Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Maafkan aku Diy


__ADS_3

"Ivan memang memberikan itu sebagai hadiah, tapi aku tidak tahu kalau itu isinya ponsel kak. Aku benar-benar tidak tahu kak" Bela Diya mulai menangis dan ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


"Oh....Jadi kamu mau saja menerima hadiah dari orang yang baru kamu kenal, begitu?" Tekan Ferdi dengan ketus.


"Tolong kak.....Coba mengerti aku" Jelas Diya lagi kini air mata nya tidak terbendung lagi. Ia biarkan air bening itu meleleh dipipinya.


"Sebenarnya, aku tidak mau menerima nya. Tapi aku terpaksa kak, aku tidak mau dia tersinggung atas penolakan ku itu. Jadi aku terima saja atas nama sebuah persahabatan. Tidak ada maksud lain kak"


"Persahabatan?" Ferdi mencibir.


"Ini baru sebuah persahabatan, jika dia menginginkan dirimu, apa kamu akan memberikan nya juga?"


"Kak...." Diya teriak kaget. Semua mata memandang ke arah mereka penuh tanda tanya. Ferdi tersenyum kecut untuk menguasai suasana.


"Tidak ada apa-apa kok. Hanya bercanda saja" Katanya memberi penjelasan palsu agar perhatian teman-temannya tidak tertuju ke arah mereka. Keadaan normal kembali.

__ADS_1


Diya menggigit bibirnya menahan tangis supaya teman-teman nya tidak mendengarkan kalau mereka sedang bertengkar apa lagi Yuli.


Suasana benar-benar hening diantara mereka berdua. Cuma sesekali terdengar isak tangis dari Diya yang tidak menyangka kalau kata-kata kotor itu keluar dari mulut Ferdi. Ya...Orang yang sangat dicintainya, hatinya benar-benar sakit, perih....


Ferdi gelisah, pemuda itu jadi serba salah untuk mempercayai semua penjelasan Diya tadi.


Antara ya dan tidak, antara percaya dan cemburu. Pemuda macho itu menghembuskan nafas panjang untuk membuangkan semua rasa dan fikiran nya saat ini.


"Maaf kan aku Diy," Setelah lama terdiam Ferdi pun mulai mencairkan suasana setelah sedikit demi sedikit kemarahan nya mereda.


"Aku telah berkata kasar padamu. Maafkan aku ya" Pujuknya sambil menghapus air mata gadis itu. Diya tidak menjawab. Air matanya nya terus mengalir dipipinya yang mulus.


"Tolong maafkan aku ya" Ferdi memohon. Diya mengangguk merekapun saling berpelukan. Memang sejak tadi Diya sudah memaafkan Ferdi. Apa yang berlaku tadi itu adalah sebuah kesalah pahaman diantara mereka.


"Aku juga minta maaf kak. Karena telah membuat kakak marah" Kata gadis itu dalam pelukan kekasihnya.

__ADS_1


"Sudah lah....Aku percaya pada mu. Yang penting sekarang kita saling percaya, saling menjaga dan saling setia" Diya mengangguk lagi seraya melepaskan pelukan nya.


"Aku sayang kamu kak" Ucapnya lirih.


"Aku juga" Jawab Ferdi sambil menghapus air mata gadis itu. Sekali lagi mereka berpelukan mesra seakan terbebaskan beban pikiran yang tadi sempat merusak suasana yang romantis ini. Mudah-mudahan kejadian tadi tidak akan terulang lagi aamiin....


*****


Disisa liburan seperti sekarang ini, tidak banyak yang dilakukan Diya di rumah. Selain membantu ibunya yang sibuk memasak untuk jualan nanti malam. Diya kaget saat tiba-tiba Siti datang menghampirinya dan berbisik.


"Ada tamu tu" Ujarnya dengan senyuman yang menggoda.


"Siapa?" Tanya Diya heran.


"Tidak biasanya ada tamu sesore ini" Fikirnya.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan si tampan itu....Siapa namanya?" Siti pura-pura berfikir.


"Kak Ferdi?" Sambung Diya dengan wajah yang gembira. Siti mengangguk.


__ADS_2