Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Mulai open


__ADS_3

"Kamu bisa membaca pikiran juga?" Tanya Diya mengikuti Ivan duduk di sofa ruang keluarga.


"Tidak"


"Lalu....."


"Asal tebak saja. Berarti tebakan ku benar?" Tanya Ivan menatap lekat mata sang gadis.


Melihat itu Diya berpaling membuang muka dan berlalu menuju ke dapur. Baru beberapa langkah ia berhenti dan kembali menoleh ke Ivan.


"Apa ada kopi atau teh di dapur?" Tanya Diya mengubah topik pembicaraan.


"Belum. Aku hanya membeli perabotan rumah tidak beli persediaan untuk di dapur. Toh di sini tidak ada penghuni nya"


"Eh...iya" Diya menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal. Malu juga ada di hatinya kedapatan pertanyaan yang ia ajukan tidak masuk di akal. Dan kembali duduk di samping Ivan


"Aku berharap suatu saat nanti aku bisa tinggal di sini bersama gadis yang aku cintai" Kata Ivan serius menatap lekat ke wajah Diya. Menandakan bahwa ia sangat berharap Diya lah menjadi pasangan hidupnya kelak.

__ADS_1


Diya menunduk tidak mau menatap wajah lelaki di hadapan nya. Ada perasaan bimbang kembali menghantui nya. Dia tau bahwa lelaki di hadapan nya mengingin kan nya, dan juga saat ini Diya sudah mulai nyaman dan aman saat bersama Ivan. Tapi dia juga masih menjaga hati untuk Ferdi.


Ingin rasanya Ia kembali membuka hati, tapi rasa takut bercinta di tinggal pergi begitu saja membuat nya sedikit trauma. Entah lah, Entah apa yang ada di dalam hati Diya saat ini dia juga bingung akan perasaan nya saat ini.


Melihat Diya tidak bersuara dan hanya menunduk


"Ayo"


"Kemana" Jawab Diya kaget.


"Ke minimarket membeli persediaan dapur. Mulai hari ini kamu tinggal di sini" Jelas Ivan menarik gadis itu. Diya mengikuti langkah Ivan. Tersenyum kecil menatap kepala belakang lelaki itu yang masih terus menarik nya menuju ke luar rumah.


Sesampai nya di mobil.


Ivan mengerut kening nya melihat Diya masih lekat menatap nya dengan senyum kecil terlukis di bibir pink milik nya.


"Mau masuk, atau masih melamun di sini?" Tanya Ivan mengagetkan lamunan Diya.

__ADS_1


"Eh iya, tapi bagaimana dengan baju-baju ku dan alat-alat di kos sana" Diya mengubah topik bicara nya agar Ivan tidak curiga dirinya sedang memperhatikan lelaki itu.


"Setelah belanja, kita ke kos mu mengambil barang-barang mu dan Yuli di sana"


"Kita berdua?" Tanya Diya.


"Gak, bertiga dengan pak Udin" Jawab Ivan memanjang kan mulutnya mengarah pada pak Udin yang berdiri di samping mereka.


Diya ngenyir kaya kuda nil menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal. Kenapa Akhir-akhir ini gadis itu selalu salah tingkah saat berada di hadapan Ivan.


"Aduh, kenapa ini? Kenapa sekarang aku jadi kikuk gini sih? Kenapa salah tingkah terus di hadapan Ivan. Ayo Diya, fokus fokus tralala" Pekik nya dalam hati memberi semangat pada diri sendiri.


"Masih mau masuk atau tetap berdiri di sana?" Tanya Ivan di dalam mobil.


"Eh iya, aku masuk"


Ivan tersenyum senang mendapati Diya yang sekarang sudah mulai sedikit open dengan nya tidak seperti dulu misterius dan sangat sulit di dekati.

__ADS_1


Jika terus begini, pasti akan mudah memenangkan hati gadis itu pikirnya.


__ADS_2