
"Akhirnya semua berjalan dengan lancar ya Diy" Ujar Ivan duduk di kasur di mana kasur itu biasa nya tempat Diya istirahat.
Yah, sekarang Ivan telah tinggal bersama Diya di rumah yang Ivan beli memang untuk dirinya jika nanti sudah berumah tangga.
"Iya" Jawab Diya singkat padat jelas. Jujur saja hati nya masih was-was dan gelisah.
"Apakah malam ini menjadi malam yang bersejarah untuk nya dan Ivan?" Pikir nya. Diya sangat gugup saat membayangkan apa yang akan terjadi pada nya yang akan di hitung dalam hitungan jam saja.
"Kamu kenapa Diy, sini duduk di samping aku. Gak capek berdiri di situ dari tadi?" Ujar Ivan melihat Diya yang masih berdiri mematung di samping pintu masuk.
"Ha?" Jawab Diya kaget dengar ucapan Ivan.
"Dia meminta ku duduk di samping nya? Apa dia meminta ku melakukan nya sekarang? Apa harus sekarang tampa ada pemanasan dulu? Atau bagaimana? Aduh...memikirkan nya saja membuat kepala ku mau pecah" Ujar Diya dalam hati.
"Kok masih berdiri di situ lagi sih Diy, ayo sini...." Ajak Ivan lagi.
__ADS_1
"Ha? Apa harus sekarang?" Tanya Diya spontan.
"Apa? Sekarang apa?" Ivan balik tanya. Jujur saja Laki-laki yang kini sudah berstatus sebagai suami Diya itu sedikit bingung dengan apa yang di bicarakan oleh istrinya.
Diya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Tapi kata mu, kamu tidak akan meminta nya sebelum aku siap" Ujar Diya pelan.
Ivan terkekeh lucu melihat perangai polos istri nya itu. Jujur saja dirinya memang belum memikirkan untuk meminta hak nya kepada istrinya itu. Ivan sudah berjanji bahwa ia akan meminta nya setelah menikah secara hukum dengan Diya. Itu pun jika Diya sudah bersedia. Jika tidak, yah harus tahan lah ya.
Bukan nya nikmat nanti, malah jadi masalah dan kesakitan pulak. Begitu lah yang di pikirkan Ivan saat ini.
"Kamu memikirkan apa sih Diy, aku menyuruh mu duduk di samping ku ya karena aku kasihan melihat kamu berdiri di situ. lagian gak capek apa berdiri terus dari tadi?" Tanya Ivan.
"Kamu tenang aja Diy, sesuai dengan janji ku. aku tidak akan mungkin meminta nya jika kamu belum siap" Tambanya lagi.
__ADS_1
Diya merasa sedikit lega saat Ivan mengatakan hal itu.
"Ya sudah Diy, aku mandi dulu ya. Gerah pakai baju pengantin seperti ini" Ujar Ivan mengambil handuk nya yang berada di dalam koper yang telah ia siap kan untuk pindah ke rumah nya Diya.
Diya mengangguk menyetujui.
"Aku siapkan makanan nya ya" Ujar Diya.
Ivan tersenyum mendengar perkataan istrinya dan berlalu menuju kamar mandi.
Setelah melihat Ivan berlalu dari hadapan nya, Diya pun menghempaskan diri nya di atas kasur.
"Aku beneran sekarang sudah menjadi istri orang? Rasanya seperti mimpi saja" Batin Diya.
"Ya Allah....Jadikan lah aku istri yang patuh terhadap suami ku, Istri yang terbaik di antara yang terbaik untuk suami ku. Jadikan lah rumah tangga kami rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah. Sehingga kami bisa menggapai surga mu dengan menjalani biduk rumah tangga ini ya Allah. Aamiin" Doa Diya memejamkan kedua matanya.
__ADS_1