Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
menghayal lagi


__ADS_3

"Aku gak asal tebak lo Diy. Dari sekian banyak karyawan baru dan yang lama. Kamu yang di dapat tinggal di rumah milik nya. Dari awal aku yakin dia memang suka kamu Diy. Pertama tanpa melihat pendidikan kamu, dan melaksanakan wawancara, kamu di terima dengan mudah di perusahaan nya. sebagai sekretaris nya pula. Apa itu jika bukan mempunyai rasa untuk mu" Jelas Yuli.


Diya tida langsung menjawab. Gadis itu nampak berpikir atas apa yang di bilang oleh sahabat nya itu. Entah kenapa perasaan nya sedikit senang saat Yuli mengatakan Ivan menyukai nya. Biasa nya jika Yuli mengatakan hal itu sewaktu dulu, Diya tidak mau menanggapi dan malah memarahi Yuli agar jangan membahas hal itu lagi.


Lain hal nya jika dengan Ivan saat ini. Ada sedikit kenyamanan dan getaran halus di hati gadis itu. Apa karena semua rasa cinta untuk Ferdi telah hilang atau bahkan rasa putus asa dan kekecewaan menyakini Ferdi untuk kembali kepadanya telah hilang di kikis dengan keberadaan Ivan.


Yah, bagaimana Tidak. Lelaki itu telah menolong nya saat di kejar preman jahat tadi pagi. Membuat hati gadis itu sedikit terbuka akan keberadaan Ivan dalam hidup nya.


Diya kembali tersenyum mengingat Ivan beraksi melawan dua preman sekali gus. Lengan berotot itu mengayun kan baku hantam ke arah preman dengan sekali pukulan membuat preman itu tak berdaya. (Jika di film bollywood saat menghayal seperti ini, pasti sudah tersiar nyanyian yang romantis sebagimana kita ketahui itu lah ciri khas film bollywood).

__ADS_1


"Diy?"


"Ha?Iya" Diya kaget membuat khayalan nya hilang entah kemana.


"Aduh kamu ini ya, menghayal mulu ni pasti" Tebak Yuli.


"Oke deh Diy. Aku juga mau melanjutkan pekerjaan ku" Sahut Yuli.


"Aduh, kenapa sih aku ini? Kenapa selalu memikirkan Ivan. Apa aku mulai suka sama dia?" Tanya Diya kepada dirinya sendiri mengaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal itu. Bingung akan perasaan nya sendiri saat ini.

__ADS_1


"Gak, gak, gak, ini gak mungkin. Bagaimana dengan kak Ferdi? Dia pasti kembali. Aku harus setia menunggunya" Jawab nya sendiri.


Meski pun di hati sedikit meragukan kepulangan Ferdi, namun gadis itu tetap saja menguatkan diri agar selalu setia dan menunggu lelaki yang telah hilang beberapa tahun itu untuk kembali kepada nya. Walaupun ia tahu sekarang hati nya sedikit terisi dengan keberadaan Ivan di dekat nya.


"Sudah, jangan memikirkan itu lagi Diy. Fokus, fokus, fokus. Fokus pada pekerjaan mu saat ini" Kata nya lagi mengetuk-ngetuk pelan kepala nya agar pikiran nya sedikit cair untuk fokus dalam pekerjaan bukan malah memikirkan dua lelaki yang belum pasti itu.


Yah Ferdi tidak pasti kemana perginya dan Ivan tidak pasti apa kah benar dia menyukai Diya atau tidak. Meski pun Ivan pernah menyatakan suka, namun itu tidak bisa sebagai jaminan jika Ivan memang benar menyukai nya.


Namanya juga laki, bisa saja itu sekedar gombalan untuk para gadis yang haus akan kasih sayang seperti Diya.

__ADS_1


__ADS_2