Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Perjalanan tour


__ADS_3

"Tolong beri saya waktu 5 menit saja pak. Setelah itu, terserah bapak" Jawab Ferdi menyerah.


"Gimana? Apa kalian setuju?" Seru pak Siombing meminta pendapat.


"Ya deh pak...Setuju" Kata teman-teman yang lain walau sedikit berat dan sebal.


"Terima kasih" Ujar Ferdi mendekati Yuli yang ikut celingukan memandang dijendela bus.


"Kamu yakin kan Diya pasti ikut?"


"Iya...Yakin kak. Malahan Diya udah mempersiapkan semuanya kak" Jawab Yuli serius.


"Tapi kemana Diya ya? Kok sudah jam segini gak muncul-muncul. Apa ada masalah ya?" Kata Yuli seperti pada dirinya.


"Oke, 5 menit sudah berlalu. Gimana Fer? Kamu nyerah?" Kata pak Siombing.


Walau dengan berat hati, Ferdi mengangguk lemah.


"Ayo anak-anak...Kita berangkat sekarang"


"Hore....Asyik" Seru mereka serentak seperti anak TK saja yang senang dibawa jalan-jalan. Mesin bus dihidupkan. Dengan lemah, Ferdi naik ke dalam bus. Tapi....


"Kak Ferdi...Diya datang" Teriak Yuli dari dalam. Membuat Ferdi cepat-cepat menoleh dan memang benar Diya berlari mendekatinya.

__ADS_1


"Ayo cepat" Seru Ferdi saat bus mulai berjalan.


"Ulurkan tangan mu" Katanya lagi. (Seperti di film bollywood saja ya).


Cepat-cepat Ferdi menyambut dan menarik tubuh Diya masuk ke dalam mobil.


"Hore...Berhasil" Seru keduanya menghembus nafas lega.


"Kamu gak apa-apa?" Tanya Ferdi sedikit cemas. Diya menggeleng kepalanya.


"Ayo duduk" Ajak pemuda itu.


"Maaf ya kak, tadi aku telat karena bangun kesiangan" Kata nya memelas dengan wajah memohon.


"Kamu sih membuat orang pada cemas saja. Kita-kita pada nungguin lama tau gak" Celoteh Yuli dari belakang membuat Diya sedikit kaget dengan munculnya tiba-tiba.


"Iya...Iya...Aku minta maaf" Ujar Diya tak mau kalah.


"Eh...Kamu tau gak, yang paling cemas itu ya kak Ferdi. Sepertinya dia gelisah banget gak ada kamu" Bisik Yuli ke telinga Diya. Diya tidak menanggapi. Gadis itu hanya tersenyum memandang pemuda yang duduk disebelahnya membuat Ferdi sedikit curiga.


"Kenapa senyum-senyum? Ada yang lucu?" Katanya penasaran.


"Gak...Gak ada apa-apa" Jawab Diya acuh.

__ADS_1


"Emangnya Yuli bilang apa?"


"Gak...Gak bilang apa-apa" Jawab Diya cuek.


"Kamu bilang apa Yul sama Diya tadi" Tanya Ferdi menoleh kebelakang dimana Yuli duduk disitu.


"Bilang apa?" Giliran Yuli yang bertanya sok beloon.


"Ya udah...Kalau gak mau bilang gak apa-apa" Kata Ferdi sedikit kesal dengan tingkah dua sobat itu. Diam sunyi di antara mereka.


"Kak Ferdi marah sama aku?" Tanya Diya setelah lama mereka terdiam.


"Marah kenapa?"


"Aku telat tadi"


"Ya...Marah dan kesal" Jawab Ferdi jujur.


"Kamu tau gak, jika kamu tidak datang tadi, aku cemas sekali. Rasanya perjalanan ini membosankan. Tiada arti. Tapi...Sudahlah pasti kamu tidak sengaja melakukannya kan?" Tanya Ferdi memegang jari jemari gadis idamannya itu. Diya mengangguk.


"Jika ibu tidak membangunkan ku, pasti aku sudah ketinggalan" Jawabnya tersenyum membalas genggaman pemuda itu.


"Gombal ni ye" Sela Yuli dari belakang membuat Diya jadi kesal. Dengan cepat jari lentik itu mencubit kaki Yuli yang memang lebih dekat dengan nya membuat gadis itu menjerit kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2