Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Takut kehilangan


__ADS_3

"Kak Ferdi mencari saya? Ada apa?" Tanya Diya setelah sampai di hadapan pemuda itu.


"Gak ada apa-apa. Aku cuma mau memastikan jika kamu baik-baik saja" Datar suara Ferdi berkata.


Diya tidak mengerti apa maksud Ferdi berkata seperti itu dengan wajah yang sedikit buram.


"Emang nya kenapa?" Tanya gadis itu sedikit heran. Mencari-cari apa yang telah membuat pemuda itu bersikap dan berbicara seperti memojokkan dirinya.


"Udah lah...Jangan di bahas lagi. Yang penting kamu baik-baik saja" Kata pemuda itu setelah lama terdiam.


"Aku pergi dulu ya"


"Kak Ferdi" Panggil Diya penasaran ketika Ferdi mau melangkah.


"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa kak Ferdi bersikap seperti ini? Aku jadi tidak enak kak, sepertinya ada kesalahan yang aku lakukan. Jika itu benar, aku minta maaf karena telah menyakiti hati kak Ferdi" Diya berkata jujur dan memohon sedih.


Ferdi jadi serba salah. Pemuda itu menghembuskan nafas panjang tidak sampai hati melihat kekasihnya bersedih dan merasa bersalah seperti itu.


"Sudahlah Diya, seharusnya aku yang minta maaf sama kamu. Karena rasa cemburuku ini. Aku tidak bisa melihat mu berduaan dengan lelaki lain. Itu benar-benar membuat aku sakit Diy" Kata Ferdi jujur. Nada bicaranya pun mulai lembut tidak datar seperti tadi.

__ADS_1


"Mungkin aku terlalu banyak menuntut kamu ya Diy" Kata Ferdi merasa bersalah.


"Maafkan aku jika terlalu mengekang mu" Tambah pemuda itu jadi tidak enak hati.


"Gak apa-apa kok kak. Malahan aku senang kalau kak Ferdi bersikap seperti itu. Itu tandanya kak Ferdi benar-benar mencintaiku. Betulkan?" Ujar Diya dengan senyumannya membuat sejuk hati pemuda itu. Ferdi mengangguk.


"Percayalah kak, aku gak akan berpaling pada yang lain. Aku benar-benar mencintai kak Ferdi. Itu janji ku pada mu kak" Ferdi tersenyum.


"Aku percaya padamu" kata Ferdi tenang.


"Udahlah...Ayo istirahat, maaf jika aku telah menganggumu" Diya cuma tersenyum membalas kata-kata pemuda itu tadi.


Sekarang, baru lah Ferdi menarik nafas lega karena masalahnya telah teratasi.


"Aku benar-benar takut kehilangan kamu Diy" Kata pemuda itu dalam hati. Ia pun berlalu dari tempat itu setelah lama membisu.


*****


Pagi itu, langit tampak cerah. Matahari mulai merangkak memancarkan cahayanya dibalik awan-awan. Semua murid sudah berkumpul di arena basket karena akan diadakan pertandingan antara SMAN 1 Bukit Batu Vs SMU 2 Pekanbaru. Semua nya memberi suport kepada pemainnya masing-masing. Begitu juga dengan Diya dan Yuli mereka bersorak memberikan dukungan untuk tim sekolahnya.

__ADS_1


"Aku berani taruhan Diy, kalau kita pasti menang", Kata Yuli bersemangat diantara sorakan teman yang lain.


"Pasti...Apa lagi kalau kak Ferdi yang main" Sahut Diya melirik ke Yuli yang tersenyum dengannya.


"Kak Ferdi terus"


"Ya...Iyalah dia kan pujaan hatiku" Kata Diya dengan penuh perasaan cinta dijiwa. Yuli kaget melihat peringai sahabatnya itu.


"Kamu bisa juga romantis seperti itu ya. Aku fikir kamu serius-serius saja"


"Emang nya kamu saja yang bisa puitis? Aku gak?" sahut Diya ketus.


"Ya deh....."


"Yul, aku ke wc dulu ya" Kata Diya tiba-tiba merasa perutnya mules.


"Iya...Mau ditemani?" Yuli menawarkan jasa.


"Gak usah deh. Kamu disini aja. Beri dukungan kepada tim kita. Jika gak ada kamu, tempat ini terasa sepi" Tambah Diya beranjak dari duduknya.

__ADS_1


__ADS_2