
Sekarang tiba lah acara sungkeman kepada kedua orang tua kedua mempelai.
"Alhamdulillah semua nya berjalan dengan lancar. Ibu doa kan semoga rumah tangga kalian berdua sakinah mawadah warohmah ya" Ujar Mirna mendoakan kedua anak nya.
"Aamiin, makasih ya buk. Maaf kan Diya ya buk jika selama ini Diya belum bisa membahagiakan ibu. Maaf kan semua kesalahan Diya ya buk" Ujar Diya sambil memeluk ibu yang sangat ia cintai dengan deraian air mata.
Mirna menyambut pelukan dari putri tercinta nya dengan penuh kehangatan.
"Sayang, sudah jangan menangis nak. Kehadiran kamu di dunia ini sudah sangat membuat ibu senang. Semenjak kamu lahir hingga kamu besar seperti ini pun kamu selalu membuat ibu bangga sayang. Jangan berkata seperti itu nak. kamu tetap menjadi kebanggaan ibu sampai kapan pun sayang" Ujar Mirna menghapus air bening yang mengalir di kedua pipi sang putri tercinta nya. Diya mencium tangan Mirna dengan penuh kasih sayang.
Kini giliran Ivan yang sungkeman kepada Mirna.
"Buk, maaf kan Ivan ya buk jika selama ini Ivan ada salah. Dan mohon untuk selalu mendoakan Ivan semoga Ivan bisa menjadi imam yang baik untuk Diya dan anak-anak kita nanti nya" Ujar Ivan mencium lembut punggung tangan Mirna.
__ADS_1
"Iya Van, ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua. Tolong jaga anak ibu ya Van. Jangan pernah kamu sakiti dia. Sedari ibu mengandung hingga Diya sebesar ini, ibu tidak pernah membentak bahkan memukulnya sekali pun. Dan jika sekiranya kamu telah tidak mencintai nya lagi. Ibu mohon, kembalikan lah dia kepada ibu. Jangan kamu siksa dan sakiti dia dengan sikap mu kelak. Ibu akan selalu menerima putri ibu dengan tangan terbuka" Ujar Mirna dengan deraian air mata yang mengalir di pipinya.
Semua hadirin yang ada di acara itu ikut menangis terharu dengan ucapan Mirna yang sangat menyentuh hati para tamu yang hadir.
Sekarang tibalah mereka bersalaman dengan Ajeng dan Herman.
"Papa, mama doain kami berdua ya semoga kami bisa membangun rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Dan doa kan Diya semoga Diya bisa menjadi istri yang baik untuk Ivan dan menantu idaman nya mama dan papa" Ucap Diya menyalami dan mencium punggung tangan Herman dan Ajeng secara bergantian.
"Iya sayang, mama dan papa akan selalu mendoakan kalian kok nak. Selamat menempuh hidup baru ya sayang" Ucap Ajeng mencium lembut kening Diya.
"Makasih ya ma, pa atas doa nya" Ucap Diya memeluk lembut mama mertua nya.
"Iya sama-sama sayang" Ujar Ajeng.
__ADS_1
"Ma, pa mohon doa nya semoga Ivan bisa menjadi iman yang baik untuk Diya" Kini giliran Ivan yang sungkeman dengan kedua orang tua nya.
"Iya nak. Mama dan papa pasti mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian" Ujar Herman. Memeluk anak semata wayang nya.
Ivan beralih menyalami Ajeng. Ia memeluk dan mengecup lembut dahi mama tercinta nya. Ajeng pun membalas dengan hangat nya.
"Selamat ya Diy, sekarang kamu sudah menjadi istri orang" Bisik Yuli di telinga Diya.
"Waw, malam ini akan menjadi malam yang bersejarah dong untuk kalian berdua" Goda Yuli membuat pipi Diya menjadi merah seperti kepiting rebus.
"Usssh.....Jangan membahas itu sekarang Yul" Ujar Diya sambil mencubit lengan sahabat nya itu.
Yuli hanya meringis kesakitan. Tentu saja Diya tidak peduli akan hal itu. Toh Yuli sendiri yang cari masalah.
__ADS_1