
"Kompor ya....mau manas-manasin" Ujar Ivan tidak memperdulikan kedua gadis itu dan masih sibuk dengan ponselnya.
"Emang benar kok....Itu fakta" Cibir Virda meyakini dan tidak memperdulikan respon Ivan yang acuh tak acuh dengan sindiran nya.
"Terus....Mulai lagi" Sahut Ivan masih sibuk dengan ponselnya.
"Maaf pak, Vir aku mau ke toilet dulu" Ujar Diya tidak enak hati atas perangai kedua insan yang berlainan jenis kelamin itu. Ia bangkit dari duduknya dan berlalu dari kedua orang itu.
"Aku kecewa Van sama kamu. Kecewa sekali" Ujar Virda saat Diya tidak terlihat lagi.
"Kecewa kenapa?" Tanya Ivan acuh tak acuh.
"Aku kecewa dengan sikap mu ini. Dari jauh aku datang untuk bertemu dengan kamu, berduaan sama kamu, tapi....sepertinya kamu tidak menghargai aku" Ivan menutup ponselnya mendengar Virda berkata seperti itu.
"Apa maksud kamu Vir?" Cowok itu jadi penasaran.
"Kenapa kamu membawa sekretaris mu kesini? Sedangkan ini rencana kita berdua kan? Aku ingin hanya kita berdua Van. Aku ingin selama liburan ku di sini untuk kita. Aku tidak mau ada orang lain menganggu waktu kita Van" Ivan mengerut keningnya.
__ADS_1
"Kamu cemburu ya?" Jawab Ivan.
"Iya, jelas aku cemburu" Tegas Virda sedikit kesal. Ivan tersenyum melihat sikap Virda seperti itu
"Virda....Virda.....kamu tahu kan siapa aku? Bagaimana aku? Tidak mungkin aku menyuruhnya pulang sendirian, sedangkan aku sudah berjanji kepadanya mau traktir makan siang merayakan kesuksesan proyek ini. Dan kebetulan kita ada janji makan siang. Tidak ada salahnya aku menepati janji itu Dimana janjinya bersama kamu dan Diya" Jelas Ivan.
"Tapi kan tidak harus sekarang juga traktir dia makan nya. Lain kali kek, kapan-kapan gitu. Jangan sekarang lah" Virda semakin kesal.
"Oke deh, mulai sekarang aku akan menemani mu kemana pun kamu pergi" Akhirnya Ivan mengalah. Ia tidak mau bertengkar dengan gadis Indobel itu. Dia tahu bagaimana keras kepalanya gadis itu saat menginginkan sesuatu.
"Benarkah?" Teriak Virda kegirangan langsung memeluk pemuda yang ada di hadapannya.
Virda meregangkan pelukan nya.
"Apa?"
"Setelah pulang kantor, baru aku temani. Bagaimana?" Ivan nyengir.
__ADS_1
"Yah....sama aja deh. Jadi selama kamu di kantor aku harus ngapain?"
"Ya,, terserah. Mau belanja kek, ke salon kek, atau jalan-jalan kek. Terserah kamu" Mengambil gelas yang berisikan air mineral dan meneguk nya.
"Van, bagaimana kalau aku kerja di kantor kamu" Kata Virda memberi usul. Ivan tersedak mendengar usulan dari Virda dan meletakan kembali gelas yang ada di tangan nya ke atas meja.
"Apa? Kamu mau bekerja di kantor ku?" Ulang Ivan kaget dan di balas Virda dengan nyengir kuda.
"Bagaimana? Bisa?"
"Kenapa tidak" Balas Ivan.
"Bagaimana dengan pekerjaan mu? Bukan kah kamu sangat menyukai pekerjaan itu?"
"Sekarang tidak lagi. Karena aku sudah mendapatkan pekerjaan baru yang paling aku sukai yaitu dekat sama kamu"
"Kamu serius Vir? Tanya Ivan penasaran
__ADS_1
"Serius" Jawab Virda dengan canda.
Ivan menatap kedua bola mata gadis itu untuk mencari apakah gadis itu benar-benar serius akan perkataan nya barusan.