Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Pertemuan dua gadis


__ADS_3

"Baik pak" Jawab pak Udin terus melaju.


***


Beberapa kali Virda melirik jam tangan nya. Gadis itu gelisah menunggu Ivan dua jam sebelumnya.


"Apa pekerjaan nya belum selesai juga?" Pikir Virda.


"Katanya satu jam sudah clear. Tapi ini sudah dua jam aku menunggu dan dia belum juga datang" Lagi-lagi gadis cantik itu melirik ke arah arlojinya lalu matanya tertuju pada pintu masuk restoran itu dan hasilnya masih nihil.


Virda menarik nafasnya dengan panjang dan di hembuskan nya kuat-kuat.


"Apa kau harus menghubunginya dan bertanya sekarang dia dimana?" Pikir Virda mengimbang-imbang.


"Ah, nanti aku menganggu pekerjaan lagi" Katanya dalam hati.


"Aduh Ivan.....dari jauh aku datang hanya untuk bertemu dengan mu, ingin berduaan sama kamu. Sampai-sampai aku rela meninggalkan pekerjaan ku hanya untuk bertemu kamu Tapi kamu tidak mengerti. Aku cinta sama kamu Ivan......cinta sekali. Walau kamu hanya menganggap ku sebagai adik mu, tapi aku tidak pernah berputus asa. Suatu saat nanti kamu pasti menjadi milik ku. Menerima cinta ku dan menjadi kekasih ku. Aku sangat mengharapkan hari itu terjadi Ivan. Sungguh-sungguh menantikan nya" Pikir Virda tersenyum sendiri.


Virda bangkit dari mobilnya saat melihat Ivan turun dari mobil dan di ikuti oleh Diya.

__ADS_1


"Siapa gadis itu?" Tanya Virda kepada dirinya saat melihat Diya menghampiri Ivan dan mereka sama-sama masuk. Virda tersenyum kecut saat Ivan menyapanya.


"Maaf ya Vir agak telat" Kata Ivan sambil cipika-cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri. Dimana kedua pipi orang yang berbeda saling menempel dan di disertai dengan salaman).


"Oh ya Vir, kenalin ini Diya sekretaris ku" Kata Ivan memperkenalkan Diya kepada Virda.


"Oh...sekretaris mu, aku pikir"


"Apa? Pacar?" Tebak Ivan langsung mengetahui jalan pikiran gadis itu. Virda hanya tersenyum mendengar Ivan berkata seperti itu.


"Hello aku Diya"


Pelayan datang mengantarkan daftar menu makanan.


"Kalian mau pesan apa?" Tanya Ivan kepada kedua gadis yang cantik-cantik itu.


"Terserah bapak saja" Sahut Diya yang dari tadi hanya mengikuti Ivan kemana pergi.


"Sama deh" Sahut Virda pula.

__ADS_1


Hening diantara mereka setelah pelayan pergi


"Gimana hasil kerja kamu? Apa semuanya beres?" Tanya Virda memecah keheningan.


"Beres" Jawab Ivan singkat sambil mengotak-atik ponsel nya. sesekali tampak wajahnya melirik ke arah gadis yang ada di samping nya itu. Diya hanya menundukkan kepala nya. Terlihat ada perasaan yang canggung di wajahnya terlebih lagi saat ia menyadari Ivan selalu meliriknya dengan tatapan penuh arti membuatnya kembali teringat atas perkataan pemuda itu tadi pagi. Perkataan Ivan yang masih terdengar jelas di telinganya.


"Belum ada yang mau"


"Ada"


"Siapa?"


"Saya"


Percakapan itu masih saja menghantui dirinya. Diya takut kejadian yang lalu masih terulang kembali. Bukan nya Diya tidak suka ada lelaki berparas tampan menyukainya, namun ada hati yang harus di jaga dan sampai saat ini dia masih menunggu nya walaupun tidak tau entah sampai kapan.


"Sudah lama kamu bekerja sama dia Diy" Tanya Virda memecah keheningan.


"Masih baru" Jawab Diya dengan senyum yang tampak di buat-buat.

__ADS_1


"Kamu harus hati-hati kerja sama Ivan Diy. Dia paling suka membuat hati para gadis klepek-klepek setelah itu, ya.....di cuekin" Sindir Virda kepada Ivan melirik ke arah lelaki itu yang sibuk bermain ponsel nya.


__ADS_2