
Diya menarik nafas panjang dan di hembuskan nya kuat-kuat. Ia tidak menyangkan kejadian tadi kenapa harus terjadi.
"Seandainya aku tidak hadir, mungkin kejadian ini tidak terjadi" Gadis itu memejamkan matanya menyesali kejadian yang telah berlaku.
*****
Ferdi menghentikan motornya di Roro tempat penyeberangan ferry yg cukup terkenal didesanya. Setelah memakir kan motornya, Ferdi berdiri di atas dinding turap yang berjejeran di tepi pantai.
Pemuda itu tampak gelisah. Ia tidak menyangka kalau mamanya senekat itu ingin menjodohkan nya dengan Kethrine yang jelas ia sangat membencinya. Beberapa kali pemuda itu menghembuskan nafas berat.
Diya mengerti kegalauan kekasihnya. Setelah lama terdiam barulah gadis itu berkata.
"Ini semua salah ku kak, kenapa aku harus hadir di pestanya kak Ferdi. Jika aku tidak datang, mungkin kejadian nya tidak seperti ini" Katanya memecah keheningan di antara mereka. Ferdi tidak menjawab. Pemuda itu memandang lurus kedepan dimana laut terhampar luas di depan nya.
Melihat Ferdi tidak menjawab, Diya berujar lagi.
__ADS_1
"Kakak menyesal dengan apa yang telah berlaku?" Tanya Diya hati-hati takut pemuda itu tersinggung.
"Menyesal?" Ulang Ferdi tersenyum kecut dan berbalik menghadap Diya yang dari tadi di belakang nya.
*Malahan aku senang Diy, atas apa yang berlaku. Setidak nya mama ku sadar kalau cinta itu tidak bisa di paksakan" Jawab Ferdi mantap.
"Tapi kak Ferdi telah membuat mereka malu dengan menolak pertunangan itu" Jawab Diya tidak enak.
"Mungkin itu sudah resikonya Diy" Jawab Ferdi sedikit berat lalu berbalik lagi ke depan memandang air laut yang bergelombang di tiup angin malam. Suasana hening lagi, sepi lagi, hanya terdengar suara deburan ombak yang terhempas di bibir pantai.
"Aku minta maaf kak. Gara-gara ku kakak dan keluarga kakak jadi berantem. Ini semua salah ku. Seandai nya saja aku....,"
"Aku tidak menyalahkan siapa-siapa baik kamu atau pun org tua ku. Mungkin ini sudah takdir yang di gariskan oleh Kuasa. Kita harus bisa menerima nya" Jawab Ferdi mendesah berat.
"Lagian mama juga sih, kenapa tidak memberi tahu rencana ini sebelumnya. Mungkin kejadian nya tidak seperti ini" Ucap Ferdi pelan seperti pada dirinya.
__ADS_1
"Seharusnya kak Ferdi berfikir dulu sebelum memutuskan sesuatu. Mungkin kejadian tadi tidak akan berlaku" Ujar Diya merasa bersalah. Merasa kejadian yang memalukan itu berpunca darinya.
"Apa maksud kamu?" Tanya pemuda itu penuh dengan tanda tanya. Diya mendesah berat lalu.
"Kak Ferdi harus menerima apa yang telah di rencanakan oleh mamanya kak Ferdi. Agar kejadian nya tidak seperti tadi"
"Apa?" Ferdi kaget.
"Aku harus terima dan bertunangan dengan Kethrine. Begitu maksud mu?" Diya mengangguk pelan dan tertunduk.
"Setelah itu kakak boleh meronta dan menolaknya" Ferdi tersenyum tawar mendengar pengakuan Diya tadi.
"Tidak Diy, walau apa pun alasan nya dan bagaimana pun aku tidak akan terima kalau aku harus bertunangan sama Kethrine. Walau hanya sandiwara" Kata Ferdi.
"Ah...Sudah lah Diy, gak perlu lagi kita bahas tentang hal itu. Toh....Semua telah terjadi. Kita harus memikirkan tentang kita, tentang masa depan kita"
__ADS_1
"Tapi kak, aku merasa sangat bersalah akan hal ini" Ferdi datang mendekati gadis itu.
"Gak ada yang harus disesalkan lagi. Yang penting sekarang bagaimana kita harus menghadapi semua cobaan dan dugaan ini dalam percintaan kita" Jawab Ferdi meyakinkan kekasihnya.