Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Pertolongan


__ADS_3

"Aduh....kemana pergi nya ojek yang ku pesan? Aku bisa terlambat" Diya berkata pada dirinya sendiri mondar mandir di depan kos nya menunggu ojek online yang di pesan nya datang. Waktu terus berjalan, Diya terus melihat jam yang ada di tangan nya.


"Aduh, tidak lucu ini. Kenapa lama sekali? Hari kedua aku kerja masa terlambat lagi. Bisa-bisa aku di pecat beneran" Sambung nya.


"Ya sudah aku coba tunggu di depan gang saja, siapa tahu ketika aku sampai di depan ojek nya nongol. Atau tidak aku pesan saja ojek online lain" Sudah 30 menit ia menunggu si abang ojek, namun tidak juga datang. Bukan dia tidak bisa memesan ojek lain. Namun, dia juga memikirkan perasaan ojek yang sudah di pesan itu, siapa tahu si abang ojek sudah separuh jalan. Dan saat mendapatkan dia membatalkan pesanan, sungguh kasihan abang ojek nya tidak mendapatkan rejeki dan mengendarai sepeda motor nya separuh jalan namun tidak mendapatkan hasil.


Diya terus berjalan, hingga sampai di depan gang. Terlihat ada dua orang pemuda yang berpenampilan seperti preman di seberang jalan. Orang itu menatap Diya dengan tatapan yang sedikit aneh dan mencurigakan.


Diya kecut mengetahui kedua pemuda itu terus menatap nya. Mereka nampak berbincang dan merencanakan sesuatu. Walau Diya tidak tahu pasti apa rencana nya. Namun gadis itu tahu pasti itu berkaitan akan dirinya.


"Ya Allah, kenapa mereka terus memandang ku begitu?" Ini mana abang ojek nya belum sampai?"


Kedua pemuda itu tampak menyebrangi jalan berjalan santai ke arah Diya. Diya kaget bukan main. Ada perasaan takut yang seketika timbul begitu saja.

__ADS_1


"Kenapa sunyi sekali? Kemana orang-orang?" Kata Diya berjalan sedikit cepat melihat preman itu mulai mendekatinya.


Preman itu semakin cepat berjalan melihat Diya mencoba menghindari nya. Semakin cepat dan semakin cepat, Diya setengah berlari untuk menghindari preman itu. Namun,


"Mau kemana cantik?" Tangan dia berhasil di tarik oleh salah satu preman yang berbaju hitam.


"Kalian siapa? Apa mau kalian?" Dia memeluk tas yang di kenakan nya merasa takut akan kedua preman itu.


"Aku tidak punya barang berharga untuk kalian ambil. Tolong lepaskan aku" Diya memohon dimana posisi nya sedang di kepung dan di apit oleh kedua preman.


"Kamu cantik juga jika marah. Aku suka gadis yang galak seperti mu. Terlihat menantang dan susah di taklukan. Penuh perjuangan untuk mendapatkan kamu" Kembali si baju hitam menggoda.


Diya melihat situasi lengah kedua preman sebagai kesempatan melarikan diri. Di saat kedua nya lengah, Diya langsung berlari untuk menghindar dari kedua preman itu.

__ADS_1


"Tolong..." Diya berteriak sekuat tenaga.


"Kemana sih orang-orang?" Pekik batin nya.


Hap....


Dia dapat di tangkap oleh preman berbaju hijau.


"Jangan lari-lari cantik, gak capek berlari? Mari temani kami untuk pagi yang cerah ini"


"Kalian mau apa? Tolong lepaskan saya" Diya memohon.


"Iya akan kami lepaskan tapi setelah kamu mau melayani kami" Kedua preman itu mencoba mendekat.

__ADS_1


Bruk....


Preman berbaju hitam tersungkur ke samping saat dirinya di tendang oleh seseorang


__ADS_2