
Sonia dan mira tampak gelisah mendapati Ferdi masih terbaring tidak sadarkan diri. Kini Ferdi telah di pindahkan di ruang inap vip.
"Ma, ada yang mau Sonia tanyakan kepada mama" Ucap Sonia kepada mertua nya saat mereka berdiri di kedua belah sisi kasur tempat Ferdi berada.
Mira mengangguk dan mengajak Sonia ke sofa yang berada di ruangan itu.
"Ada apa sayang? Mau tanya apa?" Tanya Mira dengan lembut.
"Jadi selama ini Ferdi hilang ingatan ma?" Tanya Sonia penasaran. Walaupun ia sudah mengetahui dari dokter yang baru memeriksa Ferdi tadi. Namun ia ingin lebih pasti mendengar langsung dari mulut mertua nya.
Mira mengangguk membenarkan.
"Jadi selama ini benar Ferdi hilang ingatan?" Ulang Sonia.
"Terus, kenapa mama dan papa tidak pernah cerita tentang hal ini kepada Sonia. Jika kalian bercerita pasti Sonia tidak sekaget ini ma"
"Maaf kan mama dan papa ya sayang. Mama dan papa tidak bermaksud menyembunyikan ini semua. Kami pikir hal ini tidak penting dan tidak seharus nya kamu tahu saya. Kami sudah melihat kamu dan Ferdi bahagia jadi kami tidak ingin merusak kebahagiaan kalian" Jelas Mira yang sebenarnya alasan itu tampak di buat-buat.
"Maaf kan mama dan papa ya sayang" Mira memohon.
"Pantas saja Ferdi sering merasa sakit kepala beberapa bulan terakhir ini ma. Ternyata ini sebab nya. Aku pikir hal yang buruk akan terjadi sama dia" Jelas Sonia.
"Jadi selama ini Ferdi terus mengalami sakit kepala? Kenapa kamu tidak memberi tahu mama?" Mira kaget.
__ADS_1
"Ferdi tidak membolehkan ku untuk memberi tahu siapa pun ma. Dia juga tidak ingin pergi untuk memeriksa kan diri. Takut jika kabar buruk akan membuat pikiran nya kalut. Dia hanya ingin menikmati sisa hidup nya bersama kami ma" Jelas Sonia.
"Ternyata cinta Ferdi terhadap keluarganya sangat lah dalam. Tapi apa mungkin hal ini akan terjadi lagi jika ia telah mengingat kembali masa lalu nya? Gadis si*alan itu. kenapa dia muncul di sini. Ferdi dan Sonia sudah bahagia tanpa dia" Geram mira.
Sonia menarik nafasnya dalam-dalam dan di hembusnya kuat-kuat. Tidak ingin memperpanjang masalah dan menanyakan lebih lanjut. Terlebih di saat ini yang terpenting adalah kesembuhan Ferdi.
"Maafkan mama dan papa ya sayang. Mama juga tidak tahu pasti bagaimana kecelakaan naas itu terjadi. Yang mama tahu Ferdi sudah di larikan kerumah sakit. Dan dia mengalami koma selama beberapa bulan. Setelah sadar mama dan papa mengetahui bahwa Ferdi telah hilang ingatan. memori ingatan nya hanya tersimpan sampai usia nya enam belas tahun. Penyakit itu di sebut Selective Amnesia"
Yah itu lah yang di alami oleh Ferdi. Di mana masa itu dia belum mengenal gadis yang bernama Diya. Saat dia bertemu dengan Diya, usianya sembilan belas tahun. Tentu saja setelah kecelakaan itu dia tidak mengenal Diya. Dan semua memori tentang Diya hilang dalam ingatan nya.
"Setelah kecelakaan itu, kami memutuskan untuk pindah di kota ini. Terlebih Ferdi telah lulus sekolah dan melanjutkan kuliah nya. Tapi sayang sekali Ferdi tidak mau untuk kuliah. Dia lebih tertarik untuk langsung membuka bisnis berupa cafe nya. Hingga pada akhirnya di sana lah kalian bertemu" Mira melanjutkan ceritanya.
Ingatan Sonia kembali terbayang saat pertama kali mereka bertemu. Dimana masa itu Ferdi sedang mempersiapkan opening untuk cafe baru nya. Dimana cafe itu adalah cabang ke dua nya yang terletak di wilayah Panam, Pekanbaru.
Ferdi mendekati gadis itu bermaksud untuk membantu. Namun, karena dia tidak berpengalaman dalam bidang mekanik, ia pun memutuskan untuk menghubungi montir langganan nya untuk datang memeriksa mobil milik gadis yang bernama Sonia itu.
Saat menunggu montir mereka memutuskan untuk mengobrol santai di cafe milik Ferdi. Saling bercanda, ngobrol sekedarnya, dan pada akhirnya mereka saling bertukar nomor telpon.
Karena terus saja saling bertukar informasi dan cerita tentang diri mereka satu sama lain, benih cinta mulai muncul di antara mereka. Hanya bersela satu tahun mereka pacaran dan memutuskan untuk menikah karena Ferdi pun sudah mapan. Secara cabang cafe nya sudah tersebar beberapa daerah. Dan sekarang yang paling baru di kota terubuk Bengkalis.
Setahun setelah menikah mereka telah di karunia seorang putra bernama Junior. Dan sekarang usia junior hampir empat tahun.
Sonia menarik nafasnya dalam-dalam dan di hembusnya kuat-kuat. Kini dirinya mendekati tubuh yang tergeletak tidak berdaya di atas tempat tidur di rumah sakit itu.
__ADS_1
"Sayang, bangun lah. Aku dan Junior membutuhkan mu. Terlebih ada si cabang bayi di dalam rahim ku. Kamu harus kuat sayang. Kamu harus bisa melewati ini semua" Bisik Sonia mencium lembut jidat suami nya.
Mira hanya diam. Pikiran nya kini menerawang terhadap gadis yang bernama Diya itu.
Yah, kini hati nya mulai merasa cemas dan takut. Jika Ferdi telah mengingat semua memorinya bersama Diya nanti, apa yang akan terjadi? Apa Ferdi akan membencinya karena telah berusaha memisahkan nya dengan Diya? Ataukah Ferdi akan meninggalkan istrinya demi Diya gadis kampungan itu? Oh sungguh pikiran itu membuat Mira pusing sendiri. Kemungkinan-kemungkinan buruk terus saja berlalu di pikiran nya.
"Kini apa yang aku takutkan terjadi. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Kehidupan kami sudah tenang selama ini. Namun semua nya bisa hancur karena kehadiran gadis itu" Umpat Mira dalam hati.
"Ma, jika capek mama istirahat saja di rumah. Biar Ferdi aku yang jagain" Ucap Sonia.
"Gak apa-apa kok sayang. Kamu sedang hamil begini mana mungkin mama tinggalin. Biar mama temenin kamu ya sayang" Sungguh lemah lembut tutur bicara Mira berbeda jauh saat dia berbicara dengan Diya.
"Kamu istirahat lah nak. Jangan terlalu banyak pikiran. Ferdi pasti baik-baik saja. Kasihan janin mu. Hari sudah sangat larut. Nanti kamu dan bayi mu yang kenapa-kenapa" Mira memberi nasehat.
Sonia menuruti perkataan mertua nya. Secara tubuh dan pikirannya juga sudah sangat lelah saat ini.
Sonia pergi ke sofa yang ada di ruangan itu. Membaring kan tubuhnya yang lelah dan mulai terlelap.
Mira duduk di kursi samping tempat tidur anak nya. Di tatapnya wajah sendu Ferdi. Hati nya mulai terasa sakit saat mendapati Ferdi seperti ini. Sungguh pikiran kotor mulai memenuhi otak nya. Berpikir bahwa semua yang terjadi karena ulah Diya. Gadis kampungan yang bermimpi untuk jadi cinderella di dalam hidupnya.
Padahal ini semua terjadi karena ulahnya sendiri. Jika waktu itu dia tidak memaksa Ferdi untuk menerima Kethrine dan tidak membuat Diya malu, pasti Ferdi tidak akan lari dari rumah. Dan kecelakaan itu tidak akan terjadi.
"Diya....." Ferdi bangun dari pingsan nya dan menyebut nama gadis yang pernah menjadi orang yang paling spesial dalam hidup nya.
__ADS_1
Sontak membuat Mira kaget. Sonia pun terbangun dari tidurnya mendengar teriakan Ferdi yang bergema.