Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Sampai ditempat tujuan


__ADS_3

"Rasain, nguping pembicaraan orang sih. Awas ya kalau nguping lagi. Nanti aku cubit lebih keras lagi"


"Iya deh..." Jawab Yuli nyerah sambil menggosok kakinya yang sakit. Ferdi tersenyum melihat nya.


"Hei teman-teman" Seru Randi yang terkenal usil disekolah itu.


"Kok diam aja sih, gimana kita memainkan satu permainan? Biar seru. Setuju gak?"


"Setuju" Jawab mereka serentak.


"Tapi permainan apa?" Tanya Sina salah satu dari mereka.


"Gimana main tebak-tebakan. Siapa yang gak bisa jawab, dia kena hukuman. Terserah hukuman apa yang diberikan oleh orang yang memberi pertanyaan. Gimana...? Setuju...?" Seru Randi lagi bersemangat.


"Ya...Setuju...." Jawab teman-teman yang lain. Mulailah mereka memainkan permainan itu. Ada yang bisa menjawab, dan ada juga yang tidak. Pokoknya suasana di dalam bus itu benar-benar di buat heboh dan ramai.


Tanpa terasa perjalanan mereka sudah sampai ke tempat tujuan. Murid-murid dari SMU 2 Pekanbaru nampak antusias menyambut mereka datang.


*****


"Oke...Kita semua sudah sampai" Kata pak Siombing memberi penjelasan.


"Tolong cek barang-barang kalian dulu sebelum keluar dari bus. Ferdi...Bantu mereka ya" Kata pak Siombing memberi perintah.


"Baik pak"

__ADS_1


"Diya, cek barang-barang kamu. Aku turun dulu ya membatu teman-teman yang lain" Kata Ferdi.


"Baik lah" Jawab Diya mengemasi tas bawaannya. Begitu juga dengan Yuli dan teman-teman yang lain.


"Yuk Diya kita turun" Ajak Yuli setelah selesai merapikan barang-barang dan pakaiannya.


"Kamu duluan ya...Sebentar lagi aku turun" Jawab Diya acuh terus mengemasi tasnya.


"Oke...Aku duluan" Kata Yuli langsung nyelonong bersama teman-teman yang lain.


*****


"Ivan..." Teriak seseorang dari SMU 2 Pekanbaru bila melihat Ivan pemuda yang paling macho di sekolah itu duduk santai sambil memandangi anak-anak dari SMA 1 Bukit Batu turun dari bus.


"Gak bantuin mereka?"


"Untuk apa? Mereka udah bisa sendiri kok" Jawabnya dengan mata terus melihat kesibukan murid-murid pendatang itu mengemasi barang-barang mereka.


"Ya...Setidaknya lo bantuin dong. Biar ada kekompakan diantara kita. Lo kan ketua OSIS disini masa bengong aja"


"Yah....Lo seperti nenek-nenek aja cerewet seperti itu tau gak" Jawabnya sedikit ketus.


"Biarin, abisnya kakek-kakek nya pada malas semua",


"Van....Sebentar" teriak kepala sekolah memanggil dirinya. Ivan datang.

__ADS_1


"Ya pak"


"Bantuin mereka ya...Sekalian tunjukan tempat penginapan mereka"


"Baik pak"


"Rasain lo...kena batunya kan" Ejek Rani teman sekelas nya yang kebetulan salah satu anggota OSIS di sekolah itu.


"Dasar nenek sihir lo" Jawab Ivan tak mau kalah langsung menyelonong meninggalkan temannya tadi.


*****


"Hay...Saya Ivan ketua OSIS disekolah ini" Kata Ivan memperkenalkan diri kepada Ferdi yang sibuk membereskan barang-barang teman-temannya.


"Saya Ferdi" Mereka berjabat tangan.


"Apa yang perlu saya bantu?" Katanya basa-basi.


"Gak usah....Hampir selesai kok. Terima kasih" Jawab Ferdi dengan senyuman.


"Oke kalau begitu, saya pergi dulu. Jika perlu apa-apa cari saja saya"


"Baiklah terima kasih"


Ivan melangkah meninggalkan Ferdi. Tanpa sengaja ia menoleh ke arah pintu bus yang terbuka lebar. Pemuda itu mengerut keningnya saat melihat sesuatu benda yang bergerak di dalam bus. Ivan jadi penasaran, ia masuk ke dalam bus tersebut.

__ADS_1


__ADS_2