Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Kekasih lama part 2


__ADS_3

Ferdi mengungkapkan isi hati nya kepada Diya. Meski sudah terpisah begitu lama nya membuat hati Ferdi masih setia kepada nya. Meski saat ini ia bukan Ferdi yang dulu lagi. Namun hal itu terjadi lantaran dirinya tidak mengingat sama sekali tentang gadis yang ada di hadapan nya itu.


Diya kaget, sangat kaget. Mata nya membulat menatap ke arah Ferdi. Mulut nya terkunci tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Kaki dan tangan nya terasa lemah seperti tidak ada tenaga.


Diya sangat syok mendapati Ferdi bisa-bisa nya mengungkap perasaan kepadanya padahal ia sudah berstatus sebagai suami orang. Tentu saja gadis itu tidak habis pikir tentang apa yang ada di dalam pikiran Ferdi saat ini.


Meski ia menikah kemaren karena suatu peristiwa akibat dirinya hilang ingatan. Namun tetap saja hal itu tidak boleh terjadi. Ia harus bisa menerima istrinya meski sangat sulit. Namun menjaga hati istrinya fan mencoba untuk menerima kenyataan ini lebih baik dari apa pun bukan.


"Diy" Sapa Ferdi melihat Diya melamun.


"Apa yang ia katakan? Apa kak Ferdi tidak sadar atas apa yang ia ucapkan? Apa dia tidak memikirkan perasaan istrinya? Ha ini sungguh tidak pantas di ucapkan oleh seorang suami kepada gadis lain yang bukan istrinya" Satu persatu pertanyaan mulai memenuhi kepala nya Diya.


"Diy" Sapa Ferdi lagi melihat Diya sama sekali tidak merespon ucapan nya.


"Diy" Sapa Ferdi untuk yang sekian kalinya. Diya kaget saat tangan nya terasa di sentuh oleh lelaki di hadapan nya itu. Cepat-cepat Diya menarik tangan nya.


"Maaf" Ucap Ferdi.


Diya hanya diam dengan seribu bahasa. Menunduk tidak berani menatap mata lelaki yang memang selama ini ia rindukan. Hal ini yang sangat ia nantikan kedatangan nya. Namun mendapati kenyataan bahwa Ferdi sudah berkeluarga membuat nya tidak mengharap kan apa pun kepada Ferdi.


"Diy, apa kamu marah kepada ku? Apa kamu tidak bisa menerima ku kembali?" Ucap Ferdi dengan sangat berhati-hati. Melihat Diya yang sangat menyambut nya dengan tidak ramah.


"Diy, maaf kan aku. Aku sangat mencintai mu. Aku sama sekali tidak menginginkan semua ini terjadi. Tolong jangan membuatku begini. Hati ini hanya untuk mu. Aku sangat merindukan kamu Diy" Ucap Ferdi dengan tulus.


Diya tersentak iya benar-benar bingung harus menjawab apa .Hati nya benar-benar galau saat ini. Diya bukan gadis yang munafik, ia pun sangat merindukan lelaki itu.


Sedikit banyak nya rasa itu masih ada untuk lelaki di hadapan nya itu. Namun, gadis itu tidak mau bersikap egois. Diya lebih memikirkan tentang berapa banyak orang yang kelak akan tersakiti.


"Diy, bisakah kita mengulang kembali kisah kita yang sempat tertunda. Mari kita selesaikan kisah cinta kita kembali.


"Ha" Kata yang keluar dari mulut Diya. Sejujurnya otak nya ngebleng saat ini. Tidak bisa berpikir harus bagaimana.


"Diy, apa kita kembali seperti dulu?" Tanya Ferdi lagi dengan penuh harapan.


Lama Diya terdiam. Gadis itu tampak berpikir sejenak.


Gadis itu tampak menghela napas berat.


"Maaf kak, aku tidak bisa melakukan itu. Aku tidak bisa mengulang kembali kisah cinta kita" Diya berkata dengan nada yang lirih setelah sepersekian menit terdiam.


"Kenapa? Apa kamu tidak mencintai ku lagi? Apa kamu lupa dengan janji setia kita" Nada bicara Ferdi terdengar bergetar. Mungkin lelaki itu menahan rasa amarah dan kecewa di dalam hati nya saat ini.


"Kenapa? Kenapa kamu mengingkari janji mu kepada ku? Sebegitu mudah kah kamu melupakan ku? Semudah itu kamu melupakan janji setia kita? Apa sudah lelaki lain di hidup mu selama ini? Segitu mudah nya kamu berpaling" Ucap Ferdi dengan emosinya.


Degg.....

__ADS_1


Sungguh kata-kata Ferdi barusan membuat hati Diya sangat sakit dan perih. Ferdi sangat mudah menuduhnya begitu saja tanpa mengetahui betapa sulit nya Diya menjalani hari-hari nya selama ini sampai akhirnya bertemu dengan Ivan. Lelaki yang telah membuat nya merasa kembali di cintai dan mencintai.


"Apa kamu bilang kak? Segitu mudah nya aku melupakan kamu? Segitu mudah nya aku melupakan janji setia kita?" Ucap Diya dengan mata yang memerah menahan gejolak di dada.


"Apa kamu tahu betapa sulit nya aku selama ini? Apa kamu tahu bagaimana aku melewati hari-hari ku yang sepi tampa kehadiran mu? Selama tujuh tahun kak. Selama tujuh tahun aku menunggu kabar dari mu! Kemana kamu? Dimana kamu kak?" Suara Diya bergetar membayang kan kesulitan yang ia lalui selama ini.


"Aku hidup tiada tujuan, aku hidup dalam kegelapan tanpa sececah cahaya. Selama tujuh tahun kak aku menunggu mu kembali kepada ku. Di setiap saat aku berdoa dengan penuh harapan kita akan bersama mewujudkan impian pernikahan yang telah kita rencanakan saat pulang dari tour di Pekanbaru. Semua lelaki yang mendekat kepada ku aku tolak. Aku tutup pintu hati ku untuk lelaki mana pun hanya untuk kamu. Tujuh tahun kak aku terpuruk di dalam kesunyian. Tidak mau bergaul dengan siapa pun. Aku mengurung diri di rumah dan menghabiskan waktu hanya memikirkan dan membayangkan tentang kita. Sulit kak. Itu sangat sulit aku lalui. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari kegiatan agar pikiran ku tidak terlalu fokus kepada mu. Aku pindah ke kota ini. Aku mulai hidup baru dan masih mengharapkan mu kak" Ucap Diya dengan deraian air mata.


"Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan mu di bioskop dan mendapati bahwa kamu sudah menikah dengan gadis lain dan telah mempunyai anak dari nya. Bahkan sekarang istri mu juga sedang mengandung anak kedua kalian. Hati ku hancur kak, penantian ku selama ini hanya sia-sia. Aku menanti kedatangan seorang lelaki yang telah beristri." Ucap nya lagi dengan penuh linangan air mata yang membasahi di pipi mulus gadis itu.


"Jika kamu bertanya aku yang tidak setia dan melupakan janji kita, kamu salah besar kak. Justru kamu lah yang telah melupakan janji mu padaku"


"Maaf kan aku Diy, jika aku tidak hilang ingatan mungkin ini telah terjadi. Kita masih bersama. Semua salah takdir Diy. Ini semua......"


"Karena ini sudah takdir kita kak. Artinya kita memang tidak berjodoh. Kamu sudah mempunyai kehidupan mu sendiri. Tinggalkan aku kak, lupa kan aku. Tidak pantas kamu berkata seperti itu kepada ku. Kasihan Sonia dia sedang hamil. Bagaimana perasaan nya jika dia tahu suami yang ia cintai bertindak seperti ini" Ucap Diya terdengar bijaksana.


"Tapi aku mencintai kamu Diy. Aku belum bisa sepenuhnya bersama dia. Aku...aku tidak mencintai nya"


"Tidak mencintai bagaimana? Jika tidak mencintai nya kenapa ada Junior? Jika tidak mencintainya dia juga pasti tidak hamil saat ini bukan" Suara Diya terdengar bergetar karena marah yang di tahan.


Sungguh hati nya sangat perih dan sakit karena mendapati laki itu mengungkap perasaan nya. Harus nya ia senang bukan. Ya Diya senang jika Ferdi masih sendiri seperti sebelum nya saat mereka baru bertemu.


"Diy, itu semua terjadi karena aku tidak mengingat apa pun. Selama ini meski aku bersama nya tapi tetap saja hati ini seperti ada yang hilang yang aku sendiripun tidak tahu itu apa. Tapi sekarang aku tahu bahwa rasa yang hilang itu karena kamu yang tiada di sisi ku" Yakin Ferdi terhadap Diya.


"Tapi Diy, aku sangat mencintai mu. Aku mohon, kembalilah kepada ku" Ferdi memohon.


"Maaf kak Ferdi. Aku benar-benar tidak bisa. Terlebih sudah ada seseorang yang selama ini selalu ada untuk ku. Memberi ku secercah cahaya kehidupan. Aku merasa sangat nyaman saat bersama nya. Meski dulu aku merasa ragu tentang rasa ini kepadanya, tapi sekarang aku telah yakin akan rasa ini kepadanya. Jadi aku mohon lupakan lah aku Kembali lah bersama istri yang selalu setia kepadamu" Ucap Diya mantap.


"Aku gak bisa Diy. Aku gak bisa dan sanggup untuk melepaskan mu" Ucap Ferdi lirih penuh dengan penyesalan.


"Bisa kok kak. Aku yakin pasti bisa. Coba lah untuk mencintai istrimu dan menerima semua kenyataan ini. Cepat atau lambat pasti bisa. Aku yakin itu" Ucap Diya tersenyum memberi keyakinan.


"Tapi Diy...."


"Sudah lah kak, aku mohon kepada mu kak jangan memaksa takdir yang telah di tentu untuk berubah menjadi apa yang kamu harapkan kak. Itu tidak mungkin dan tidak akan mungkin" Jawab Diya.


"Baiklah Diy mungkin kamu butuh waktu untuk menerima ku lagi. Mungkin kamu bersikap seperti ini karena sangat kecewa kepada ku. Oleh karena itu aku akan memberi waktu untuk kamu memantap kan hati mu untuk bisa menerima ku lagi" Ferdi masih keras kepala.


"Kak, jawaban ku tadi sudah jelas bahkan sudah sangat jelas. Jadi aku mohon, jangan memaksa semua ini" Jawab Diya bangkit dari tempat duduk nya ingin beranjak keluar dari ruangan itu.


"Aku mencintai kamu Diy" Kalimat itu keluar lagi dari mulut Ferdi membuat Diya terhenti untuk melangkah.


"Cinta tidak harus saling memiliki bukan? Maaf kan aku kak, aku tidak bisa bersama mu lagi seperti dulu. Semua telah berubah. Permisi" Ucap Diya membelakangi Ferdi menuju pintu keluar ruangan itu untuk pulang setelah mengucapkan apa yang ia pikirkan saat itu.


Ferdi melihat punggung gadis impian nya sampai gadis itu keluar dari ruangan itu dan tidak terlihat oleh nya lagi.

__ADS_1


"Diy, kenapa sekarang kamu seperti ini? Kau sangat mencintai kamu. Aku tidak bisa kehilangan mu. Aku akan membuat mu kembali kepada ku. Aku yakin kamu pasti masih mencintai ku. Dan aku akan membuat rasa cinta itu kembali untuk ku" Ucap Ferdi penuh keyakinan dan mantap.


***


"Kenapa muka nya di tekuk begitu?" Tanya Ivan saat Diya masuk kedalam mobilnya.


"Kamu kenapa sih gak ngomong dulu kepada mu jika Ferdi ingin bertemu dengan ku. Jika aku mengetahui itu, aku pasti tidak mau bertemu dengan nya" Ucap Diya kesal.


"Maaf kan aku Diy, aku harus bagaimana? Aku sebenar nya juga tidak ingin kamu bertemu dengan nya. Jujur saja hati ini sakit melihat kalian seperti tadi. Tapi aku tidak mau egois. Ferdi bilang ia ingin menjelaskan semua apa yang terjadi kepada nya selama ini dan hanya ingin meminta maaf kepada mu. Oleh karena itu aku menyetujui untuk membantu nya bertemu dengan mu. Agar hati nya tenang karena telah meminta maaf kepada mu" Jelas Ivan.


"Tapi apa kamu tahu jika dia menginginkan ku kembali?"


Degg.....


Jantung Ivan beraksi mendapati bahwa Ferdi menginginkan gadis yang sama dengan nya.


"Apa? Dia bilang gitu ke kamu? Kurang ajar, aku tidak tahu jika dia seperti itu Diy. Dia hanya bilang untuk meminta maaf dan menceritakan semua nya kepada mu. Tidak untuk meminta mu untuk kembali kepada nya. Jika aku tahu semua itu, pasti aku tidak ingin menyetujui kalian bertemu. Apa dia tidak berpikir bagaimana perasaan Sonia jika mengetahui semua ini?" Ucap Ivan menahan amarah nya.


"Jadi apa jawaban mu?" Tanya Ivan penasaran.


"Ya aku tolak lah Van. Gak mungkin aku menerima suami orang. Emang aku pelakor apa? Aku bukan gadis rendahan dan murahan yang hanya bisa merebut kebahagiaan orang. Toh jika aku melakukan hal itu, ntar malah kena karma aku nya. Tidak memberi kepastian bahwa aku akan bahagia bersama nya karena telah merebut nya dari istrinya bukan. Tidak, tidak. Aku tidak mau menjadi duri dalam keluarga mereka" Ucap Diya serius.


"Bagus lah, aku pikir kamu masih mencintai dia dan ingin bersama nya. Aku sempat merasa was-was akan hal itu"


"Was-was? Ya kalau boleh jujur, rasa untuk nya itu ada sedikit banyak nya. Tapi aku tidak mau untuk kembali meski rasa itu ada" Yakin Diya.


"Apa lagi, aku yakin ada seorang lelaki yang begitu setia menemani ku dan membantu ku saat susah dan senang. Sudah tahu ada yang lelaki yang selalu ada untuk ku, untuk apa aku mengejar suami orang yang jelas-jelas sudah jadi milik orang" Ucap Diya sedikit menggoda dan memberi kode bahwa diri nya benar-benar telah membuka hati lebar-lebar untuk lelaki yang di hadapan nya itu.


Ivan tersenyum.


"Aku ingin bertemu dengan orang tua mu boleh?" Ucap Ivan secara tiba-tiba.


Degg....


Jantung Diya berdegup cepat.


"Kenapa? Untuk apa?" Tanya Diya penasaran.


"Untuk meminta restu kepadanya" Ucap Ivan sedikit berbisik dengan lirikan menggoda yang membuat Diya salah tingkah.


"Tapi sebelum itu, aku mau kamu bertemu dengan papa dan mama ku. Aku ingin mengenalkan mu kepada mereka" Ucap Ferdi.


Degg....


Jantung dia kembali berdetak cepat.

__ADS_1


__ADS_2