
Ferdi masih memeluk Junior dengan sangat hangat nya. Dirinya kini telah menyadari atas kesalahan nya yang selama ini telah mengabaikan anak dan istrinya yang tidak bersalah atas apa yang terjadi kepada diri nya.
"Sayang, sekarang kamu main ke kamar dulu ya nak. Papa mau bicara sama mama mu dulu" Ujar Ferdi sambil melepas kan pelukan nya dan mencium kening putra kesayangan nya.
***
Tok.....tok....tok....
"Sonia apa kau di dalam?" Sapa Ferdi mengetuk pintu kamar nya.
Tidak ada jawaban dari kamar.
"Sonia, aku masuk ya" Kata nya lagi memberanikan diri membuka pintu kamar.
__ADS_1
Terlihat Sonia duduk di pinggir tempat tidur. Yah bisa di lihat mata nya sembab karena baru selesai menangis.
Ferdi mendekati Sonia dan duduk di samping nya.
Sonia membuang muka. Tak ingin menatap laki-laki sebagai suaminya itu.
Tatapan nya lurus ke depan. Sesekali terlihat Sonia menarik napas nya yang berat menahan agar air mata tidak kembali menetes di pipinya yang halus.
Tak terasa perkataan Ferdi barusan membuat Sonia meneteskan air mata.
"Aku minta maaf Sonia. Kini aku sadar, aku akan memperbaiki semua nya. Aku akan meluangkan waktu ku untuk kalian. Mungkin Diya bukan takdir ku. Ini adalah jalan tuhan mengatakan bahwa kami memang tidak berjodoh dan seharusnya aku sadar itu dari dulu. Aku minta maaf Sonia. Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya" Ujar Ferdi lagi.
"Aku janji aku akan menjadi ayah dan suami yang baik untuk Junior dan kamu. Aku akan bersikap seperti dulu lagi. Bantu aku Sonia, bantu aku agar aku bisa menerima semua ini. Jangan kamu meninggalkan aku. Aku minta maaf Sonia, maafkan aku" Ujar Ferdi berkali-kali meminta maaf tak terasa beberapa air bening mulai meleleh di pipinya. Yah lelaki itu benar-benar telah menyadari kesalahan nya.
__ADS_1
Sonia tidak menjawab. Dirinya masih syok dengan perubahan dan kesadaran Ferdi. Mungkin pernikahan Diya dan Ivan telah membuka mata suami nya.
Mungkin ini lah hikmah dari pernikahan mereka. Suami nya kembali kepadanya. Pikir Sonia.
Melihat Sonia tidak menjawab, Ferdi memberanikan diri untuk berlutut di hadapan Sonia.
"Sonia maaf kan aku" Lagi-lagi Ferdi meminta maaf. Melihat itu tentu saja Sonia kaget.
"Ferdi kamu kenapa melakukan hal ini. Bangun, tidak pantas kamu berlutut kepada seperti ini" Ujar Sonia membatu Ferdi untuk kembali duduk di samping nya.
"Aku sudah memaafkan kamu, aku akan memberikan kamu kesempatan untuk memperbaiki semua nya. Aku mencintai kamu Ferdi. Tidak mungkin aku segampang itu meninggalkan kamu. Apa lagi sekarang sudah ada Junior dan aku sedang mengandung anak kedua kita. Lupakan segala yang lalu. Mari kita buka lembaran baru untuk keluarga kecil kita" Ujar Sonia menatap sendu ke pada Ferdi.
"Terima kasih Sonia, terima kasih atas kesempatan yang kamu berikan kepada ku. Aku akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin" Ujar Ferdi sambil menarik kelapa istrinya dan membenamkan di dada bidang nya.
__ADS_1