
Acara resmi perpisahan sudah selesai. Kini acara perkenalan dan foto bersama diantara kedua murid-murid sekolah.
Ferdi sibuk melayani para siswi SMU 2 Pekanbaru yang ingin berkenalan dan berfoto bersamanya. Maklum lah, pemuda itu yang terganteng di sekolahnya. Tidak heran jika para siswi itu ingin berfoto dan mengenalnya lebih dekat.
Yuli menghampiri Diya yang dari tadi memandangi kekasihnya yang sibuk melayani para gadis itu.
"Kamu tidak cemburu melihat kak Ferdi dikerumuni cewek-cewek? Cantik-cantik lagi" Kata Yuli memandang Ferdi tidak senang.
"Gak" Jawab Diya singkat. Diya mengalihkan pandangannya ke arah lain supaya hati dan perasaannya tidak terlalu sakit melihat pemandangan itu. Cewek mana yang tidak cemburu melihat kekasihnya berfoto mesra dengan cewek lain. Tapi Diya sadar kalau dirinya sangat percaya kepada kak Ferdi. Yah...Sangat percaya.
"Kamu yakin?" Tanya Yuli tidak percaya. Diya mengangguk lalu meninggalkan tempat itu di ikuti Yuli dari belakang.
"Aku percaya pada kak Ferdi" Katanya singkat.
"Aku kasihan sama kamu Diy, kak Ferdi tak adil" Kata Yuli simpati.
"Coba lihat, kalau dia dikerumuni cewek-cewek, foto mesra sama cewek lain, di depan kamu lagi. Kamu oke-oke aja. Tidak mempermasalahkan walau aku tahu hatimu pasti sakit. Kamu berusaha bersikap tenang. Betulkan?" Tebak Yuli.
__ADS_1
"Coba kamu di dekatin sama satu orang cowok aja. Eh...Lagaknya seperti orang kebakaran jenggot" Sungut Yuli cemberut.
Diya tidak menjawab. Gadis itu kefikiran juga dengan perkataan Yuli yang memang benar adanya. Tapi sudahlah.....
"Yang penting Yul, hatinya tidak seperti itu" Kata Diya menyakinkan Yuli kalau kak Ferdi tidak seperti yang difikirkan nya.
"Kamu penyabar banget ya Diy, kalau aku yah....Entah apa yang akan terjadi" Kata Yuli mengangkat kedua bahu nya pasrah.
"Kamu mau memanasi aku ya Yul?"
"Bukan mau memanas-manasi Diy, tapi aku tidak suka aja dengan sikap kak Ferdi yang terlalu mengekang mu"
"Ih...Kamu dikasih tahu malah membela dia lagi" Kqta Yuli sebel melihat Diya selalu membela Ferdi walaupun pemuda itu selalu membuat hati dan perasaannya sakit.
"Hay...." Tegur seseorang membuat kedua orang sahabat itu kaget dan menoleh siapa yang menegur mereka. Ivan...Ya Ivan pemuda macho itu.
"Hallo...." Jawab Yuli membalas.
__ADS_1
"Apa aku menganggu kalian? Sepertinya kalian ngomongin hal yang serius ni" Tanya pemuda itu melihat Diya dan Yuli lagi tegang.
"Gak...Gak kok...Bener" Kata Yuli tersenyum kecut.
"Iya kan Diy?" Tanya Yuli menyenggol Diya. Gadis itu terkejut.
"I....Iya...." Jawab Diya tergagap.
"Kalau begitu, boleh aku berbicara berdua dengan sobat mu ini?" Tanya Ivan basa basi.
"Oh....Bo.....Boleh...e....e...Kalau begitu, aku permisi dulu ya..." Kqta Yuli berjalan mundur menjahui Diya dan Ivan.
"Da....Diya..." Katanya melambai. Diya membalas dengan senyuman kecut pula.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ivan curiga melihat Diya terlalu canggung bila berhadapan dengannya.
"Apa? Aku? Aku gak apa-apa kok" Jawab Diya tersenyum berusaha bersikap setenang mungkin dihadapan pemuda itu agar Ivan tidak mencurigainya yang bukan-bukan.
__ADS_1
"Diy, aku minta maaf atas perkataan ku kemarin" Kata Ivan setelah beberapa lama terdiam.