Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Bertemu dengan masa lalu ku


__ADS_3

Mobil berhenti di parkir tepat di mana restoran favorit Ivan. Diya bersiap-siap ingin turun. Baru saja memegang pintu.


"Tunggu Diy, jangan turun dulu" Ucap Ivan memegang lengan Diya. Diya menoleh dengan tatapan heran. Ivan turun dari mobil berlari kecil menuju pintu mobil dimana Diya berada. Di buka nya pintu mobil nya.


"Silahkan permaisuri ku" Ucap Ivan mengulang kembali momen saat ia mempersilahkan Diya masuk kedalam mobil nya tadi.


Diya tersenyum manis.


"Terima kasih" Ucap nya turun dari mobil.


Ivan meraih jari lentik gadis bersamanya. Di genggam nya erat dan Diya pun membalasnya. Mereka menyelusuri jalan menuju restoran.


Di sana, Ivan telah memesan ruang private untuk mereka. Di dalam ruangan berwarna brown itu terdapat meja dengan di hiasi lilin merah bertingkat di atasnya. Ada dua kursi yang saling berhadapan. Lampu di ruangan itu di buat redup remang agar tampak romantis.


Diya terkesan melihat itu. Hati nya senang melihat perlakuan Ivan yang romantis.


"Silahkan duduk" Ucap Ivan menarik kursi mempersilahkan gadisnya duduk. Diya hanya tersenyum dan duduk di kursi itu. Gadis itu kehabisan kata-kata, melihat sekeliling ruangan mengagumi betapa indah nya di sana. Terlebih lagi bersama Ivan, yah lelaki yang perlahan telah bisa masuk kedalam relung hati nya.


"Ini...." Ucap Diya menggantungkan kalimat nya.


"Iya, aku sengaja memesan private agar waktu makan malam ini hanya ada kita berdua" Ucap Ivan tersenyum.


Pelayan telah membawa makanan yang memang telah di pesan oleh Ivan sebelum mereka datang.. Diya tampak heran melihat pelayan menyajikan makanan. Tatapan Diya beralih ke Ivan. Ivan hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahu nya. Diya mengerti bahwa makan itu sudah di pesan oleh Ivan sebelumnya.


"Malam ini spesial untuk kamu Diy, supaya kamu bisa melupakan semua masalah yang membuatmu sedih tadi siang. Yah walaupun hanya sebentar. Tapi aku berharap kamu bisa melupakan masalah yang membuat mu sedih untuk selamanya" Ucap Ivan penuh harapan. Diya tersenyum dan mengangguk.


Mereka menikmati makanan itu dengan penuh rasa getaran aneh di hati. Saling menatap, saling tersenyum, saling mengagumi satu sama lainnya dalam diam.


"Setelah ini kita ke bioskop ya" Ajak Ivan.


"Kebetulan ada film baru di sana. Kamu suka film horor?" Tanya nya lagi.


"Suka" Jawab Diya masih dengan mengunyah makan malam nya.


"Kalau gitu kita akan menonton film horor nanti. Film yang viral KKN di desa zapin (plesetan ya mak 😁)" Ucap Ivan lagi.

__ADS_1


Diya tersenyum dan mengangguk sebagai setuju.


***


"Wah, ramai juga ya orang yang mau nonton. Antrian nya panjang" Ucap Diya sedikit kecewa karena antrian nya begitu panjang. Bukan Ivan Saputra nama nya jika tidak bisa membuat hati gadis nya senang.


"Kamu tunggu di sini ya" Ucap Ivan berlalu meninggalkan Diya.


Sepersekian menit kemudian Ivan kembali dengan senyuman yang membuat gadis mana pun terpesona.


"Lihat" Ucap nya memperlihatkan dua tiket bioskop kepada Diya.


"Wah, kok bisa?"


"Bisa lah, bioskop ini milik teman ku. Jadi yah begini lh jadinya" Ucap Ivan mengangkat kedua bahu nya.


"Wah, enak ya jadi kamu. Apa-apa bisa dengan mudah" Canda Diya.


"Sebentar lagi kamu juga bisa seperti aku" Ucap Ivan. Diya menatap dengan heran. Ivan merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Diya.


"Ayo masuk" Ucap Ivan mengandeng tangan Diya.


Baru selangkah, tanpa sengaja Diya melihat di sebelah kiri di keramaian orang tampak sesosok laki-laki itu. Yah laki-laki yang sangat ia rindukan.


"Kak Ferdi" Ucap nya membulatkan matanya.


Diya melepaskan genggaman Ivan, melangkah menuju ke arah sosok lelaki itu. Namun, sekelompok anak remaja yang menghalangi jalan nya. Orang tadi tertutup oleh para remaja itu. Diya jelingak-jelinguk memanjang kan lehernya memastikan tidak kehilangan lelaki itu lagi.


Setelah berhasil keluar dari rombongan remaja itu, sosok Ferdi hilang entah kemana. Diya bingung melihat keseluruh ruangan itu kemana orang itu pergi. Namun hasil nya nihil tidak ketemu juga.


"Kenapa? Mencari siapa?" Tanya Ivan menghampiri Diya dan ikut melihat keseluruh ruangan itu.


"Enggak, aku hanya ingin membeli pop corn" Diya berbohong menunjuk ke arah pop corn yang berada di depan nya.


"Oke, tunggu ya aku belikan" Ucap Ivan langsung menuju tempat dimana pop corn itu berada.

__ADS_1


"Ayo" Ajak Ivan kepada Diya masuk ke dalam ruangan dimana tempat pemutaran film berlangsung.


Diya membulatkan matanya saat adegan seram tayang di hadapan nya. Ketika ketakutan seketika Wajah dia berada di bahu Ivan. Tentu saja Ivan senang dengan hal itu, seperti anak ABG saja sedang jatuh cinta ya.


Kejadian itu berlangsung sampai beberapa kali hingga film nya berakhir.


"Ayo pulang" Ajak Ivan menggenggam jari lentik Diya. Diya mengikuti langkah pemuda itu.


Ketika keluar dari ruangan.


"Diy, tunggu di sini dulu ya, aku mau ke toilet" Ucap Ivan meninggalkan Diya. Diya mengangguk dan menunggu Ivan di sana. Diya melihat sekeliling ruangan.


"Ramai sekali" Katanya dalam hati. Dan terlihat lagi sosok Ferdi di hadapan nya. Terlihat Ferdi sedang menunggu seseorang. Namun, pandangan nya tidak sengaja melihat sesosok gadis yang dia lupa-lupa ingat. Wajah gadis itu tidak tampak begitu asing. Sepertinya ia pernah bertemu dengan gadis itu tapi Dimana?


Diya dan Ferdi perlahan melangkah mendekat satu sama lain. Kepala Ferdi kembali merasa nyeri karena di paksa untuk mengingat memori tentang gadis yang bernama Diya itu.


Ketika mereka berjarak hanya beberapa langkah, nyeri di kepala Ferdi semakin kuat. Ferdi memegang kepalanya. Ia meringis kesakitan. Dan di saat itu lah kenangan bersama.


Dimana awal mereka bertemu Ferdi tidak sengaja menabrak Diya yang membuat Diya terluka di bagian lutut dan sikunya. Seperti kaset kusut memori Ferdi berputar di kepala nya. Saat Diya terluka, Ferdi bertanggung jawab atas kesembuhan gadis itu. Hingga benih-benih cinta mereka muncul.


Memori indah terus berputar di benak Ferdi seperti ada layar televisi besar di hadapan Ferdi dan Diya memutar kenangan indah itu. Namun, hanya Ferdi yang bisa menyaksikan kenangan itu.


Hingga memori itu berputar saat fist kiss mereka saat ulang tahun Ferdi berlangsung. Ucapan janji setia yang di saksikan oleh bulan sabit yang terlihat samar-samar di balik awan terlihat jelas di ingatan Ferdi.


Dan malam itu juga Ferdi melarikan diri karena mamanya tidak merestui hubungan mereka. Setelah menghubungi Diya. Ferdi melaju dengan kecepatan sedang. Pikiran nya berkecamuk sehingga pandangan nya tidak fokus.


Dan saat di simpang tiga, ada sebuah truk melaju. Hingga mengakibatkan mereka bertabrakan. Ferdi terpelanting sekian meter jauhnya. Kepalanya terbentur di tumpukan batu yang berada di pinggir jalan. Motor yang ia kendarai hancur terseret oleh mobil truk itu. Itu lah kecelakaan yang membuat Ferdi menghilang selama ini. Kecelakaan yang membuat nya lupa ingatan tentang keberadaan Diya. Kecelakaan itu juga yang membuat kedua orang tua nya memutuskan pindah ke kota Pekanbaru untuk menjauhi Diya dan Ferdi. Dan juga agar Ferdi tidak bisa bertemu dengan Diya lagi hingga ingatan tentang Diya tidak bisa bermain di pikiran Ferdi.


Ferdi telah mengingat semua nya. Ingatan itu kini membuat kepalanya semakin nyeri hingga tidak tertahankan lagi. Membuat lelaki itu ambruk jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.


"Kak Ferdi" Ucap Diya melangkah ingin menolong.


"Papa" Teriak seorang anak kecil yang berada di belakang Ferdi bersama seorang wanita yang sedang hamil berlari mendekati Ferdi. Membuat langkah Diya terhenti.


"Papa?" Ucap Diya lirih.

__ADS_1


__ADS_2