
"Tapi buk...Kita tidak melakukannya bu"
"Iya...ALLAH tahu nak...Siti tolong jaga Diya ya" Kata bu Marni mengikuti langkah polisi tadi.
"Ibu..." Diya menangis.
"Rasain lo, kenapa gak dengerin nasehat gue. Ini akibatnya" Kata Kethrine berlalu di hadapan Diya dengan senyuman mengejek. Senyuman penuh kemenangan.
"Kamu.." Diya tidak jadi menyerang Kethrine karena melihat ibunya jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.
"Ibu...." Teriak Diya histeris, langsung berlari memeluk tubuh ibunya yang tidak berdaya.
"Ibu...Bangun bu...Bangun..." Gadis itu terisak menggoyang-goyang tubuh ibunya
"Pak, tolong ibu saya pak..." Teriak Diya meraung.
"Sebentar...Sabar dik. Sebentar lagi ambulance akan sampai" Kata orang itu yang ikutan panik akan kejadian tadi. Semua orang di situ juga tercengan dan terbengong. Banyak gosib-gosib yang terlontar dari mulut mereka. Ada yang simpati, ada juga yang mengejek. Apa lagi ada yang prafokatornya yaitu Kethrine.
Kethrine tersenyum penuh kemenangan. Hatinya benar-benar puas sudah membalas sakit hatinya pada Diya. Gadis kampung yang merebut kekasihnya.
Sampai ambulance datang, masyarakat terus berdatangan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa orang-orang pada ngumpul diwarung baksonya bu Marni. Diya memegang tangan ibunya sambil menangis begitu juga dengan Siti pembantunya.
"Sabar dik....Ibu mu akan baik-baik saja" Kata polisi menasehati.
"Jalan" Kata pak polisi itu setelah semuanya naik di ambulance.
*****
__ADS_1
Ferdi memperlambat motornya saat melihat Yuli berangkat kesekolah sendirian. Ada kecurigaan di hati pemuda itu. Biasanya Yuli tak pernah pergi kesekolah sendirian pasti ada Diya disampingnya. Tapi....kemana Diya? sakit kah dia?...
"Hai..." Tegur pemuda itu disamping Yuli.
"Tumben kamu sendirian? Diya mana? Tadi aku kerumahnya, pintu rumahnya di kunci. Ibunya juga gak ada. Kemana mereka?"
"Kak Ferdi gak tau ya? Diya di rumah sakit. Ibunya tadi malam pingsan kak" Jawab Yuli sedih.
"Apa?" Ferdi kaget.
"Sakit apa ibunya?" Tanya nya cemas.
"Gak tau...Tadi malam ada beberapa polisi datang ke warung nya dan memeriksa warung itu. Katanya bakso dan kuahnya terbuat dari tikus dan cacing" cerita Yuli sedikit berat.
"Apa?" Lagi-lagi Ferdi kaget.
"Mungkin ada seseorang yang memfitnah mereka"
"Saya juga berfikiran seperti itu kak"
"Tapi...." Yuli tidak meneruskan kalimatnya.
"Tapi apa?" Tanya Ferdi penasaran.
"Tapi polisi mendapatkan bukti" Kata Yuli sedih.
"Karena itu ibu pingsan" Katanya lagi.
__ADS_1
Ferdi mengigit gerahamnya.
"Itu tidak mungkin" Katanya pelan.
"Sekarang, Diya di rumah sakit?" Yuli mengangguk.
"Pulang sekolah aku mau menjenguknya" Ucap Yuli.
"Ya udah...Aku pergi dulu ya...Tolong bilang ke Randi kalau aku kerumah sakit nya"
"Ikut kak"
"Kalau kamu ikut, siapa yang akan menyampaikan pesanku tadi?"
"Iya...Ya..."Yuli nyengir.
"Ya udah...Da..." Ferdi pun menancap gas motornya meninggalkan Yuli yang masih terbengong disitu.
*****
Sesampainya dirumah sakit, Ferdi pun langsung menuju keruang tempat bu Marni di rawat setelah bertanya kepada suster penjaga disitu.
Diya kaget saat ada seseorang yang membuka pintu dan memanggil namanya.
"Kak Ferdi..." Gadis itu langsung memeluk orang itu setelah tahu siapa dia.
"Ibu kak...Ibu" Katanya terisak.
__ADS_1
"Sudah Diya...Ibu mu akan baik-baik saja" Katanya menyambut pelukan gadis itu dan berusaha menenangkan hati gadis itu.