Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Melihat hotel


__ADS_3

Diya benar-benar tidak tahu harus menjawab apa saat ini. Otak nya benar-benar sudah buntu. Harus menyetujui keputusan Ivan atau menolak nya.


"Diy, kenapa kamu diam? Kamu tidak setuju rencana ku?" Tanya Ivan.


"Bukan begitu Van, aduh gimana ya? Jujur aku bingung harus menjawab apa. Jika mendadak seperti ini aku belum siap. Pasti keluarga ku, dan keluargamu juga akan heran melihat keputusan kita yang mendadak seperti ini" Ujar Diya memberi alasan.


Ivan menatap mata indah Diya memberikan kepastian dan keyakinan bahwa keputusan yang ia buat untuk kepentingan dan kelanjutan hubungan mereka.


Ivan memberanikan diri memegang jari lentik gadis yang duduk di sampingnya.


"Aku tahu kok Diy, kamu pasti keberatan dengan keputusan yang mendadak ini. Tapi ini semua aku lakukan demi kita. Demi hubungan kita. Kamu lihat kejadian-kejadian yang menimpa kita saat ini. Kamu lihat kan betapa nekat nya Virda untuk menghancurkan hubungan kita. Terlebih lagi ada Ferdi yang berusaha merebut mu dari ku. Jujur aku tidak sanggup Diy, aku tidak mau kehilangan kamu. Aku takut mereka akan melakukan hal nekat kepada mu. Aku hanya ingin melindungi kamu Diy, dengan kamu sudah menjadi istri sah ku, aku dengan leluasa menjaga mu tanpa ada fitnah dari orang-orang jika aku bersama mu" Ujar Ivan menatap memberi keyakinan kepada gadis kesayangan nya.


Diya tampak berpikir.


"Benar juga yang di katakan Ivan, jika aku sudah menjadi istri sah nya Ivan, aku dengan leluasa pasang badan jika Virda masih mengganggu Ivan. Aku bisa membela Ivan jika Virda masih mau meminta pertanggung jawaban atas apa yang ia utarakan kemaren. Karena aku yakin Ivan tidak mungkin melakukan itu kepadanya" Pikir Diya.


"Gimana Diy, apa kamu setuju dengan apa yang aku saran kan?" Tanya Ivan meminta keyakinan.


Diya mengangguk menyetujui apa yang Ivan katakan barusan.


"Aku setuju Van" Diya tersenyum dengan manis nya.

__ADS_1


"Berarti besok kita akan melakukan akad ya" Ulang Diya.


"Iya, besok kamu akan sah menjadi istriku. Kita akan melakukan nikah siri. Setelah itu, aku akan ikut dengan mu untuk tinggal bersama mu" Ujar Ivan tersenyum manis.


Deg.....


Diya membulatkan mata nya. Sedikit kaget di hati nya.


"Jika Ivan Ivan ikut tinggal dengan ku, berarti kita satu kamar dong. Dan apa besok aku dan Ivan akan? Apa malam besok adalah malam pertama kami? Apa malam besok aku akan melepaskan keperawanan ku? Emang aku tahu ini sudah menjadi kewajiban ku dan Ivan punya hak atas itu. Tapi gak secepat dan mendadak seperti ini juga kan. Aku belum ada persiapan apa-apa" Ujar Diya dalam hati resah memikirkan apa yang terjadi setelah bersandang gelar istri nya Ivan.


Ivan tersenyum dengan apa yang Diya pikirkan. Lelaki macho itu mengerti apa yang di pikirkan gadis berambut sepinggang itu.


Diya tersenyum senang mendengar apa yang barusan ia dengar dari mulut Ivan.


"Terima kasih ya Van kamu sudah mengerti aku" Ujar Diya tersenyum manis. Gadis manis itu membenamkan kepalanya di dada bidang lelaki yang ia cinta itu yang sebentar lagi akan menjadi suami nya. Lama mereka saling berpelukan dan merasakan kenyamanan di hati masing-masing.


Mobil Ferrari milik Ivan berhenti di sebuah hotel berbintang di kota Pekanbaru. Di mana hotel itu lah tempat mereka akan melakukan akad nikah dan resepsi sesuai dengan rencana awal mereka.


Diya dan Ivan turun dari mobil nya.


"Selamat siang pak Ivan. Selamat datang di hotel kami" Sambut salah satu pelayan yang berdiri di depan pintu masuk.

__ADS_1


Ivan dan Diya tersenyum membalas sapaan pelayan itu dan langsung masuk ke dalam hotel.


Tampak seorang lelaki berkulit putih dengan tubuh yang tinggi tegap menunggu kedatangan Ivan dan Diya di depan meja kasir.


"Selama datang pak Ivan, mari saya tunjukan tempat nya" Ujar Orang tadi yang tak lain adalah manager hotel itu.


"Baik" Jawab Ivan mengikuti manager itu pergi begitu juga dengan Diya.


***


"Bagaimana pak?" Tanya Manager hotel itu setelah menjelaskan begitu detail tentang hotel nya.


"Saya suka dan setuju untuk memboking hotel ini sebagai tempat acara pertunangan dan resepsi pernikahan kami" Ujar Ivan.


"Bagaimana menurut kamu Diy?" Tanya Ivan.


"Aku setuju aja Van" Ujar Diya.


"Terima kasih pak atas kerja sama nya. Semoga pelayanan kami tidak mengecewakan bapak dan ibu nanti nya" Ujar Manager itu bersalaman kepada Diya dan Ivan.


"Ya sama-sama" Balas kedua nya.

__ADS_1


__ADS_2