Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Perasaan yang tidak enak


__ADS_3

Marni datang dan memeluk anak nya. Wanita paruh baya itu menjadi ciut juga mendengar Mira membentak anaknya.


"Maaf...Maafkan anak saya nyonya" Katanya ikut prihatin dan merasa sangat bersalah. Wanita itu tidak tahu kalau selama ini Mira mamanya Ferdi tidak merestui hubungan anaknya dan Diya.


"Andai saja saya tahu lebih awal nyonya dan tuan tidak merestui hubungan mereka, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Saya lah orang pertama yang akan memisahkan mereka" Kata Marni sedih.


"Tapi...."


"Gak ada tapi-tapian lagi. Jaga anakmu baik-baik dan jangan pernah menemui anak ku lagi. Ingat itu!" Ancam Mira langsung keluar dari rumah itu. Agus kaget mendengar istrinya berkata kasar seperti itu.


"Maaf ya buk....Diya, istri saya sedang gelisah karena memikirkan Ferdi. Oh ya nak Diya, jika nanti Ferdi ada menghubungi mu lagi, tolong kamu hubungi om ya. Ini nomor telfon om" Kata Agus menyerahkan kartu nama nya.


"Permisi..." Katanya lagi langsung keluar menemui istrinya yang sejak tadi menunggu di mobil.


*****

__ADS_1


Setelah mobil itu hilang dari pandangannya, Marni melepaskan rangkulan nya dan berkata.


"Emangnya ada apa Diy? Apa yang terjadi sebenarnya? Dan kenapa Ferdi lari dari rumah?" Tanya Marni bertubi-tubi. Wanita itu pun ikut cemas memikirkan nya. Diya tidak segera menjawab. Ia duduk kembali dikursinya lalu mendesah.


"Tadi malam, mamanya kak Ferdi merencanakan pertunangannya dengan orang lain buk..." Cerita Diya sedikit berat.


"Tapi kak Ferdi menolaknya di depan para tamu dan pergi dari pesta. Diya tidak setuju kalau mamanya menjodohkan dirinya tanpa memberi tahu nya terlebih dahulu. Dan kak Ferdi lebih memilih aku dari pada gadis itu"


"Kamu tidak memberi nasehat kepadanya kalau perbuatan nya itu adalah salah" Potong Marni antusias.


Diya mengangguk.


"Dia setuju?"


Lagi-lagi Diya mengangguk.

__ADS_1


"Tapi orang tua nya tetap ngotot mau menjodohkan nya dengan gadis pilihan mereka. Jadi itu sebab nya kak Ferdi pergi dari rumah bahkan meninggalkan desa ini"


"Kamu tahu dimana dia berada sekarang?" Tanya Marni dengan serius.


Diya menggelengkan kepalanya.


"Dia janji kalau dia sudah pasti tinggal di mana dan sama siapa, dia akan mengabari ku lagi buk...Tapi sungguh buk..." Ucap Diya dengan mata berkaca-kaca.


"Perasaan ku jadi tidak enak. Aku takut terjadi sesuatu kepadanya buk. Seolah-olah aku tidak akan bertemu dengan nya lagi buk..." Katanya lagi sambil terisak. Marni datang dan memeluk anak gadisnya. Wanita itu ikut sedih dengan penuturan anaknya.


"Aku takut buk, pertemuan ku dengan nya tadi malam adalah pertemuan yang terakhir" Ucap Diya lagi dalam dekapan ibunya.


"Sudah lah Diy, sabar ya nak. Kita serahkan semua nya kepada ALLAH SWT" Ujar Marni ikut menangis merasakan kesedihan anak nya.


"Kalau kalian memang jodoh, pasti kalian akan bertemu lagi. Kita berdoa ya nak, agar Ferdi senantiasa dalam lindungan ALLAH. Dan kalian akan bertemu lagi ya" Pujuk Marni menasehati sambil membelai lembut rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


*****


"Kamu pasti memikirkan kak Ferdi lagi ya Diy?" Tegur seseorang membuyarkan lamunan Diya. Spontan gadis itu kaget dan menoleh siapa yang menegurnya tadi.


__ADS_2