
"Tu....Kak Ferdi memanggil kita. Ayo kita kesana" Ajak gadis itu menarik tangan sahabatnya. Yuli mengikuti nya dari belakang.
Ferdi tersenyum menyambut kedua orang sahabat itu.
Diya mengerut kening nya saat melihat teman-teman nya mengelilingi meja yang sudah tersedia kue ulang tahun.
Belum sempat gadis itu bertanya, Ferdi sudah mengajak Diya untuk betemu dengan kedua orang tua nya.
"Ma, pa, kenalkan ini Diya"
"Diya, kenalkan ini mama dan papa ku" Diya tersenyum kecut saat bersalaman dengan kedua orang tua itu.
"Apa kabar om, tante" Kata nya basa-basi. Hatinya deg-degan juga tidak berani membalas tatapan Mira yang sangat menghujam.
"Kami baik-baik saja" Jawab Agus papanya Ferdi mencairkan suasana yang sempat mencengkam.
__ADS_1
"Oh ya Fer" Kata mamanya setelah lama terdiam.
"Kethrine mana?" Tanya nya lagi sambil matanya mencari-cari diantara tamu-tamu yang hadir.
"Tahu" Jawab Ferdi acuh tak acuh.
Tiba-tiba, Mira berteriak memanggil gadis yang ia cari itu untuk menghampirinya. Kethrine datang.
"Ada apa tante?" Tanya nya setelah sampai di hadapan Mira dan menatap sinis kearah Diya.
"Maaf adik-adik dan saudara-saudara sekalian. Mohon perhatian nya sebentar. Hari ini adalah hari perpisahan dan hari ulang tahun putra kami Ferdi. Dan dengan itu saya akan menyampaikan sebuah berita gembira. Kalau Ferdi dan Kethrine akan segera bertunangan" Ferdi kaget.
"Ma....Apa-apaan ini" Tanya nya tidak mengerti dan menatap Diya yang jelas saja begitu shok mendengar berita itu. Tepuk tangan pun membahana memeriahkan suasana.
Yuli datang dan menyentuh bahu sahabatnya itu. Diya berbalik dan tersenyum membalas tatapan mata Yuli.Gadis itu tahu kalau hati dan perasaan sahabatnya benar-benar sakit. Diya menahan air mata agar tidak meleleh di pipinya. Gadis itu berusaha tabah dan kuat untuk menerima kenyataan yang sungguh memilukan hatinya. Semua teman-teman nya juga kaget mendengar berita yang mengejutkan itu.
__ADS_1
Mereka merasa simpati kepada Diya yang begitu baik dan tulus menerima semuanya.
*****
"Sebuah kejutan untuk kamu" Ujar Mira tersenyum lalu menyodorkan sebentuk cincin bermata intan kepada Ferdi.
"Kenapa mama tidak memberi tahu ku terlebih dahulu" Ujar Ferdi sedikit emosi melihat mamanya yang tidak peduli dengan perasaan nya.
"Mama rasa itu tidak perlu Fer, soal nya mama lihat kalian tampak akrab. Benar kan Keth" Tanya Mira kepada Kethrine yang dari tadi menampak kan perasaan gembira.
"Sekarang, tunggu apa lagi? Ayo pakai kan cincin ini ke jari Kethrine" Ujar Mira lagi penuh semangat.
"Tidak ma....Tidak....Ini tidak mungkin terjadi" Kata Ferdi membantah. Pemuda itu sadar jika ini semua adalah rencana mamanya yang ingin merusak hubungan nya dengan Diya. Ya....Ferdi tahu betul itu. Karena selama ini mama nya selalu menentang kalau pemuda itu berpacaran dengan gadis yang bernama Diya itu.
Mira kaget mendengar ucapan Ferdi barusan. Lalu berbisik ke telinga pemuda itu.
__ADS_1
"Jangan membuat mama malu Fer, di depan para tamu" Dengan nada mengancam, ia tarik lengan Ferdi agar mau memakaikan cincin itu ke jari Kethrine.