan nya kepada surga dunia.


Mendengar Sonia berdesah, Ferdi semakin semangat untuk menjelajahi setiap jengkal leh*r Sonia yang putih mulus itu. Tak ketinggalan tangan nya semakin nakal dan liar masuk kedalam piyama Sonia.


Sonia semakin memejamkan matanya terbuai dengan sentuhan demi sentuhan yang Ferdi berikan.


Hingga pada akhir nya Sonia merebahkan diri dengan posisi Sonia di bawah dan Ferdi di atas nya.


Bisa Sonia rasakan sosis nya Ferdi yang berada di dekat inti nya mulai mengeras pertanda bahwa hasr*t Ferdi sedang naik.


Perlahan namun pasti Ferdi membuka sehelai demi sehelai baju piyama yang menutupi tubuh polos milik istrinya, hingga terlihatlah tubuh p*los putih bersih tampa ada cela sedikit pun.


"Aku lupa bahwa istri ku memiliki tubuh yang indah dan sempurna seperti ini" Puji Ferdi dalam hati saat melihat tubuh indah itu dengan hiasan gunung kembar di atas nya. Sonia tergeletak pasrah menunggu permainan selanjutnya dari suaminya.


Kembali Ferdi menyelusuri rongga m*lut Sonia turun ke leh*r hingga mendarat ke gunung kembar yang nampak berdiri tegak menantang di sana. Dengan lahap Ferdi mengh*sap, dan memainkan permen merah muda yang berdiri di atas gunung itu dengan lidah nya. Dengan lembut dan sesekali sedikit agresif.


"Ah...." Kembali Sonia mendesah.


Gunung sebelah nya di kuasai oleh tangan Ferdi yang nakal. Lelah bermain di kedua gunung, kini tangan nakal nya turun ke inti milik Sonia dimana terdapat donat kenyal di sana. Mengelus dengan lembut, memijat nya dengan penuh kehangatan. Dan ketika tangan nya mulai terasa basah, Ferdi menancapkan j*ri teng*h nya ke donat itu.


"Ah" Sonia menggelinjang menikmati permainan itu. Semakin lebar wanita itu membuka kaki nya agar memberi ruang yang lebih luas untuk Ferdi menjelajahi donat itu.


Merasa sudah puas bermain bersama jari nya, kini wajah Ferdi turun ke apam kenyal milik istrinya.


Di lihat nya dengan penuh seksama, bentuk yang indah dengan d*ging sedik*t menonjol di tengah nya berwarna merah muda membuat Ferdi ingin segera menikmati nya.


Ferdi membenamkan kepalanya di bagian surga itu. Dengan lihai dia menjil*ti, menyelusuri setiap celah yang ada dengan lidah nya.


Semakin keenakan dan menggelinjang Sonia, Tanpa di sadari Sonia *******-***** dengan kuat dan menekan kepala Ferdi agar lebih dalam lagi ia bermain dengan lidahnya di sana.


Lama Ferdi berada di posisi itu, hingga akhir nya...


"Ferdi, Ferdi....aku, aku...." Ucap Sonia terbata-bata. Ferdi mengerti maksud nya. Kemudian ia melanjutkan permainan itu dengan menggunakan j*ri t*ngah nya.


Semakin kuat ia melakukan nya dengan bergerak maju mundur di lembah surga itu. Hingga akhir nya..


"Ah...." Sonia mengangkat bokong nya, dan mengerang panjang tanda ia sudah mencapai kenikmatan yang pertama.


Melihat itu, Ferdi merasa senang bahwa diri nya telah berhasil membuat istrinya merasa puas. Kini waktu nya ia memuaskan diri nya sendiri.


Kembali Ferdi menjelajahi leher istrinya yang jenjang, dan bermain di gunung kembar milik istri nya.


Sambil bermain di atas, tentu saja sosis yang sudah berdiri tegak kini ingin menyusuri donat yang telah lama tidak ia jelajahi selama ini.


Dengan sekali hentakan sosis itu pun berhasil masuk di lembah surgawi nya.


"Ah...." Ferdi mengerang terasa sosis nya berada di tempat yang hangat dan sempit di sana. Maju, mundur, maju, mundur beriringan dengan irama sosisnya itu bermain di sana.


Ferdi memejamkan matanya, kini keringat mengalir di tubuh kedua nya. Sungguh malam ini adalah malam yang sangat istimewa bagi kedua nya karena malam ini mereka kembali memadukan kasih yang telah lama tertunda.


Gemercik irama yang keluar dari apam yang telah di kuasai oleh benda p*saka itu membuat Ferdi semakin semangat untuk berpacu. Di tambah des*han dan ekspresi wajah Sonia yang memejamkan mata dengan mengigit bibir nya yang bawah menambah membangkitkan hasrat nya yang telah bergejolak.

__ADS_1


Semakin cepat, semakin cepat....Hingga akhir nya...


"Ah...." Kedua nya mengerang panjang pertanda permainan telah selesai. Kedua nya telah berhasil melepaskan rasa kenikmatan itu bersama-sama.


__ADS_2