
Keduanya langsung terpana, mata saling pandang dan menghujam. Ada getaran-getaran halus yang menjalar disana. Tapi....Diya cepat sadar dan salah tingkah.
"Apakah kita bisa berangkat sekarang?" Ujarnya merubah suasana agar perasaan nya tidak terlalu tampak di hadapan pemuda itu.
"Iy...Iya....Aku minta izin dulu sama ibu" Jawab Ferdi beranjak supaya gejolak perasaannya tidak terlihat oleh Diya. Sementara pemuda itu pergi minta izin, Diya menunggu di samping motor Ferdi yang sejak tadi terparkir di halaman rumahnya.
Bu Marni keluar dari warung nya yang di ikuti Ferdi dari belakang.
"Hati-hati ya nak" Kata bu Marni menasehati.
"Pulang nya jangan terlalu malam"
"Ya bu....Selamat malam..." Jawab Ferdi.
"Malam...."
Dengan menghembuskan nafas berat, bu Marni memandang kepergian kedua muda mudi itu sampai hilang dari pandanga matanya.
__ADS_1
*****
Diya tersenyum kecut membalas tatapan teman-teman Ferdi yang hadir di sana. Mata mereka sangat tajam sekali membuat gadis itu jadi risih. Kegalauan bergayut difikiran nya saat ini. Malu dan tidak PD pun muncul bersamaan.
"Kak, kenapa mereka memandangku seperti itu? Apa ada yang salah pada ku? Hingga mereka memandang ku seperti itu?" Bisiknya ke telinga Ferdi yang terus menggandeng nya masuk di antara teman-teman nya yang hadir.
"Iya...Ada" Jawab Ferdi. Diya menatap heran.
"Kamu cantik sekali malam ini, makanya mereka-mereka itu kagum melihat kamu" Sambung nya seraya tersenyum.
"Ah...Kakak Ferdi bisa aja sih...Aku jadi gak enak jadi sorotan"
Mereka sampai di tengah-tengah keramian pesta. Ferdi di sambut oleh kedua orang tuanya yang memang sejak tadi menunggu kedatangan nya.
"Fer...." Panggil Mira.
"Kesini sebentar" Kata nya lagi sambil pergi kesudut ruangan dimana tamu-tamu tidak ada disitu. Ferdi mengerti.
__ADS_1
"Diya, aku tinggal dulu ya" Kata nya langsung menemui mamanya yang sudah menunggu.
Gadis itu mengangguk menatap Ferdi meninggalkan nya. Ada keraguan dan kegelisahan di hati gadis itu saat sendiri di pesta yang banyak di hadiri teman-teman sekolahnya. Malu pun muncul secara tiba-tiba saat menjadi sorotan para tamu yang hadir.
"Diya...." Tegur seseorang membuyarkan lamunan nya.
"Kau kah ini?" Kata orang itu menatap nya dari ujung rambut sampai ujung kaki tidak percaya. Diya mengangguk. Bagaimana tidak, Diya tampak begitu menawan malam ini dengan gaun berwarna biru selutut itu. Rambut nya yang indah di biarkan terurai panjang menambah kesan keanggunan di malam ini, anting dan kalung serta gelang berwana putih menempel di tempat nya masing-masing sebagai asesoris nya malam ini. Tak lupa hell 5 cm berwarna hitam menyemat di kaki nya menambah kesan kecantikan di malam ini.
"Kenapa? Ada yang salah" Tanya Diya.
"Gak kok...Kamu cantik banget malam ini" Yuli berdecak kagum.
"Emang nya kamu beli di mana baju ini?" Bisiknya.
"Kenapa? Jelek" Nalas Diya deg-degan.
"Enggak...Bagus sekali...Dari tadi aku mendengar pujian dari teman-teman ke kamu. Mereka bilang kamu cantik sekali seperti Amisya Patel artis bollywood itu" Ujar nya girang.
__ADS_1
"Ah...Kamu bisa aja Yul", Diya tersenyum senang. Hati nya berbunga-bunga mendengar pujian itu.
Siapa yang tidak bangga mendapat pujian dari teman-teman sekolahnya.