
"Emangnya kenapa? Apa sih kesalahan ku?"
"Jangan pura-pura bego deh Yul. Udah tau salah, malah nanya" Diya sebel dengan sikap sahabatnya yang rada-rada bego itu.
"Oh...Yang tadi ya?" Tanya Yuli ingat.
"Iya...Apa lagi" Serga Diya.
"Kamu ini ya kalau ngomong itu di pikirin dulu kenapa?" Diya menghentikan langkahnya.
"Emangnya aku salah ngomong ya?" Kini balik Yuli yang balik nanya membuat Diya semakin kesal.
"Yuli...."
"Diya..." Yuli ikutan. Diya sakit hati diperlakukan oleh sahabatnya seperti itu. Seperti anak kecil saja, makanya Diya meninggalkan Yuli begitu saja.
"Diya...Diya...tunggu...tunggu" Gadis gendut itu mengejar Diya membuat langkah sahabatnya terhenti.
"Sorry deh Diy, aku cuma bercanda" Yuli memohon.
"Sorry ya, aku janji gak akan mengulangi nya lagi. Suer deh" Tambahnya lagi. Diya menarik nafas panjang dan di hembusnya kuat-kuat. Ditatapnya wajah sahabatnya itu.
"Bener?" Yuli mengangguk.
"Ya udah ayo kita masuk" Ajak gadis cantik itu. Yuli tersenyum senang.
"Kamu sensitif banget sih Diy. Gitu aja mudah tersinggung" Yuli mengikuti langkah sobatnya.
"Habis kamu menggoda terus sih"
__ADS_1
"Aku janji, mulai sekarang kalau ketemu sama kak Ferdi, gak bakalan ceplas-ceplos lagi" Diya tersenyum.
"Bener?" Yakinnya. Yuli mengangguk lagi sembari duduk dibangkunya. Diam sejenak.
"Aku juga mau minta maaf sama kamu. Mungkin aku teman yang paling cerewet ya Yul" Tanyanya sembari memandang sahabatnya itu.
"Mudah tersinggung" Katanya merenungi.
"Tapi aku cuma gak enak saja sama kak Ferdi. Ntar dibilangi cewek matre lagi" Ucapnya pelan seakan berkata pada dirinya. Yuli mengerti maksud sahabatnya itu.
"Aku mengerti kok Diy" Katanya menepuk bahu gadis itu. Yuli tahu sifat Diya yang pemalu, tertutup, dan tak mudah putus asa. Yuli tahu betul itu. Cewek gendut itu merasa bersalah.
"Maaf ya Diy, aku telah membuatmu sakit hati" Katanya prihatin. Diya tidak menjawab gadis cantik itu cuma tersenyum membalas senyuman Yuli sahabatnya.
*****
Diya sedikit kaget melihat siapa yang datang saat dirinya membukakan pintu.
"Boleh masuk?" Tanya nya melihat Diya terbengong melihatnya.
"Eh...Iya silahkan" Diya jadi salah tingkah tertangkap basah menatap pemuda itu.
"Duduk kak" Katanya lagi.
"Makasih. Lagi belajar ya" Tanya Ferdi saat melihat setumpuk buku ada di atas meja.
"Iya kak...Lagi ngerjain PR" Sahutnya.
"Kakak mau minum apa? Teh atau kopi?"
__ADS_1
"Gak usah repot-repot Diy, aku cuma sebentar kok" Jawab pemuda itu menolak-balik buku pelajaran Diya.
"Gak apa-apa kok kak, aku senang jika kakak mau aku buatin minuman" Diya tersenyum.
"Bagaimana jika di buatkan teh?" Usul Diya membuat pemuda itu mengalah.
"Ya deh....Terserah kamu saja" Jawab pemuda itu terus membolak-balik buku pelajaran milik gadis itu.
"Aku tinggal dulu ya" Katanya berlalu dari pandangan pemuda itu.
Ferdi mengerutkan kening nya melihat secarik kertas jatuh dari buku yang dipegangnya. Diambil lalu dibacanya.
...... Tuhan..........
...Jika memang dia milikku,...
...Dekatkanlah dia padaku....
...Jika tidak, jangan kecewakan hati ini.......
Cepat-cepat Ferdi memasukkan kembali kertas tadi kedalam buku bila melihat Diya datang menghampirinya. Gadis itu tersenyum.
"Makasih" Jawab pemuda itu.
"Emangnya PR apaan?" Tanya nya.
"MTK" Diya duduk disamping Ferdi.
"Yang ini?" Diya mengangguk.
__ADS_1
"Udah selesai?" tanya nya lagi sambil membaca soal.