Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Ketahuan


__ADS_3

"Tapi bukan begini caranya Keth" Tio sedih.


"Sekarang gue sadar, jika lo menjadi pacar gue ini cuma terpaksa. Terpaksa dan takut kalau gue ceritakan niat busuk lo itu ke Ferdi dan teman-teman yang lain. Hubungan ini bukan ikhlas dari lubuk hati lo. Iya kan?"


Kethrine tidak menjawab, ia berfikir keras untuk membujuk Tio agar jangan membuka rahasia ini. Rahasia yang ia rencanakan untuk membalas sakit hatinya kepada Diya. Iya...Diya yang sudah merebut Ferdi dari tangannya. Sekarang, gadis kampung itu malu dan tidak berani menunjukkan batang hidung nya di hadapan orang banyak. Takut di cemooh dan dihina.


"Benarkan apa yang gue katakan tadi?" Ulang Tio yang merasa sangat bodoh. Bodoh dari yang paling bodoh. Mau saja di kelabui seorang gadis yang sangat dicintainya. Gadis yang dipuja-pujanya. Tapi....


"Maaf kan gue ya Yo" Pujuk Kethrine lembut mencari akal supaya Tio yang bodoh itu tidak membuka rahasianya kepada siapapun.


"Gue tidak bermaksud menyakiti hati lo Yo. Gue tahu apa yang telah kita rencanakan ini bertentangan dengan pendapat lo. Tapi sudah kita lakukan dan kita buktikan. Jadi, gue benar-benar kagum sama lo dan sangat bangga. Karena lo sanggup melakukan semua itu atas nama cinta" Kethrine tersenyum mendekati Tio yang duduk diam dibangkunya.


"Lo sudah membuktikan kalau lo benar-benar mencintai gue. Dan gue berani bersumpah kalau gue mencintai lo. Bukan karena terpaksa, tapi benaran ikhlas dari lubuk hati gue yang paling dalam" Rayu Kethrine memeluk tubuh pemuda itu.


"Lo gak mempermainkan gue kan?" Tanya Tio kurang yakin. Kethrine menggeleng. Pelan-pelan, namun pasti ia mendekatkan bibirnya ke bibir pemuda itu. Tio menyambutnya dengan mesra. Kethrine tersenyum. Tersenyum penuh kemenangan karena rayuan mautnya benar-benar termakan oleh pemuda beloon seperti Tio itu. Biarlah bibirnya jadi korban dilumat pemuda itu. Asal jangan rahasianya.

__ADS_1


*****


"Oh...Jadi apa yang gue curigai selama ini benar-benar terjadi ya" Tegur seseorang mengejutkan mereka.


"Ferdi...." Ucap Tio pucat begitu juga dengan Kethrine.


"Ya...Gue kenapa takut?" Ferdi tersenyum.


"Gue sudah dengar semua nya" Tambahnya lagi mendekati Tio.


"Fer...Hentikan" Teriak Kethrine histeris dan ingin melerai.


"Stop..." Sergah Ferdi dengan tangannya.


"Lo jangan ikut campur perempuan murahan. Gue gak nyangka kalau lo bisa melakukan hal seperti itu untuk mencemari nama baik orang lain"

__ADS_1


"Jangan lo hina dia Fer" Bentak Tio.


"Kenapa? Apa yang kalian lakukan kepada Diya dan keluarganya tidak hina ha?" Sergah Ferdi lagi seraya menarik kerah baju Tio.


"Apa maksud lo melakukan ini semua?" Tanya Ferdi lagi.


"Untuk mendapatkan cinta palsunya dari Kethrine"


"Cinta nya gak palsu Fer" Bela Tio menantang.


"Begitu ya?" Ejek Ferdi lagi.


"Gue benar-benar gak menyangka lo bisa melakukan perbuatan hina ini Yo. Gue benar-benar muak melihat tampang lo" Lagi-lagi Ferdi melayangkan tinjunya ke rahang Tio membuat Tio lagi-lagi terjungkal kebelakang dan dari selah bibirnya mengeluarkan darah.


Kethrine berlari keluar meminta pertolongan.

__ADS_1


"Gue gak mau mencari masalah sama lo Fer" Kata Tio menghapus darah di bibirnya.


__ADS_2