Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Memenangkan tender


__ADS_3

"Kenapa kamu diam?"


"Ya"


"Kenapa kamu diam?" Ulang lelaki itu lagi.


"Oh" Kata itu yang lulus keluar dari bibir manis dan indah milik Diya. Otak nya kalut saat ini tidak bisa memikirkan jawaban apa yang pantas ia lontarkan untuk pemuda yang ada di sampingnya itu.


Ivan tidak bertanya lagi. Ada sedikit keraguan di atas pertanyaan nya tadi. Ivan tidak tahu pasti kisah gadis manis yang ada di sampingnya itu tujuh tahun yang lalu. Yah tujuh tahun di mana pertemuan itu terjadi saat dirinya masih duduk di kelas tiga sebagai ketua Osis dan dia masih di kelas satu.


Masih jelas di ingatan nya pertama kali dia bertemu dengan gadis itu di sebuah bus yang di tumpangi gadis itu bersama rombongan sekolahnya saat mengunjungi sekolahnya.


Gadis itu tampak kesulitan mengambil sesuatu di bawah kursi mobil itu. Ivan tersenyum mengingat peristiwa itu.


"Selama tujuh tahun aku menunggu dan mencari keberadaan mu Diy. Pasti banyak perubahan yang aku belum tahu dan akan mencari tahu tentang kepribadian mu" Batin nya menatap dalam gadis yang ada di sampingnya yang di anggap misterius itu. Karena sampai saat ini dia sulit untuk di tebak. Terakhir kali bertemu saat dia mengungkapkan perasaan nya, Diya malah lari tanpa menjawab apa pun. Dan saat sebuah telepon genggam yang di hadiahkan kepadanya pun agar dia mudah untuk mengubungi gadis itu dengan jaminan sebuah persahabatan pun kini entah kemana perginya.

__ADS_1


"Pak sudah sampai" Kata dia membuyarkan lamunan Ivan. Ivan sadar cepat-cepat dia membuka pintu mobil untuk keluar.


"Kamu siap kan beberapa surat yang harus di tanda tangani ada di map biru" Kata Ivan bergegas masuk ke dalam kantor di ikuti Diya dari belakang.


Rapat pun segera di mulai. Ivan memenangkan tender dari PEMDA untuk membangun jembatan yang menghubungkan Kabupaten Bengkalis dan Sungai pakning. Bukan kerja yang mudah memang meyakini para pejabat-pejabat tinggi di itu.


Diya menyodorkan beberapa surat yang harus di tanda tangani sesuai petunjuk dari Ivan.


Setelah beberapa jam mereka menyelesaikan rapat. Diya merasa lega karena bisa menyelesaikan pekerjaan nya dengan baik di hari pertamanya bekerja. Sungguh dia tidak ada pengalaman sama sekali menjadi sekretaris.


Tapi, berkata bantuan Ivan dan ia pun melakukan nya dengan bersungguh-sungguh, ia pun bisa melakukan dan menyelesaikan tugasnya tanpa ada kesalahan.


"Hello Vir, ada apa?" Keluar dari ruangan rapat sedangkan Diya mengikutinya.


"Sudah selesai rapatnya?" Tanya Virda dari seberang.

__ADS_1


"Sudah, barusan keluar dari kantor"


"Asyik... bagaimana kita makan siang di restoran kesukaanmu"


"Boleh, tapi aku datang agak telat karena ada satu pekerjaan yang harus aku selesaikan"


"Tapi gak lama kan?"


"Enggak lh, paling satu jaman lah" Jawab Ivan.


"Oke, aku tunggu di restoran itu ya. Janji gak pakai lama"


"Oke" Ivan menutup ponselnya dan masuk ke dalam mobil yang sejak tadi menunggu nya.


"Sekarang kita kemana lagi Diy" Tanya Ivan saat mobil nya jauh meninggalkan gedung gubernur itu. Diya tampak membolak balik buku catatan waktu pertemuan Ivan dengan beberapa klien. Agar tidak lupa, ia mencatatnya malam tadi saat Ivan menghubunginya..

__ADS_1


"Ada pertemuan di kantor cabang pak"


"Baiklah, sekarang kita ke kantor cabang pak Herman" Kata Ivan kepada supirnya.


__ADS_2