
"Sonia, dari mana sih kamu?" Tanya Ferdi saat melihat istri nya baru pulang ke rumah.
"Dari pernikahan nya Ivan" Jawab Sonia singkat.
"Ivan?" Ulang Ferdi.
"Iya Ivan" Jawab Sonia lagi.
"Apa? Ivan menikah? Apa dia menikah dengan Diya?" Pikir Ferdi.
"Son" Tegur Ferdi membuat langkah Sonia terhenti.
Sonia berbalik dan kembali menatap suami nya.
__ADS_1
"Apa?" Tanya Sonia dingin.
"Apa Ivan menikah dengan Diya" Tanya Ferdi sedikit ragu. Hati kecil nya masih berharap bahwa Ivan tidak menikah dengan Diya.
Memang ia pernah mendengar segelintir berita burung bahwa Diya akan menikah dengan Ivan. Namun tidak mungkin secepat ini bukan? Bahkan kenapa dirinya yang kini bisa di bilang sudah menjadi keluarga Ivan tidak mengetahui hal ini. Dan tidak mungkin juga Ivan melakukan pernikahan secara tersembunyi seperti ini. Toh dia orang terpandang di kota ini. Jelas harus membuat pesta yang meriah untuk hari bersejarah untuk nya. Pikir Ferdi dalam hati.
"Iya, Ivan menikah dengan Diya. Diya gadis yang kamu cintai itu" Sambut Sonia. Sejujurnya hati nya sedikit panas menyebutkan hal itu.
Yah, hal yang ia takuti saat ini telah terjadi. Dimana gadis yang ia cintai telah menjadi milik orang lain. Meski dirinya telah menikah dengan Sonia, namun tetap saja hati nya tidak bisa terlepas dari gadis yang bernama Diya itu yang selama ini telah menghiasi hari-hari nya.
Yah, memang sepenuh nya ia menikahi Sonia karena saat itu ia kehilangan sebagian ingatan nya.
Namun tetap saja, nasi telah menjadi bubur. Apa pun alasan nya Diya tidak mungkin kembali bersama nya seberapa keras pun ia berusaha. Tetap saja Diya akan menolak nya. Karena gadis itu tidak ingin merebut kebahagiaan orang lain. Terutama malaikat kecil yang bernama Junior yang tidak bersalah itu.
__ADS_1
Ferdi duduk lemas tak berdaya. Seketika kaki nya tergeletak lunglai ke lantai. Dirinya seperti tidak mempunyai tenaga mendengar kenyataan ini.
"Ferdi" Ujar Sonia ingin menyambut Ferdi agar tidak jatuh.
Belum sempat Sonia menyambut nya Ferdi sudah duluan jatuh ke lantai.
"Kenapa? Kenapa kamu tidak memberitahu ku tentang ini?" Tanya Ferdi dengan tatapannya yang kosong.
"Aku ingin memberitahu mu. Tapi kamu nya yang selalu sibuk. Kamu sering gak pulang, dan jika pulang pun kamu pulang nya larut malam ketika aku sudah tertidur. Saat di hubungi pun kamu selalu berdalih sibuk dengan pekerjaan mu. Bagaimana bisa aku mengatakan nya kepada mu? Bahkan untuk curhat tentang apa yang terjadi dengan ku atau Junior pun sangat sulit karena kamu tidak mempunyai waktu untuk kami. Oke tidak masalah jika kamu tidak mempunyai waktu untuk ku. Aku tahu kamu belum bisa menerima ku. Tapi sampai kapan? Sampai kapan kamu bersikap seperti ini kepada aku dan Junior. Dan setidak nya tolong luangkan waktu mu sedikit saja untuk Junior darah daging mu sendiri" Ujar Sonia mata nya mulai memerah, hati nya kembali panas. Tak terasa beberapa air bening mulai mengalir di pipinya.
Hati nya benar-benar pedih dengan sikap Ferdi yang akhir-akhir ini memang selalu acuh tak acuh kepada nya dan Junior.
"Jujur saja Ferdi, aku bertahan demi anak yang ada di dalam kandungan ku ini. Aku bertahan deni Junior juga. Jika di turut kata hati ku, aku sudah tidak sanggup. Rumah tangga ini seperti neraka bagi ku. Aku capek Ferdi, aku capek" Ujar Sonia menangis dan berlalu dari hadapan Ferdi.
__ADS_1