Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Akad nikah siri


__ADS_3

Pagi telah tiba,


Matahari memancarkan cakrawalanya yang begitu indah dari ufuk timur dengan warna nya yang keemasan membuat pagi itu yang menjadi lebih indah seindah hati dan perasaan Diya saat ini.


Yah, di mana pagi ini adalah pagi yang sangat mendebarkan bagi kedua insan yang bernama Diya dan Ivan.


Pagi ini akan menjadi pagi yang sangat berkesan dan menjadi pagi yang sangat bersejarah bagi mereka berdua.


Dimana Ivan akan melavaskan akad nikah ikatan cinta dirinya kepada Diya gadis yang selama ini begitu ia cintai.


Semua keluarga tampak sibuk mempersiapkan diri mereka masing-masing untuk menghadiri acara akad nikah Ivan dan Diya.


"Ya ampun Diya, cantik sekali kamu" Ucap Yuli ketika melihat Diya yang duduk di depan meja rias dimana dirinya telah selesai di rias oleh salah satu Mua yang cukup terkenal di kota itu.


Yah, Diya memang sangat cantik pagi itu. Dengan memakai baju kebaya putih bersih yang di hiasi dengan pernak pernik berupa brokat berwarna senada yang menggambarkan bunga-bunga menambah kesan kecantikan dan keglamoran kebaya yang di kenakan Diya.


Kain bermotif batik berwarna keemasan menyelimuti jenjang kaki nya yang putih mulus. High hill setinggi lima senti menjadi penopang tubuh nya yang tinggi semampai.

__ADS_1


"Ya ampun Diy, beneran lo, cantik banget sih kamu. Aku sampai pangling lo melihat nya" Puji Yuli lagi langsung duduk di samping sahabatnya.


"Menghina atau menghibur ni yul?" Canda Diya. Sebenarnya hati nya cukup berbunga-bunga saat di puji oleh sahabatnya itu. Namun, ia tutupi dengan sikap biasa saja karen tidak mau terlihat lebai di depan sahabat nya. Siapa sih yang gak bahagia jika di puji? Pasti semua orang akan merasa sangat bahagia bukan?


"Diy, ini kenyataan lo. Aku gak menghina atau menghibur kamu. Kamu benar-benar cantik. Wah, Ivan pasti sangat terpesona akan kecantikan kamu" Seru Yuli lagi.


Diya hanya tersenyum menanggapi ocehan dari sahabatnya itu.


"Aduh Diy, aku jadi gak sabar deh ingin segera memakai baju kebaya seperti kamu dalam momen sakral seperti ini. Aku jadi pengen. Jadi kangen aku sama Zaki" Ucap Yuli menghayal.


"Ada sedikit kerjaan di luar kota Diy. Oh ya, dia titip salam sama kamu gak bisa hadir" Ucap Yuli.


"Iya gak apa-apa. Lagian ini kan hanya nikah siri Yul gak banyak yang hadir kok" Jawab Diya tersenyum.


"Diy, aku jadi pengen segera di halalin sama Zaki" Seru Yuli dengan nada manja. Merengek seperti anak kecil yang di minta membeli mainan.


"Lah,. kok kamu bilang nya ke aku sih. Bilang nya ke Zaki dong Yul" Seru Diya sedikit heran melihat perangai sahabat nya itu.

__ADS_1


Mendengar itu Yuli nyengir kaya kuda nil.


"Iya ya, ngapain juga aku merengek sama kamu" Seru Yuli sadar.


Gadis berambut sepinggang itu menggeleng kepala nya melihat tingkah laku sahabat nya itu.


***


Tibalah acara yang di tunggu-tunggu pernikahan siri di adakan di salah satu mesjid terbesar di kota Pekanbaru itu. Tamu yang hadir hanya keluarga inti saja. Hal itu di lakukan karena takut nya hal yang tidak di inginkan akan membatalkan acara sakral tersebut.


Mirna menangis terharu saat Ivan mantap mengucapkan ijab kabul di depan penghulu dengan satu tarikan nafas nya saja.


"Alhamdulillah sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri" Ucap penghulu itu.


"Alhamdulillah" Seru semua tamu yang hadir.


Mereka pun semua menadahkan kedua tangan mereka mendoakan agar rumah tangga kedua mempelai Sakinah mawadah warohmah aamiin.

__ADS_1


__ADS_2