
Pemuda ganteng itu cengar-cengir dan garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Lo ngapain Van? Cengar-cengir seperti sapi bloon begitu?" Kejut Rony sobatnya yang tiba-tiba datang menghampirinya. Pemuda itu heran melihat tingkah sahabatnya yang rada-rada aneh. Ivan kaget.
"Gak...gak ada apa-apa kok" Jawabnya bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
"Ah...Masa? Tadi gue lihat lo cengengesan seperti orang sinting aja lo"
"Eh...Lo kalau ngomong yang benar ya" Kata Ivan sedikit emosi.
"Lo tensi juga ya, baru ngomong gitu udah marah. Sorry deh" Ujar Rony paling tahu sikap sobatnya itu.
"Eh...cantik juga ya cewek yang tadi" Kata Rony mengubah topik pembicaraan.
"Cewek? Cewek yang mana?" Ivan balik bertanya pura-pura tidak tahu.
"Alah...Pura-pura lagi. Yang kamu gombalin tadi"
"Oh...Yang itu...Ya...Diya memang cantik" Kata Ivan pelan seperti pada dirinya.
"Tu kan melamun lagi" Kejut Rony melihat Ivan terbengong dan senyum sendiri.
"Ah...Lo sih"
"Eh...Iya...Tadi lo di panggil pak kepala sekolah", kata Rony hampir lupa menyampaikan pesannya.
"Ada apa?"
"Tahu tuh"
__ADS_1
"Ya deh....Gue cabut dulu ya"
"Oke" Ivan pun pergi meninggalkan Rony yang tersenyum kepadanya.
*****
"Diy....Siapa cowok ganteng bersama mu tadi?" Tanya Yuli saat Diya bergabung dalam barisan rombongannya.
"Ivan....Emangnya kenapa?" Diya balik bertanya.
"Ganteng ya...kaya Tommy Page. Aku seneng deh lihat wajahnya, gayanya, pokoknya....Aduh...Gimana gitu"
"Mulai lagi..." Keluh Diya melihat sahabatnya menghayal yang bukan-bukan.
"Kak Ferdi mana? Kenapa gak ada disini?" Tanya Diya mencari-cari diantara rombongannya.
"Lagi ke kantor kepala sekolah"
"Tahu" Jawab Yuli mengangkat kedua bahunya seraya mengikuti rombongannya dibawa oleh pembimbing.
"Nah.....Anak-anak...Kalian istirahatlah disini" Kata guru yang membimbing mereka.
"Terima kasih buk..." Jawab mereka serentak.
"Ya...Selamat beristirahat. Jika perlu apa-apa, tanya dan cari saja ibu. Oke"
"Oke buk..."Jawab murid-murid pendatang itu.
Baru saja kaki gadis manis itu mau melangkah keruangan itu, tiba-tiba ada seseorang menegurnya.
__ADS_1
"Hay...Diya kan?" Tanya nya sambil tersenyum. Diya mengangguk.
"Oh...Iya...Kenalkan teman saya Yuli" Kata gadis itu.
"Hay...Saya Yuli. Yuliasari sahabatnya Diya" Kata Yuli memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya.
"Oh...Saya Ivan Saputra" Merekapun berjabat tangan.
"Nama yang bagus. Sebagus orangnya" Kata Yuli mulai merayu. Ivan tersenyum.
"Oke...Silahkan kalian beristirahat. Aku kesana dulu ya..." Kata Ivan meninggalkan mereka.
Diya mengangguk.
"Da....." Ujar Yuli melambaikan tangannya kearah pemuda itu.
Diya tersenyum sembari mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang rada-rada gimana gitu.
*****
Diya merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah mengemasi barang-barang bawaanya. Rasanya capek sekali menempuh perjalanan jauh. Gadis itu menarik nafas panjang dan menghembusnya kuat-kuat seakan ingin melepaskan kepenatan pada tubuhnya.
Belum sampai sepuluh menit gadis berambut panjang itu melepaskan keletihannya, tiba-tiba seorang temannya datang menghampirinya.
"Diya...Dipanggil kak Ferdi tu"
"Kak Ferdi...."Seru gadis itu kegirangan.
"Iya...Dia menunggu di luar" Kata temannya tadi.
__ADS_1
"Iya...Terima kasih ya..." Ucap gadis itu bangkit dari rebahan nya. Sejenak, gadis itu merapikan rambutnya yang kusut dengan jarinya. Setelah selesai, ia keluar menemui Ferdi yang sedang menunggunya di pintu masuk.