
"Apa kata mu Diy, Ivan mau melakukan akad nikah dengan mu besok?" Mirna begitu kaget mendengar apa yang di katakan putri nya barusan. Bagaimana tidak, keputusan itu begitu mendadak bagi nya.
"Iya buk, Ivan mau nya besok buk. Nikah siri dulu buk katanya" Ujar Diya menunduk.
"Tapi kenapa nak? Kenapa begitu mendadak?"
"Ivan merasa risih buk dengan keberadaan Virda yang selalu menganggu nya. Ivan takut Virda akan melakukan hal nekat kepada ku juga. Jadi, jika kami sudah menikah, Ivan atau pun aku akan sama-sama saling melindungi. Terlebih lagi kak Ferdi" Ucap Diya lesu ketika menyebut nama lelaki yang pernah singgah di hatinya.
"Ferdi?" Ulang Mirna.
__ADS_1
"Iya buk, kak Ferdi juga selalu menganggu ku. Dia meninta ku untuk kembali kepadanya"
"Lo, Ferdi ada di sini juga? Selama ini dia kemana?" Tanya Mirna penasaran.
"Iya buk, jadi dimalam acara ulang tahun nya itu, malam dimana kak Ferdi menghubungi ku untuk yang terakhir kali nya. Dia mengalami kecelakaan hebat bu, yang mengakibatkan dia kehilangan sebagian ingatan nya. Hal itu di manfaatkan oleh mama dan papa nya kak Ferdi untuk memisahkan aku dan dia. Sehingga mereka pindah lah ke kota ini buk. Dan sekarang kak Ferdi juga sudah menikah buk dengan Sonia sepupunya Ivan" Jelas Diya panjang lebar.
"Ingatan nya pulih kembali saat tanpa sengaja kami bertemu di bioskop. Saat dia melihat ku, dia pingsan dan membuat semua ingatan tentang ku kembali buk. Semenjak itu lah dia selalu meminta ku untuk kembali. Bahkan dia rela meninggalkan Sonia dan anak nya buk demi aku" Ujar Diya merasakan perih di hati.
"Ibu gak habis pikir nak jika nak Ferdi mengalami hal yang buruk seperti itu"
__ADS_1
"Iya buk, awalnya aku begitu benci kepadanya karena telah menikah dan gadis lain dan membuat ku menunggu selama itu. Tapi setelah aku tahu semua kejadian yang menimpa diri nya adalah bukan kesalahan nya, aku jadi memaafkan semua nya buk. Tapi untuk kembali kepada nya itu hal yang tidak mungkin. Aku tidak mau merebut suami orang dan memisahkan anak dari ayah nya. Aku tahu bagaimana rasanya tanpa ayah buk. Aku tidak mau junior merasakan hal yang sama" Ujar Diya sedih menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya yang basah dengan air mata.
Entah mengapa cerita tentang Ferdi membuat nya kembali merasakan perih di hati begitu dalam.
"Iya sayang, keputusan mu sudah benar nak. Kamu adalah anak kebanggaan ibu. Ibu bangga dengan keputusan kamu seperti ini nak. Ibu sangat mendukung keputusan mu nak" Ujar Mirna menarik lembut kepala putrinya untuk masuk kedalam pelukan nya.
"Tapi buk, kak Ferdi tetap saja ngotot buk terus terusan mengganggu ku dan meminta ku kembali. Padahal dengan tegas ku katakan aku tidak mau. Tapi tetap saja dia tidak menghiraukan nya buk. Oleh karena itu jika aku sudah menikah dengan Ivan, kak Ferdi pasti akan menyerah dan kembali kepada keluarganya buk" Ujar Diya memberi keyakinan kepada ibunya.
"Ya sudah nak, jika itu memang keputusan yang terbaik untuk kalian, ibu akan menyetujuinya"
__ADS_1
"Makasih buk, besok kami akan melakukan akad nikah untuk nikah siri. Dan akad resmi nya akan di adakan sesuai dengan keputusan kita di awal kemaren buk" Jelas Diya.
Mirna mengangguk mengerti.