Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Acara pernikahan yang sah


__ADS_3

"Sayang, kamu sudah datang" Sapa Virda saat melihat Ivan masuk ke ruangan tempat dirinya di rawat.


"Sudah selesai kan beres-beres? Ayo" Ujar Ivan tanpa basa basi.


"Lo, kok buru-buru sih. Santai saja dong sayang. Kamu tahu sendiri kan aku baru selsai operasi, jadi gak boleh gerak terlalu cepat-cepat" Ujar Virda dengan nada yang lembut nya namu terdengar sangat tidak enak di dengar oleh Ivan.


Ivan memperlihatkan wajah kesal nya kepada Virda.


"Sayang, bantuin aku untuk berdiri" Ujar Virda bersikap manja.


"Kamu kan bisa sendiri bangun nya" Ujar Ivan kesal.


"Sayang, kamu lupa ya aku kan baru selesai operasi nya. Apa-apa harus di bantuin dong"


"Kamu gak lupa kan kalau aku ini sedang mengandung anak kamu. Kamu harus siaga dong sama aku. Jika terjadi apa-apa sama anak kamu gimana? Jadi kamu harus selalu perhatian dan siaga sama ibu nya dong biar anak nya baik-baik saja" Ujat Virda lagi dengan suara lembut nya.


Ivan memang terlihat kesal, jika saja dia tidak memikirkan ancaman dari Virda untuk memberi tahukan keadaan nya kepada Diya, mungkin laki-laki itu sudah pergi meninggalkan nya. Terserah apa yang terjadi kepada gadis indobel itu. Yang jelas Ivan sudah sangat lelah melayani dan menuruti semua kemauan gadis blasteran itu.


***


Undangan pernikahan sudah di sebar di seluruh teman-tema terdekat, saudara terdekat dan para klien dan orang-orang besar lain nya yang Ivan kenali.


Tampak acara pernikahan yang di gelar di salah satu hotel terkenal berbintang lima di kota itu.


Dekor yang di hiasi sesuai dengan keinginan Diya yaitu tema adat suku melayu. Kain yang berwarna wani menghiasi setiap dinding yang ada di dalam ruangan tempat acar itu berlangsung. Ya, ini lah khas adat melayu kain yang berwarna warni ini menceritakan berbagai arti.


Putih sebagai lambang kesucian


Merah sebagai lambang persaudaraan dan keberanian


Kuning sebagai lambang kekuasaan, warna ini juga biasa dipakai untuk pakaian keluarga raja.


Biru sebagai lambang keperkasaan dilautan, pakaian bagi laksamana kerajaan


Hijau sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran


Hitam sebagai lambang keperkasaan


Keemasan sebagai lambang kejayaan dan kekuasaan


Sesuai dengan keinginan Diya, dua hari sebelum acara pernikahan, malam hari nya akan di adakan acara berinai yang akan di iringi dengan bermain rebana saat berinai itu berlangsung. Dan setelah selesai memasang inai di kedua mempelai, maka di lanjutkan dengan acara bermain berdah sampai larut malam.


Besok sore nya akan di adakan acara berandam (di lakukan hanya mempelai wanita) yang di iringi oleh musik gendang, ketawa dan gong.


Terus malamnya akan di adakan acara akad nikah. Ivan dengan lantang dan satu tarikan napas saja mengesahkan ikatan pernikahan nya kepada gadis yang ia cintai secara sah. Kini tidak sah di mata agama saja, namun sudah sah di mata hukum. Setelah acara akad nikah, langsung di adakan acara tepuk tepung tawar (di lakukan oleh kedua mempelai) yang di iringi dengan bermain gendang, ketawak dan gong lagi seperti acara berandam itu.


Di hari H tepat nya di pagi hari sekitar jam sembilan akan di adakan katam al-quran (bisa di lalukan oleh salah satu mempelai bisa juga kedua nya).


Setelah nya akan di adakan acara berarak (di mana mempelai laki-laki berarak dari suatu tempat menuju tempat acara itu berlangsung dimana mempelai wanita telah menanti kehadiran nya di tempat tersebut) yang di iringi dengan bermain kompang.


Setelah acara berarak akan ada acara buka pintu (di mana ada kain pembatas yang menghalangi mempelai laki-laki untuk bertemu dengan mempelai wanita. Sehingga di saat itu akan terjadi balas pantun antara kedua belah pihak sampai selesai pantun baru lah kain penghalang itu di buka). Setelah acara buka pintu dan berbalas pantun baru lah Diya dan Ivan bersanding di pelaminan.


Hari H itu Diya tampan sangat cantik. Aura pengantin nya terlihat keluar. Diya memakai baju kebaya laboh berwarna kuning keemasan dengan benang emas yamg terukir di baju tersebut.


Warna kuning keemasan di pilih kedua nya sebagai simbol kebesaran, kemegahan, dan otoritas di acara pernikahan nya.


Aksesoris-aksesoris yang menghiasi Diya berupa perkakas andan (mahkota untuk menghias kepala pengantin yang dibuat dari beludru berwarna hitam dan dihias taburan mani-manik berwarna-warni.), Bunga cina (opsi lain yang di gunakan sebagai mahkota pengantin wanita di buat dar sejenis sunting berbentuk dironce yang berjumlah tujuh buah yang di sematkan di sanggul lintang. Sunting ini lah yang menjadi kekhasan pengantin melayu riau, Jurai (di pakai di telinga bagian kanan dan kiri), anting-anting berwarna emas dan memiliki inti permata berwarna merah jambu yang berkilau, Sabai (selendang kecil yang menghiasi bahu sebelah kanan mempelai wanita), Duku papan (kalung pengantin), pending (ikat pinggang pengantin), dan gelang lengan, dan sendal pengantin.


Hari itu Diya tampak sangat cantik dengan memakai aksesoris aksesoris pengantin khas melayu Riau tersebut. Ia tampak seperti seorang permaisuri hari itu mereka akan menjadi raja sehari dan permaisuri sehari.


Ivan pun tampak gagah dengan memakai baju kurung cekak musang berwarna senada dengan Diya.

__ADS_1


Aksesoris yang di pakai nya pun berupa


Mahkota yang di pakai di atas kepala, Tanjak (topi kebesaran mempelai pria), duku papan (kalung pengantin), sabai (selendang kecil yang di pakai di bahu sebelah kiri mempelai pria), pending (ikat pinggang pengantin), sepatu, keris (memiliki bentuk kepala burung serindit dan di selipkan di pinggang sebelah kiri).


Itu lah aksesoris yang di pakai oleh para pengantin khas melayu riau. (Saya tulis hanya pakaian ada untuk bersanding ya mak. Sebenar nya setiap acara pakaian yang di pakai pengantin berbeda-beda.)


Para tamu undangan memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Tatapan mata Ivan tertuju dengan sesosok insan yang ada di sudut ruangan tempat acara pernikahan nya berlangsung. Ivan mengecilkan matanya memastikan apakah pandangan mya benar, atau salah.


Setelah di amati, ternyata benar dia lah gadis blasteran yang selama ini selalu menganggu hidup nya dengan penuh ancaman demi ancaman yang ada.


"Ngapain tuh orang datang kesini? Mau cari masalah atau bagai mana sih?" Batin Ivan dengan mata yang melotot ke arah gadis itu yang tak lain adalah Virda.


"Sayang, sebentar ya aku mau ke toilet dulu" Ujar Ivan bohong.


Diya mengangguk mengizinkan.


"Ya ampun Diya, cantik banget sih kamu. Sumpah aku jadi gak kenal lo sama kamu. Pangling aku nya. Memang cocok deh jadi ratu sehari" Ujar Yuli bersalaman bersama Diya untuk mengucapkan selamat.


"Ivan mana?" Tanya gadis yabg sedikit gendut itu lagi.


"Ke toilet sebentar" Jawab Diya.


"Oh"


"Diy, foto yuk" Ajak Yuli lagi.


"Boleh dong"


***


"Vir, kamu ngapain ke sini?" Tanya nya sedikit kesal saat mereka sudah berada di luar ruangan.


"Aku kan cuma mau menghadiri pesta pernikahan sahabat ku" Jawab Virda seenak nya.


"Kamu juga tega banget sih sama aku. Masa kamu gak ngundang-ngundang sih di acara pernikahan kamu. Untung saja tadi aku datang ke kantor mu. Dan kata para karyawan mu, kamu sedang melaksanakan acara pernikahan. Maka nya aku datang ke sini" Ujar Virda cemberut berlagak cemberut.


Ivan memijit kepala nya yang teras berat karena kehadiran Virda di sana. Sejujurnya laki-lagi bertubuh kekar itu takut jika Virda bertindak nekat dan mengacaukan acara pernikahan nya.


"Vir, lebih baik kamu pulang. Kamu kan baru selesai operasi harus banyak istirahat agar operasi mu cepat sembuh" Ivan memberi saran.


"Gak apa-apa. Aku sudah baikan kok.. Lagian, aku juga pengen lihat acara pernikahan mu semegah apa. Jangan lupa acara pernikahan dengan ku kelak pun semewah ini ya sayang. Kamu harus nya bangga lo menikah sama aku. Aku sudah ketahuan sedang mengandung anak mu. Dan pasti nya aku tidak mandul. ya. Kalau Diya, belum tentu ya dia bisa di buahi sama kamu" Ujar Virda menyindir.


"Virda, kamu ngapain berbicara seperti itu? Asal kamu tahu ya meski pun Diya tidak bisa di buahi atau apa pun itu, aku tetap mencintai nya dan menerima nya apa adanya" Tegas Ivan.


"Eit, jangan bilang begitu sayang" Ujar Virda mencolek dagu nya Ivan.


"Ingat kan, dalam waktu beberapa tiga bulan kedepan, kamu harus menceraikan Diya. Jika tidak, tahu sendiri kan akibat nya apa" Ujar Virda lagi sambil tersenyum licik.


"Ya, aku ingat, aku ingat semua itu. Jadi aku mohon sama kamu, tolong kamu pulang dari sini. Jangan membuat suasana yang seharusnya bahagia menjadi suram gara-gara kehadiran mu" Ujar Ivan mengalah.


"Kamu ngusir aku Van? Beneran kamu ngusir aku ni?" Tanya Virda.


"Masih ingat kan aku mempunyai bukti kuat. Mau acara ini berantakan?" Tambah nya lagi.


Kembali Ivan pusing dengan tingkah laku sahabat nya yang kini telah menjadi ancaman besar bagi nya.


"Jadi mau kamu apa sekarang?" Ujar Ivan kehabisan akal untuk mengahadapi wanita itu.


"Aku hanya ingin jadi tamu kok di acara pernikahan mu. Aku hanya mau menyaksikan hari kebahagiaan sahabat ku bersama gadis yang ia cintai. Aku hanya ingin kau mengizinkan aku di sini boleh kan?" Ujar Virda mengernyit matanya.

__ADS_1


"Jika gak boleh, yah tahu sendiri apa yang terjadi kan Van" Ancam gadis blasteran itu lagi.


"Iya, iya. Tapi kamu harus janji. Jangan kamu membuat keributan di acara pernikahan ku. Jika kamu melakukan itu, aku tidak akan pernah bertanggung jawab tentang apa yang terjadi pada mu saat ini" Ivan balik mengancam.


"Tenang saja sayang aku akan bersikap manis kok di acara yang bersejarah untuk mu ini" Ujar Virda kembali mencolek dagu nya Ivan.


***


"Van, kenapa lama sekali sih? Para tamu undangan tanyai kamu terus tu" Ujar Diya saat melihat Ivan kembali.


"Maaf sayang, tadi ada telfon dari kantor. Ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani hari ini. Jadi aku menunggu karyawan ku datang untuk mengantar berkas itu" Bohong Ivan.


"Oh begitu" Ucap Diya mengerti.


"Hallo Diy, Van" Sapa seseorang.


Diya tampak kaget mengetahui siapa yang datang di hadapan nya.


"Virda?"


"Iya, aku Virda. Selamat ya atas pernikahan kamu dan Ivan" Ucap nya dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.


"Iya terima kasih ya Vir" Ucap Virda.


Virda memeluk Diya, namun pelukan itu tidak di balas oleh Diya.


"Jaga Ivan baik-baik ya, Jangan sampai nanti nya Diya berpaling pada ku. Aku dan dia tidak bisa di pisahkan karena ada suatu yang telah menghubungi kami berdua dan harus bersatukan" Bisik Virda ke telinga Diya.


Diya kaget mendengar apa yang di katakan Virda.


Raut wajah yang tadi nya tersenyum dengan senang, kini berubah menjadi bingung. Yah gadis itu bingung dengan ucapan Virda barusan. Apa maksud dari omongan nya? Hubungan? Hubungan apa yang dia maksud? Satu persatu pertanyaan mulai muncul di otak nya Diya.


Diya melihat Virda dan Ivan secara bergantian dengan wajah yang bingung. Virda tersenyum puas melihat perubahan raut wajah Diya.


"Van, selamat ya atas pernikahan mu" Ucap nya bersalaman dengan Ivan.


Kini, Virda memeluk Ivan.


"Ingat janji mu ya sayang. Nikmati waktu mu yang sedikit bersama istri mu" Ujar Virda berbisik di telinga Ivan.


Tentu saja Ivan tidak senang di perlakukan begitu oleh Virda, terlebih lagi di hadapan Diya.


Diya menatap heran kepada kedua sahabat itu. Sejujurnya dirinya masih bingung dengan untaian kata yang di bisikan Virda kepadanya. Di tambah dengan Virda memeluk suami nya seperti itu. Seperti ada hal yang mereka sembunyikan. Pikir Diya.


"Apa ini ada sangkut paut nya dengan perubahan sikap Ivan yang kini semakin penuh dengan masalah dan tidak mau menceritakan semua nya kepada ku?" Batin Diya bertanya-tanya.


"Ya Allah, ada apa semua ini? Apa yang terjadi sebenar nya? Apa yang di sembunyikan oleh mereka berdua?" Pikir Diya.


Virda tersenyum senang melihat Diya yang tampak kebingungan seperti itu.


"Kurang ajar kamu Vir, apa yang kamu bisikan kepada Diya sehingga membuat raut wajah Diya berubah terlihat kebingungan seperti itu?" Ivan menatap Virda dengan tatapan yang tajam.


Namun, orang yang di tatap malah tersenyum puas sambil melambaikan tangan nya dengan hati yang senang.


"Aku yakin, Diya pasti akan bingung dengan maksud ku tadi dan Diya pasti akan bertanya kepada Ivan tentang apa yang aku ucapkan barusan. Diya pasti merasa kecewa sama Ivan. Dan malam ini, malam yang seharus nya menjadi malam istimewa untuk mereka, akan menjadi malam yang sangat menyakitkan. Karena akan terjadi pertengkaran hebat oleh kedua pengantin baru ini" Batin Virda tersenyum puas.


"Sayang, ada apa?" Tanya Ivan bersikap tidak tahu apa-apa.


"Oh gak, gak ada apa-apa kok" Jawab Diya.


Senyuman yang gadis manis itu pancarkan kini tampak di paksakan. Hati dan pikiran nya yang tadi nya tenang, kini merasa gelisah dengan kata-kata Virda barusan.

__ADS_1


__ADS_2