Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Tamu sore hari


__ADS_3

"Makasih, aku tinggal dulu ya" Katanya sambil beranjak dari hadapan Siti yang ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah gadis itu.


"Siapa Siti?" Tanya ibu Marni menimpali.


"Nak Ferdi?" Tebak nya langsung saat melihat anak semata wayang nya tersenyum senang bila mendengar siapa tamu tadi. Siti mengangguk dan langsung mengambil alih pekerjaan Diya yang terbengkalai.


*****


"Sore" Sapa Ferdi bila melihat gadis idaman nya datang dengan senyuman manisnya.


"Sore..." Jawab Diya senang.


"Kok tumben kak Ferdi datang sore-sore begini. Udah kangen ya lama gak ketemu" Canda Diya duduk di hadapan pemuda itu. Ferdi mengangguk membenarkan.


"Ada apa?" Tanya nya lagi.


"Langsung aja ya Diy, karena aku buru-buru ni" ujarnya serius. Diya mendengarkan sedikit cemas. Ferdi tidak jadi ngomong. Ia tersenyum melihat perubahan wajah kekasihnya jadi serius begitu. Diya jadi heran.


"Kenapa?" Tanya nya.


"Gak...Lucu aja melihat tampang mu serius begitu" kata Ferdi dengan senyumnya.

__ADS_1


"Abis....Kak Ferdi ngomongnya serius sih...." Kata Diya manja dan sedikit sebel.


"Nanti malam, ada acara perpisahan di rumah. Dan aku harap kamu bisa hadir"


"Nanti malam?" Ulang Diya tampak ragu.


"Iya...Emangnya kenapa?" Tanya Ferdi.


"Ya...Kok buru-buru sih kak...Kenapa gak bilang dari tadi pagi" Ujar Diya lemah.


"Rencana nya acara itu akan di laksanakan minggu depan. Tapi banyak dari mereka berangkat untuk mengurus kuliah mereka di hari itu, jadi yah gini deh mendadak acaranya" Jelas Ferdi. Diya tampak berfikir lalu berkata.


"Aku harus hadir kak? Sedangkan acaranya hanya untuk anak-anak kelas tiga saja. Gak PD aku sendirian"


"Gak apa-apa, kamu PD aja! Lagian aku mau mengenalkan kamu dengan orang tua ku" Diya kaget.


"Apa tidak terlalu cepat kak?" Tanya nya ragu-ragu.


"Gak apa-apa mereka mengerti" Diya diam masih ada sesuatu yang menganjal di hatinya. Ferdi tahu akan hal itu.


"Oh Ya..." Kata nya hampir lupa.

__ADS_1


"Tadi sebelum ke sini, aku lewat disebuah butik, aku lihat ada pakaian yang...Yaah...Gak begitu bagus. Tapi aku harap kamu menyukainya" Ferdi menyerahkan bungkusan kepada Diya.


"Ala ini kak?" Tanya Diya menyambut bungkusan itu dengan senang hati.


"Aku ingin kamu memakainya nanti malam"


"Tapi...."


"Aku jemput kamu ba'da isya ya.....Aku pamit, jangan lupa ba'da isya" Ulangnya seraya bangkit dan meninggalkan Diya yang sempat terbengong.


"Da....." Sapa Ferdi dengan sepeda motornya. Diya sadar ingin berteriak tapi...Terlambat Ferdi sudah jauh meninggalkan rumahnya.


*****


Ferdi menunggu di depan teras rumah Diya tempat dimana ia selalu menunggu gadis itu bersiap-siap kalau ia mengajak keluar, begitu juga di malam ini. Sambil menunggu, ia menatap bunga-bunga yang ada berjejeran menghiasi teras itu. Wanginya sempat menusuk dihidung Ferdi.


Tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya. Ferdi membalik kan tubuh nya. Sejenak ia terpana Diya yang ada di hadapan nya terlihat lain dari biasanya.


"Kenapa?" Tanya gadis itu heran.


"Apa aku kelihatan jelek ya?" Tanya nya penuh keraguan. Ferdi sadar.

__ADS_1


"Eng....Gak...Malahan kamu kelihatan sangat cantik" Pujinya.


"Ih...Kak Ferdi jahat sih..." Ujar nya manja sambil mencubit pinggang pemuda itu. Ferdi berkelit sambil menarik tangan gadis itu jatuh dalam pelukan nya.


__ADS_2