
"Mulai sekarang, kamar ini milik kamu" Sahut Yuli duduk di samping sahabatnya.
"Terima kasih ya Yul, kamu benar-benar sahabat karib ku" Balas Diya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya jelas....Yuli...." Kata Yuli dengan semangat 45 nya. Mereka sama-sama tersenyum.
"Oh ya....Apa kamu capek?"
"Gak, emang nya kenapa?" Sahut Diya.
"Gimana kalau kita pergi berbelanja di mall dan membeli kebutuhan kamu sehari-hari" Kata Yuli lagi penuh semangat.
"Tapi aku..."
"Udah....Ayo.....Aku yang belanjakan kok" Potong Yuli cepat
"Sambil cuci mata" Katanya lagi sambil tersenyum menggoda.
"Terserah kamu aja deh..." Jawab Diya akhirnya.
"Aku cuma ikutin aja" Katanya lagi sambil mengikuti langkah Yuli dari belakang.
*****
Sebuah taxi berhenti di depan gedung megah berbintang lima yang cukup terkenal di ibu kota provinsi itu.
Diya keluar dari mobil itu dengan langkah ragu-ragu.
"Kamu yakin Yul disini tempat interviewnya?" Tanya Diya ragu-ragu.
"Iya aku yakin" Jawab Yuli.
__ADS_1
"Masuk aja! Kalau kamu ragu, tanya sama sekuritinya pasti deh mereka akan membantu mu"
"Tapi..."
"Ayolah Diy....Bersemangat, dan tunjukkan kebolehan mu. Aku yakin, kamu pasti di terima di perusahaan ini" Kata Yuli memberi semangat.
"Oke, aku udah telat ni. Selamat mencoba ya! Sampai ketemu nanti malam. Da....Da..." Kata Yuli menyuruh supir taxi itu menjalan kan mobil nya.
Diya kaget dan ingin berteriak. Tapi Yuli sudah melaju di antara mobil-mobil yang lain.
"Duh....Gimana nih?" Kata Diya dalam hati.
"Apakah aku harus masuk? Atau...." Gadis itu mendongak kepalanya ke atas.
"Tinggi sekali" Katanya dalam hati.
Diya menarik nafas dalam-dalam dan di hembusnya kuat-kuat agar dirinya mempunyai keberanian untuk memasuki gedung itu.
"Maaf pak" Katanya basa-basi.
"Ruang interview di lantai berapa ya?"
"Oh...Lantai tiga mbak" Jawab sekuriti itu dengan ramah.
"Terima kasih"
Diya melangkah lagi menuju lif. Saat pintu lif terbuka, gadis itu langsung masuk.
"Maaf mbak" Kata seseorang mengagetkan gadis itu.
"Mau kemana mbak" Tanya orang itu lagi.
__ADS_1
"Oh...Lantai tiga ruang interview ya" Jawabnya bernafas lega.
Orang tadi langsung memencet tombol lif yang di maksud oleh Diya. Orang tadi adalah salah satu kariawan perusahaan besar itu yang bertugas untuk mengantarkan orang-orang ke lantai tempat mereka berkerja masing-masing melalui lifnya.
*****
"Mbak, ruangan interview nya belok kanan kemudia lurus pasti nanti ketemu"
"Terima kasih" Jawab Diya sedikit lega karena tidak perlu bertanya lagi fikirnya.
Emang benar apa yang dikatakan orang tadi. Diya tersenyum senang saat menemukan tempat yang dituju.
"Wah ramai sekali" Fikirnya melihat calon kariawan mengantri menunggu giliran dipanggil.
"Hallo...." Sapa Diya tersenyum ramah kepada orang yang pertama kali dijumpainya dan duduk disebelahnya.
"Udah lama menunggu?"
"Iya..."Jawab orang itu acuh.
"Saya Diya"
"Vivi"
Mereka bersalaman.
"Baru pertama kalinya ya melamar pekerjaan?" Tanya Vivi. Diya mengangguk.
"Kalau aku sih udah berpuluh-puluh kali gak ada satu pun ya jebol. Mudah-mudahan kali ini aku di terima. Doai ya" Kata gadis itu penuh harap.
"Inshaallah" Jawab Diya.
__ADS_1
"Eh, itu nama ku di panggil" Seru Vivi kegirangan mendengar namanya di panggil.