Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti


__ADS_3

"Apakah perkataan ku tadi salah?" Fikirnya.


"Atau....Ah sudah lah...." Ivan menarik nafas panjang lalu dihembuskannya kuat-kuat.


"Cewek itu benar-benar misterius, susah di tebak. Tapi aku suka dengan sikapnya ini suatu tantangan bagiku. Karena sungguh aku benar-benar mencintai mu Diya. Yah....Dari hatiku yang paling dalam" Kata pemuda itu bertekad dalam hati.


*****


Sedangkan Diya berlari-lari sampai langkahnya terhenti merasa kalau masalahnya teratasi dengan menjauhkan diri dari Ivan.


Nafas gadis itu terhengah-hengah karena kecapean. Diya mengatur nafas dan terkejut saat merasakan bahunya disentuh seseorang. Pelan-pelan gadis itu berbalik dan....


"Kak Ferdi" Ujarnya langsung memeluk pemuda itu.


"Hey....Kenapa? Ada apa ini?" Tanya Ferdi terkejut dan merasa heran.

__ADS_1


"Tolong kak jangan tanya apa-apa dulu. Biarkan aku merasakan kedamaian dan ketenangan disini, di pelukan mu" Ferdi mengerut keningnya heran dengan perubahan sikap kekasihnya jadi romantis seperti ini. Biasanya Diya tidak pernah berlaku semesra ini kalau tidak ada alasanya. Tapi Ferdi senang juga dengan sikap Diya itu. Cowok mana yang tidak suka jika di peluk sama cewek. Apa lagi cewek itu orang yang paling dicintainya. (Jangan munafik lah ye....)


Setelah agak tenang, pelan-pelan Diya melepas pelukan nya. Gadis itu tidak berani menatap wajah Ferdi. Ada rasa malu yang menyelinap di hatinya.


"Sekarang, boleh aku bertanya kan?" Tanya Ferdi setelah beberapa saat terdiam. Diya mengangguk.


"Terus kenapa?"


"Kak Ferdi tidak suka?" Baliik Diya yang bertanya.


"Maaf kan aku kak jika sikap ku tadi membuat kakak tidak senang" Potong Diya cepat mencari alasan.


"Salah kah aku, jika aku merasa bangga dan berterima kasih dengan apa yang kak Ferdi berikan pada tim sekolah kita. Suatu nama baik dan kebanggaan bagi sekolah. Betulkan?" Ujarnya menebak. Padahal Diya tidak tahu apakah tim sekolahnya menang atau tidak.


"Yq..." Jawab Ferdi mulai tenang.

__ADS_1


"Tapi...."


"Kalau kakak Ferdi gak suka, aku gak akan melakukannya lagi" Potong Diya cepat dan mencari alasannya lagi. Gadis itu pura-pura cemberut, padahal ia mau menyembunyikan masalahnya. Menyembunyikan perasaan nya yang bergejolak saat ini. Tapi untung Diya bisa mengatasinya agar pemuda itu jangan lagi bertanya-tanya kepadanya.


"Oke, aku tidak akan bertanya lagi" Kata Ferdi akhirnya menyerah.


"Tapi, apa aku boleh meminta sesuatu dari mu?" Ujar Ferdi lagi seraya mendekati gadis itu dan menatap matanya.


"Apa?" Tqnya Diya sedikit heran.


"Dan...Oh Tuhan...Tatapan matanya menghujam sekali, membuat hati ku tidak karuan. Membuat dada ini...Oh..." Kata Diya dalam hati.


"Bolehkah aku mencium mu?" Kata Ferdi lagi, seraya mendekati wajahnya ke wajah gadis itu. Diya tidak dapat berkata lagi. Gadis itu pasrah, pasrah dengan memejamkan kedua matanya menantikan apa yang akan terjadi. Tapi....Lama gadis itu menunggu. Lama gadis itu memejamkan kedua matanya. Sampai berlahan-lahan mata gadis itu terbuka. Ia melihat Ferdi tersenyum memandang nya.


"Tidak sekarang, suatu hari nanti pasti akan aku minta dari mu. Aku mencintaimu bukan karena nafsu. Tapi ikhlas dari lubuk hati ku. Aku sayang kamu Diy" Ferdi mencium kening Diya dengan penuh perasaan cinta. Diya tersenyum menyambutnya. Begitulah sikap Ferdi yang sangat disukai gadis itu. Penyayang, lembut, simpati dan beriwibawa.

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintaimu kak" Ujar gadis itu mempererat pelukannya.


__ADS_2