
Ivan dan Diya pergi ke salah satu hotel untuk melanjutkan menyewa hotel tersebut sebagai tempat pernikahan mereka setelah mereka pulang dari kantor..
Kring, kring,
Ponsel Ivan berdering....
Ivan melihat ponsel nya siapa yang menelepon dirinya sore itu.
Terlihat wajah Ivan berubah pias setelah mengetahui siapa yang menelepon dirinya.
"Siapa Van?" Tanya Diya yang duduk di samping nya saat mereka menuju hotel tersebut.
"Virda" Jawab Ivan datar.
Mendengar nama itu, kembali hati Diya terasa nyeri..
"Ngapain lagi itu cewek menghubungi Ivan? Apa dia pura-pura sakit lagi?" Batin Diya.
__ADS_1
Setelah beberapa detik berlalu, ponsel Ivan kembali berdering.
Kembali Ivan mengabaikan ponsel nya.
Tak putus asa, Virda pun mengirim sebuah pesan kepada Ivan.
"Hay sayang, sudah pulang kerja?" Pesan nya.
"Kenapa tidak mengangkat telpon ku?" Pesan nya lagi.
"Van, ingat apa yang terjadi kepada kita kemaren malam. Kamu harus bertanggung jawab dengan semua itu. Aku akan menuntut mu jika kamu tidaka mau bertanggung jawab" Gertak Virda melalui pesan nya.
"Siapa?" Tanya Diya melihat wajah Ivan yang berubah menjadi kesal seperti itu.
"Virda" Jawab Ivan dengan acuh nya.
"Kenapa lagi dia?" Tanya Diya ikut heran.
__ADS_1
"Membahas kejadian kemaren malam. Diy, aku benar-benar muak sama dia. Aku gak ngerti sama Virda kenapa sekarang dia begitu berubah nya kepada ku. Aku jadi heran dengan sikap nya sekarang. Selama tujuh tahun aku mengenal nya, dia tidak bersikap seperti sekarang. Tapi sekarang, sekarang entah mengapa dia seperti ini" Ujar Ivan sedikit heran dengan perubahan drastis sahabatnya.
"Van, Virda bersikap seperti itu ya mungkin dia cemburu melihat kamu bersama ku. Kamu tahu tidak dia menyukai kamu. Aku tahu itu, dari cara nya menatap mu, dari tingkah laku nya semua menunjukan bahwa dia mencintai kamu" Ujar Diya dengan nada yang bisa di katakan ia pun cemburu mengatakan bahwa Virda mencintai tunangan nya.
"Iya aku tahu, aku sudah lama mengetahui hal itu" Ujar Ivan menatap kosong ke arah depan.
"Diy, besok kita melakukan ijab kobul ya di kantor KUA. Acara nya tertutup saja. Hanya aku, kamu dan keluarga kita yang hadir di sana. Jujur aku sudah muak dengan kehadiran Virda. Aku tidak mau jika sampai dia tahu kita melakukan ijab kobul dan dia akan melakukan berbagai cara untuk menggagalkan acara kita" Ujar Ivan.
Diya tampak kaget dengan rencana Ivan yang terlihat begitu mendadak.
"Apa tidak terlalu cepat Van? Bukan nya rencana awal kita melakukan pertunangan dulu. Yah meski kita sudah melakukan nya di kampung dan hanya resepsinya saja di sini. Dan setelah itu baru kita melakukan pernikahan" Ujar Diya.
"Iya aku tahu, tapi kamu lihat sekarang. Virda begitu nekat untuk memisahkan kita. Aku juga takut dia akan menyakiti kamu nanti nya"
"Kamu yakin mau menikah secepat itu?" Tanya Diya kurang yakin dengan apa yang Ivan katakan barusan. Yah karena bagi nya itu terlalu mendadak.
"Pasti nanti keluarga ku akan berpikir aku telah melakukan yang aneh-aneh sama Ivan sampai-sampai aku harus menikah secepat ini dengan nya" Ujar Diya dalam hati. Sungguh hati nya begitu berat jika menikah seperti ini.
__ADS_1
Diya tampak berpikir. Ia tidak bisa menjawab dan memberi keputusan atas rencana Ivan barusan.