Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Memperlihatkan isi rumah


__ADS_3

"Hai Yul, lagi ngapain?" Tanya Diya saat diri nya menghubungi sahabat karib nya di malam hari nya melalui vidio call.


"Lagi istirahat Diy, capek banget ngurus ini itu nya" Jawab Yuli dengan wajah yang lesu. Yah bisa Diya lihat memang sahabat nya itu kelelahan saat ini.


"Ya udah kalau gitu, maaf aku ganggu kamu ya Yul. Kamu istirahat aja kalau gitu" Diya jadi sungkan.


"Gak apa-apa kok Diy, kan kita cuma ngobrol gak ngelakuin apa-apa kan?" Jawab Yuli mengusap muka nya dengan tangan nya sendiri.


"Tapi kayak nya kamu lagi bad mood deh Yul"


"Gak kok Diy"


"Iya, aku lihat kamu memang lagi bad mood"


"Ya ampun Diya, sejak kapan sih kamu jadi cerewet kayak gini?" Protes Yuli.


"Eh" Diya kaget. Yah memang akhir-akhir ini di akui oleh nya bahwa Diya memang sedikit berbeda. Dirinya terlihat ceria kembali dan hati selalu berbunga-bunga. Entah mengapa namun Diya tahu pasti perasaan itu timbul karena kehadiran Ivan. Yah sedikit banyak nya Ivan telah mengubah perasaan dan hari-hari nya yang sepi dengan penuh warna dan keceriaan.


"Tunggu dulu. Sekarang kamu berada di rumah Ivan Diy?" Tanya Yuli melihat dari layar ponsel nya background belakang Diya berbeda.


"Iya, sekarang kita tinggal di sini"


"Eh, kan aku meminta kamu untuk menghubungi ku tadi. Kenapa baru sekarang sih kamu hubungin aku dan menunjukin rumah nya" Yuli cemberut.

__ADS_1


"Maaf ya Yul, tadi aku gak ada waktu. Sibuk beres-beres rumah ini dan memindahkan barang-barang di kos kita"


"Wah, jadi barang ku juga sudah kamu pindahkan Diy?


Diya mengangguk membenarkan.


"Sendirian kamu melakukan itu?"


"Gak Yul, Ivan juga membantu. Pak Udin juga" Jawab Diya santai.


"Pak udin? Siapa?" Kedua alis Yuli bertaud tak tahu siapa pa udin itu.


"Supir pribadi Ivan"


"Aduh Yuli, jelas dong Ivan ada supir pribadi. Secara CEO gitu loh" Diya memutarkan kedua bola matanya.


Yuli hanya cengengesan melihat ekspresi Diya di layar ponsel nya.


"Aku kangen kamu Diy. Kamu kangen gak sama aku?" Kata Yuli penuh perasaan rindu pada sahabat nya itu.


"Ceileh Yul, baru juga beberapa hari kamu pergi udah kangen sama aku. Yah memang sih aku akuin, aku memang ngangenin" Diya berlagak.


"PD (Percaya diri) bener" Yuli tersenyum senang melihat sahabat karibnya kini jauh lebih ceria dari sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


Hanya gelak tawa yang keluar dari mulut kedua manusia itu.


"Diy, tunjukkin dong sekeliling rumah kamu" Pinta Yuli.


"Bukan rumah ku Yul, rumah Ivan"


"Ya bentar lagi juga akan jadi rumah kamu. Toh Ivan naksir kamu kan?" Yuli berkata seenaknya. Tapi memang benar sih apa yang di katakan Yuli Ivan memang dari dulu naksir sama Diya.


"Udah, jangan di bahas. Biar aku tunjukkin sekeliling rumah ini sama kamu ya" Diya berkeliling menelusuri setia ruangan yang ada di rumah itu dan menjelaskan kepada Yuli


"Gimana Yul? Bagus kan?" Tanya Diya kembali saat dirinya telah selesai melihatkan isi rumah kepada Yuli.


"Bagus Diy, rumah nya besar ya. Sederhana dari mana nya kalau gini ya?" Yuli tampak tertegun melihat rumah itu.


"Gak tau tuh Ivan. Ini sudah sangat mewah ya Yul?"


"Ya udah kalau gitu, aku mau mandi dulu ya Diy"


"Kamu belum mandi? Pantesan aku mencium bau rada-rada asem gitu. Ternyata dari kamu"


"Diya...." Yuli menjelin kedua matanya.


"Ya udah mandi sana" Vidio call mereka berakhir.

__ADS_1


__ADS_2