Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Membahas Ivan


__ADS_3

"Dari mana kamu tahu kalau Ivan naksir aku?" Tanya Diya penasaran, takut kalau-kalau Ivan menceritakan semua pada Yuli.


"Yah...Dari pertemuan pertama kamu di bus. Sejak itu, aku lihat dia sering memperhatikan kamu, tingkah laku mu, pokoknya apa yang kamu lakuin semua jadi perhatian baginya" Jelas Yuli.


"Ye....Itu cuma perasaan kamu aja kali" Tolak Diya, supaya Yuli tidak yakin dengan filing nya.


"Berani taruhan?" Tantang Yuli bersemangat.


"Kamu kenapa sih? PD amat"


"Yah...Iyalah untuk membuktikan Filing aku benar apa gak. Gimana? Setuju?" Yakin Yuli lagi.


"Ah...Gak ah...Ntar jadi problem lagi antara aku dengan kak Ferdi" Tolak Diya mentah-mentah.


"Ya udah, tapi kamu percaya kan?"


"Ye...Maksa ni ye..."


"Kamu takut?"


"Ya iya lah...Nanti gara-gara dia, aku bubaran sama kak Ferdi. Masalah lagi"


Yuli menghembuskan nafas panjang lalu berkata.

__ADS_1


"Sekarang gini aja, untuk membuktikan benar atau tidaknya filing aku tadi, kita lihat setelah selesai acara nanti"


"Emangnya ada apa?" Tanya Diya penasaran.


"Ivan pasti datang mendekati kamu dan mengucapkan kata-kata romantis"


"Kamu mau menakuti aku ya Yul?" Tanya Diya jadi tidak enak.


"Itu kan cuma Filing"


"Tapi kalau itu benar gimana? Kalau kak Ferdi lihat gimana?"


"Ya...problem" Jawab Yuli seenaknya.


"Yah....Kamu sih, bukan mau bantuin teman. Tapi malah mau nyusahin lagi"


"Yah...Lebih baik aku keluar saja. Langsung tidur"


"Itu tidak akan menyelesaikan masalah"


"Habis, aku harus bagaimana?"


"Yah....Kamu harus hadapi kenyataan, walau kenyataan itu sulit untuk di terima" Kata Yuli menasehati.

__ADS_1


"Kamu bisa aja ngomong seperti itu. Karena kamu tidak mengalaminya"


"Itu tadi, aku kan sudah bilang, kita harus hadapinya walau bagaimana caranya"


"Tapi benaran Ivan naksir kamu?" Tebak Yuli lagi mulai curiga melihat perubahan sikap dan wajah sahabatnya itu.


"Gak...." Bantah Diya berusaha bersikap tenang agar Yuli tidak bertanya dan curiga kepadanya. Yuli tersenyum meledek.


"Ih....Kamu kenapa sih cengar-cengi seperti itu? Jelek tau" Diya jadi ketus.


"Udah deh...Jangan di fikirin lagi. Ntar kepala ku jadi pusing ni" Kata Diya sambil memegang kepalanya.


"Iya...Iya...." Sahut Yuli. Mereka pun berkonsentrasi mengikuti acaranya. Tapi Diya jadi kepikiran juga apa yang di katanya Yuli tadi.


"Jika itu benar? Aku harus bagaimana untuk menolak cowok nekat itu?" Katanya dalam hati. Gadis itu menarik nafas panjang lalu di lepasnya kuat-kuat untuk melepaskan kegetiran di hatinya.


"Aku harus hadapi walau apa pun yang terjadi. Yah...Aku harus bersikap dewasa. Yah...Lebih dewasa untuk menyelesaikan masalah ini"


Terus terang, gadis mana yang tidak senang bila di taksir oleh pemuda seperti Ivan. Tampan, macho, dan enerjik. Apa lagi pemuda itu jadi idola di sekolah. Tapi....Itu tidak mungkin terjadi kepada Diya. Gadis itu lebih memilih Ferdi cinta pertamanya.


"Kak Ferdi juga tidak kalah dengan Ivan. Dia juga tampan, baik, simpati lagi. Terus apa yang kurang dari nya?" Kata hati gadis itu.


Diya mengalihkan pandangannya kepada Ferdi yang ikut mengucapkan selamat tinggal kepada sekolah SMU 2 Pekanbaru dan mewakili seluruh teman-temannya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu kak" Katanya dalam hati masih memandang kekasihnya yang sedang pidato.


"Sangat sekali....Walaupun apapun yang terjadi, aku tetap mencintaimu" Tambahnya lagi sambil memejamkan matanya merasakan betapa Diya mencintai pemuda yang bernama Ferdi itu.


__ADS_2