Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Bertemu mama mu


__ADS_3

"Aku tidak akan memaafkan diri ku jika sesuatu terjadi kepada ibu" Kata gadis itu lagi.


"Sudah lah Diya....Sabar...Aku yakin ibumu akan baik-baik saja, percayalah!" Sahut Ferdi lagi seraya membenamkan kepala gadis itu kedalam pelukannya.


Kedua muda mudi itu tak sadar jika dari tadi ada seseorang yang memperhatikan tingkah mereka. Keduanya kaget saat ditegur orang tadi dan langsung melepaskan pelukan mereka.


"Ferdi? Kenapa kamu di sini? Kamu gak sekolah?" Tanya orang itu heran melihat anaknya ada disitu.


"Anu ma...Anu..." Ferdi tak bisa menjawab karena risih terpergok ibunya yang memang seorang doktor dirumah sakit itu.


"Tolong ke ruangan mama ya...! Tunggu di situ"


"Tapi ma...Saya..." Pemuda itu tidak meneruskan kalimatnya karena ibunya sedikit memaksa dengan sorotan matanya.


"Mamanya kak Ferdi?" Bisik Diya pelan setelah melihat doktor itu memeriksa keadaan ibunya. Ferdi mengangguk.


"Aku tinggal dulu ya"


"Iya..." Jawab Diya mendekati ibunya yang masih tidak sadarkan diri.


Setelah doktor itu memeriksa, barulah Diya bertanya dengan hati-hati sekali.


"Bagaimana dok keadaan ibu saya?"


"Udah agak baikan, dalam beberapa jam dia akan sadar. Kamu tenang saja ya" Jawabnya tersenyum hambar.


"Terima kasih dok"

__ADS_1


"Ya.."


"Siapa nama kamu?" Tanya doktor itu membuat hati Diya berdebar.


"Diya" Jawab nya pelan sedikit kecut saat melihat pandangan doktor itu kepada dirinya. Sangat menusuk sekali. Sepertinya ia tidak suka.


"Permisi" Katanya setelah puas mengamati Diya. Diya menghembuskan nafas lega saat doktor itu keluar dari ruangannya.


"Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu kepada kak Ferdi" Katanya dalam hati seraya berdoa.


*****


"Mama gak suka jika kamu berhubungan dengan gadis itu" Kata doktor Mira tegas saat berhadapan langsung didepan Ferdi.


"Apa maksud mama?"


"Kethrine?" Ulang Ferdi tersenyum hambar.


"Ferdi tidak mencintai Kethrine ma...Ferdi mencintai Diya. Diya adalah segala-galanya bagi Ferdi"


"Apa maksud kamu" Bantah Mira geram.


"Kamu..."


Doktor Mira tidak jadi marah, karena pintu ruangannya terdengar di ketuk oleh seseorang.


"Maaf dok" Kata seorang suster masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


"Ruangan nomor 4 harus segera di periksa. Keadaannya darurat dok" Kata suster itu sedikit cemas.


"Ya...Sebentar aku akan ke sana" Jawab Mira singkat. Setelah suster itu keluar Mira datang mendekati anaknya.


"Pokoknya mama tidak suka dengan gadis itu. Mengerti! Persoalan ini, kita bahas didepan papa mu. Biar dia tahu seperti apa gadis pilihan anaknya" Katanya langsung keluar dari ruangan itu. Ferdi mengucek-ngucek rambutnya. Ia jadi marah dan kesan dengan sikap mamanya yang sok milih itu. Dengan langkah lebar, ia pun segera meninggalkan ruangan itu.


*****


"Kak Ferdi" Tegur Diya saat melihat siapa yang datang.


"Kamu gak apa-apa kan?" Tanya nya melihat perubahan sikap pemuda itu.


"Jamu gak di tanyai macam-macam kan sama mamaku?"


"Gak" Jawab Diya heran.


"Emangnya kenapa kak?"


"Gak....Gak ada apa-apa" Jawab Ferdi mengelak dan merubah topik pembicaraan.


"Oh...Ya...Gimana keadaan ibu mu?"


"Udah mulai baikan, tadi ia sadar sebentar. Lalu tidur lagi"


"Syukurlah kalau begitu" Ucapnya lirih. Hening....


"Kak Ferdi gak apa-apa kan?" Tanya Diya lagi karena tidak enak melihat perubahan sikap dan raut wajah pemuda itu.

__ADS_1


"Gak ada apa-apa" Jawab Ferdi tersenyum.


__ADS_2