
Ivan tersenyum sendiri saat mengingat momen langka yang ia alami tadi. Dimana wajah nya dan Diya gadis impian nya berdekatan hanya jarak beberapa senti saja.
Mata indah gadis itu selalu terbayang-bayang di pikiran nya. Dia angkat tangan kekar itu yang tadi melingkar di pinggang Diya. Sungguh hatinya sangat berbunga bila mengingat hal itu. Rasanya ingin kejadian itu terulang lagi. Dan jika bisa waktu berhenti sebentar saat ia bersama gadis yang bernama Diya itu.
"Haisss" Ngeluh nya bersandar di kursi kerja nya.
"Diya, pesona apa yang ada pada dirimu. Sungguh sulit untuk ku melupakan kamu" Ivan memijit kening nya dan memejamkan mata untuk membayangkan wajah cantik gadis itu.
"Diya, Diya, Diya. Aku cinta kamu. Daya tarik mu begitu kuat." Lirih pemuda tampan itu.
Terdengar suara pintu ruangan di ketuk. membuat lamunan Ivan buyar begitu saja.
"Masuk" Jawab Ivan.
"Vir, ada apa?" Tanya pemuda itu saat melihat siapa yang datang di kantor nya.
"Van, malam ini bisa kita makan berdua? Kamu ada waktu kan?" Tanya Virda duduk di hadapan pemuda itu.
"Malam ini?" Ivan tampak berpikir.
__ADS_1
"Boleh" Lanjutnya.
"Oke, nanti kamu jemput aku ya. Aku mau menghabiskan waktu bersama kamu, berdua saja. Soal nya besok aku sudah harus pulang untuk bekerja" Kata Virda sedih. Karena hari ini adalah hari terakhirnya bersama dengan pemuda impian nya.
"Secepat ini? Kata mu masih ada beberapa hari lagi waktu libur mu. Kenapa mendadak sekali?"
"Ada sedikit masalah di kantor dan harus aku selesaikan sekarang juga"
"Baikalah, kita habis kan waktu malam ini berdua" Kata Ivan tersenyum.
"Terima kasih ya, Aku pulang dulu" Virda keluar dari ruangan Ivan.
Diya kaget melihat Virda keluar dari ruangan Ivan Saat dirinya kembali dari toilet. Meja kerja Diya berada di luar ruangan Ivan.
"Kenapa dia kesini? Apa benar dia ke sini untuk menggantikan ku?" Batin Diya masih menatap kepergian Gadis indobel itu.
"Hello" Diya mengangkat ponsel nya saat berdering lamunan nya seketika hilang begitu saja.
"Hello Diy, apa kabar?" Tanya seseorang di seberang sana.
__ADS_1
"Kabar ku baik kok Yul"
"Bagaimana dengan urusan mu di sana? Apa lancar?"
"Alhamdulillah lancar. Kalau kamu gimana? Bagaimana hari pertama mu bekerja? Apa lancar? Apa pemuda itu masih bersikap baik padamu?"
"Alhamdulillah lancar juga kok Yul. Ivan baik kepada ku. Masih seperti yang dulu"
"Seperti yang dulu? Yang dulu menaruh cinta kepadamu? Tanya Yuli menggoda.
"Kamu apa-apaan sih Yul. Ya aku gak tau lah Yul hati dia gimana. Jangan ngomong gitu, aku jadi gak enak. Aku di sini mau bekerja bukan untuk cinta-cintaan. Lagian kamu kan tahu sendiri gimana perasaan aku"
"Diy, aku hanya ingin kamu bahagia. Jangan kamu menunggu seseorang yang tidak jelas dan tidak pasti keberadaan nya di mana"
"Ya aku tau Yul, tapi untuk saat ini aku masih menunggu nya. Sampai sekarang perasaan ku sama untuk nya tidak berubah" Jawab Diya dengan nada yang sedih.
"Terserah kamu aja Diy, tapi aku doa kan kamu dan Ivan berjodoh. Kamu bisa secepatnya membuka hati untuk dia"
"Kok gitu sih doa nya Yul?"
__ADS_1
"Soal nya aku gak suka sama kak Ferdi, dia hilang tanpa kabar sama sekali"
"Ya sudah aku tutup telfon nya dulu ya. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"